My Two Husband

My Two Husband
Wedding Anniversary


__ADS_3

Hari ini, Kevan dan Deryl disibukkan oleh hari ulang tahun pernikahan mereka yang pertama. Deryl dan Kevan sengaja mengambil cuti khusus untuk hari bersejarah ini, dan poin pentingnya, mereka juga memilih berdamai sementara demi hari yang spesial ini. Jika saja ini bukan hari yang penting, tidak mungkin bagi mereka untuk berdamai seperti sekarang ini.


Naya memang sengaja tidak dibangunkan oleh Deryl karena semalam giliran Naya bersama Deryl. Pria itu sengaja mematikan alarm milik Naya dan membiarkan wanita itu masih tidur hingga jam 9 pagi seperti ini. Dan Kevan, sengaja mengunci Naya didalam kamar Deryl agar wanita itu tidak keluar dan mengacaukan rencana yang sudah disusun apik oleh Deryl dan Kevan.


"Aku akan mengurus kuenya. Kamu pergi saja membeli bunga dan balon-balon." Ucap Deryl masih fokus dengan adonan kue yang sedang ia mixer.


"Berapa banyak yang kita butuhkan?" Tanya Kevan sembari mencatat-catat barang apa saja yang harus ia beli.


"Beli sebanyak mungkin. Pisahkan antara mawar merah dan putih."


"Sudah, ada lagi?"


"Beli kado yang banyak. Ah kita juga membutuhkan kertas-kertas yang bertuliskan huruf-huruf itu."


"Kertas itu disebut apa?"


"Aa... aku juga tidak tau. Pokoknya jika ketemu dengan kertas itu, langsung beli saja."


"Ini saja?"


"Apalagi yang dibutuhkan jika acara ulang tahun ya?"


"Sebentar, aku akan mencarinya di internet."


Kevan langsung menarik laptopnya miliknya dan mengetik dengan cepat mengenai persiapan apa saja yang harus dilakukan untuk ulang tahun.


"Aku tau apa yang kita perlukan lagi, Deryl!"


"Apa itu?"


"Sebuah pengaman!"


"Bodoh." Cibir Deryl kesal.


"Habisnya, disini semua sudah sama dengan apa yang kutulis. Aku bingung!"


"Kalau begitu, langsung beli saja. Supaya kita bisa menyiapkannya dengan cepat."


"Baiklah, aku akan membeli bunga mawar sebanyak 1 truk mungkin?"


"Ya beli saja."


Kevan mengangguk dan langsung pergi dari dapur untuk membeli keperluan-keperluan yang mereka butuhkan untuk kejutan pada Naya. Sedangkan Deryl masih berkutat dengan adonan kuenya. Pria itu dengan telaten memasukkan bubuk coklat sedikit demi sedikit dan kembali me-mixernya hingga lembut dan mengembang.


"Kenapa dulu aku tidak jadi chef saja ya?" Monolog Deryl.


**


Kevan menghentikan mobilnya tepat didepan sebuah toko bunga yang lumayan ramai. Pria itu langsung keluar dari mobil dengan membawa buku catatan kecil ditangannya. Ia berjalan masuk kedalam toko itu hingga semua mata menatapnya dan hal itu membuat Kevan merasa canggung.


"Aku memesan bunga mawar putih dan merah." Ucap Kevan pada pelayan yang bertugas ditoko itu.


"Berapa yang Bapak butuhkan? Sebuket?"

__ADS_1


"1 truk. Aku perlu 1 truk."


"A-apa? Kami tidak memiliki mawar sebanyak itu, Pak!"


"Lalu kalian punya berapa? Kirim saja semuanya kerumahku."


"Tapi itu stok untuk besok, Pak!"


"Bagaimana jika 500 juta? Apa cukup untuk membeli semua stok mawar?"


Pelayan itu tampak terdiam sebentar. "Saya tanya ke boss dulu."


"Jangan lama, aku sedang terburu-buru."


Pelayan itu mengangguk dan bergegas pergi untuk memanggil bosnya. Sementara itu, Kevan sibuk mengecek barang-barang lain yang harus ia beli selain bunga. Beberapa menit kemudian, pelayan yang tadi datang bersama seorang wanita.


"Jadi, kamu yang mau memborong bunga mawarku, Kevan?"


Kevan berbalik dan terkejut, tetapi ia segera mengatasi keterkejutannya itu dengan santai. "Kiyana. Oh my God!"


"Ada apa? Kamu terkejut?" tanya wanita bernama Kiyana itu, lantas ia memeluk Kevan dengan hangat.


"Astaga, aku sudah lama tidak bertemu dengan sepupu nakalku ini!" ucap Kevan sembari mengusak pelan rambut Kiyana.


"Apa kabarmu?" tanya Kiyana ketika mereka telah melepas pelukan.


"Aku baik, tapi Kiyana, bisakah kamu melayaniku dengan cepat? Aku terburu-buru. Harus membeli barang lain lagi."


"Berapa banyak yang kamu butuhkan, Kevan?"


"Astaga, sebanyak itu. Untuk apa, Kevan?"


"Aku dan Deryl menyiapkan kejutan untuk hari ulang tahun pernikahan kami."


Kiyana mengangguk mengerti lalu ia menyuruh semua pelayannya untuk menyiapkan bunga mawar permintaan Kevan. Sepertinya toko bunganya akan sepi selama beberapa hari karena stok bunga mawar habis diborong oleh Kevan.


"Kamu bisa pergi dulu membeli yang lain, Kevan. Aku akan membantu pelayanku menyiapkan bunganya."


"Baiklah, tolong pisahkan antara mawar merah dan putih."


Sebelum pergi, Kevan meninggalkan satu kartu miliknya setelah itu langsung pergi untuk membeli barang persiapan lainnya.


"Dimana aku bisa mendapatkan kertas tulisan yang dibilang Deryl itu?"


Kevan kembali menjalankan mobilnya untuk mencari balon, mungkin kertas-kertas huruf itu bisa ditukar dengan balon-balon huruf.


"Aku beli semua balonnya."


"Semua ini, Pak?"


"Iya, aku mau semuanya. Tolong tiupkan dan antar kerumahku dengan truk."


Sepertinya Kevan tergila-gila dengan truk.

__ADS_1


**


Kevan kembali dengan cepat kerumah, ia melihat Deryl sedang menghias kue. Kevan segera menghampirinya dengan sebuket mawar merah dan putih, tentu saja buket yang berbeda.


"Ruang mana yang akan kita pakai?" tanya Kevan sembari mendudukan dirinya pada kursi bar di dapurnya dan meminum sekaleng soda.


"Bagaimana dengan ruang pribadi?"


"Boleh, aku akan mengarahkan para pelayan bunga untuk menghiasnya."


"Kamu sudah membeli balon kan?"


"Sudah ditiup semua. Oh iya, karena aku tidak menemukan kertas-kertas yang kamu maksud. Aku menggantinya dengan balon huruf."


"Iya tidak apa-apa. Kamu bantu beri arahan untuk dekorasinya, nanti setelah aku selesai dengan kue ini. Aku menyusulmu."


"Oke."


Deryl kembali fokus menghiasi kue brownies buatannya yang terlihat cantik dan mengembang. Memberinya sedikit hiasan bunga-bunga dan memasang lilin berbentuk angka satu, Deryl telah menyelesaikan kuenya. Ia menyimpan kue itu didalam lemari pendingin dan segera menyusul Kevan di ruang pribadi.


Sesampainya diruangan sana, Deryl sudah melihat dekorasi yang disiapkan oleh Kevan sudah hampir selesai termasuk urusan dengan bunga dan balon.


"Kita bangunkan, Naya?" tanya Kevan.


"Tidak, tidak. Nanti dulu."


Deryl meminta Kevan untuk mengambil kuenya, setelah itu baru membangunkan Naya dan menyuruhnya bersiap-siap.


Sekarang Kevan sudah berada dikamar Deryl, ia melihat Naya masih tertidur diranjang besar milik Deryl. Dengan segera Kevan menghampiri istrinya itu dan membangunkannya pelan.


"Sayang, bangunlah."


Naya sedikit menggeliat tapi belum membuka matanya, malahan wanita itu memeluk gulingnya semakin erat. Kevan tertawa kecil melihatnya.


"Naya, bangun."


Sekitar dua puluh menit waktu yang dibutuhkan Kevan untuk membangunkan Naya barulah wanita itu bangun dan sekarang Naya sedang mandi karena Kevan yang menyuruhnya agar cepat bersiap. Dan butuh lima belas menit lagi untuk menunggu Naya siap.


"Aku sudah siap, memangnya ada apa sih Kevan?" tanya Naya sembari dituntun berjalan oleh Kevan karena matanya ditutup oleh Kevan dengan kain.


"Ikuti saja nanti kamu suka."


Kevan dan Naya akhirnya tiba diruang pribadi yang sudah dihias sedemikian rupa indahnya. Deryl pun tampak sudah menyiapkan semuanya dengan baik.


"Nanti, hitung sampai tiga setelah itu buka penutup mata ini okey?" perintah Kevan.


Naya mengangguk, Kevan segera melepaskannya dan ikut berdiri disebelah Deryl dengan memegang buket mawar merah.


Naya sudah membuka penutup matanya dan ia benar-benar terkejut sekarang. Apa maksudnya? Kenapa ruangan ini penuh dengan bunga dan balon? Kenapa juga Deryl dan Kevan disana memegang buket bunga? Naya benar-benar dibuat bingung.


"Happy wedding anniversary, Naya Amanda.. My Queen." ucap Deryl berjalan menghampiri Naya dan berlutut didepan wanita cantik itu.


"Selamat hari pernikahan yang pertama, sayangku." ucap Kevan yang juga berlutut menyerahkan sebuket bunga mawar merah.

__ADS_1


Naya menerima kedua buket bunga mawar dari Deryl dan Kevan, lantas memeluk kedua suaminya itu tengah air mata yang menetes. Betapa beruntung memiliki dan dicintai seperti ini oleh suami-suaminya. Naya benar-benar bersyukur bahwa kedua suaminya rela berdamai demi hari spesial ini, maka dari itu Naya juga harus membalas kejutan kedua suaminya ini di lain hari.


** to be continue


__ADS_2