My Two Husband

My Two Husband
Q-Time


__ADS_3

Sesampainya dikamar, Naya mengajak Deryl untuk menonton film horror yang sedang tayang. Memang akhir-akhir Deryl tidak punya banyak waktu untuknya, kalau sedang luang saja maka Kenzio akan menopoli Deryl seharian bahkan semalaman. Naya sudah tidak pernah lagi tidur bersama Deryl semenjak Kenzio mulai besar dan menempel dengan sang daddy. Malam-malamnya selalu dihabiskan bersama Kevan, dan yah.. Naya tidak berbohong kalau dia juga sangat merindukan melakukan semua bersama Deryl.


"Kamu selalu sibuk akhir-akhir ini, jarang memiliki waktu untukku." ucap Naya merajuk.


Deryl tertawa pelan dan mengusap pelan rambut lembut Naya yang terurai. "Maaf, Naya. Akhir-akhir ini pekerjaanku di rumah sakit bertambah, aku jarang memiliki waktu untuk berduaan denganmu, sekalipun ada pasti Kenzio tidak akan melewatkannya. Maafkan aku ya, sayang."


Naya masih memanyunkan bibirnya merajuk. "Jangan begitu, aku kan bekerja demi kalian juga. Besok kamu bisa menghabiskan waktu seharian denganku karena besok Jef akan mengajak Kenzio dan Kiano pergi keluar, dan kebetulan aku libur besok."


"Benarkah? Kamu libur?"


"Iya.. walaupun cuma libur sehari tapi lumayan,"


"Kalau begitu, besok aku mau pacaran denganmu, seharian!"


Deryl tertawa melihat Naya yang sangat antusias. "Iya, besok kita pergi pacaran. Memangnya kamu mau pergi kemana denganku?"


"Kemana saja, asal berdua denganmu."


"Uh.. istriku, rindu sekali." Deryl memeluk erat Naya yang tersenyum disebelahnya. Naya mencium pipi Deryl sekali membuat pria itu gemas dengan istrinya.


**


"Daddy, Zio pelgi dulu belsama uncle Jef ya." ucap Kenzio berpamitan.


Tadi pagi rumah sempat heboh karena Kenzio yang tidak mendapati sang daddy dikamarnya langsung menangis dengan keras. Katanya Daddy-nya hilang, Deryl yang sedang menikmati waktu dengan Naya terpaksa terbangun pagi setelah tidur hanya 2 jam, pria itu langsung menghampiri sang anak yang menangis dikamarnya.


"Hati-hati, jangan menyusahkan uncle Jef ya, jangan bertengkar dengan Kiano."


"Siap, Daddy!" ucap Kiano dan Kenzio bersamaan.


"Jangan nakal ya, sayang Mommy."


Kenzio dan Kiano memeluk Naya lalu setelah itu Jef datang dan pamit untuk membawa kedua keponakannya itu bermain bersamanya.


"Ehm.. rumah sepi nih." ucap Deryl.


"Kalau sepi memangnya kenapa? Kamu mau apa?"


"Melakukan sesuatu yang menyenangkan mungkin?" jawaban Deryl malah terdengar seperti pertanyaan bagi Naya, namun wanita itu tetap mengangguk setuju dengan ucapan Deryl.


Sesuatu yang menyenangkan yang di maksud oleh Deryl bermain dengan Naya, saat seperti mereka kecil dulu. Mereka bermain monopoli, Deryl sudah membeli papan itu dari jauh-jauh hari dan inilah saatnya. Mereka memainkan permainan lama itu lagi, merasa kembali ke masa-masa saat mereka kecil dulu yang hanya tau bermain monopoli sepanjang hari tanpa rasa lelah dan bosan satu sama lain.

__ADS_1


Mereka memulai permainan dengan memilih pion masing-masing lalu saling membagi uang dan merapikan kartu ditengah papan. Permainan dimulai dengan ringan, di awal putaran mereka masih belum membeli rumah atau hotel namun setelah putaran kedua, pelan-pelan beberapa negara sudah memiliki rumah atau hotel.


Dan yang paling penting, peraturan mereka adalah jika salah satu dari Naya atau Deryl menginjak properti yang bukan miliknya maka mereka harus membuka atau melepas semua barang yang menempel ditubuh.


"Naya, sambil bermain aku mau menggombal untukmu."


"Silahkan, Sir."


"You has stars in your eyes and galaxy in your mind."


"Aw! Kenapa kamu berpikiran bahwa aku memiliki bintang dimataku dan galaksi dipikiranku?"


"Karena kamu adalah Naya Amanda, wanita yang kukenal sejak usiaku 5 tahun, aku mencintai binar dimatamu saat kamu tersenyum. Aku mencintai kilauanmu saat kamu memikirkanku, aku jatuh dalam lautan cintamu saat mata teduh itu menatapku dengan penuh kasih sayang, kamu adalah cinta dari seluruh semesta."


Naya menggigit bibirnya pelan, mencoba menahan bibirnya yang memaksa ingin tersenyum saat Deryl memberikan jawabannya. Tidak bisa berbohong bahwa Naya luluh dengan Deryl.


"Jawaban yang luar biasa."


"Jelas, jadi kamu harus mencium pipiku atas gombalan berkelas yang diberikan oleh pria tampan ini."


"Tidak sekarang, Mr. White!"


Deryl mendengus lalu melanjutkan permainannya. Deryl terus melanjutkannya sampai dia tidak sengaja menginjak properti milik Naya, membuat wanita itu bertepuk tangan kesenangan.


"Aku tau, jadi apa maumu?"


"Hm, lepas bajumu."


"Baik, sayang!"


Deryl melepas bajunya begitu saja tanpa perasaan malu, tubuhnya yang atletis dengan perut six-pack disertai dengan kulitnya yang putih pucat bersih tanpa noda, bahkan kulit Deryl lebih mulus dan putih dari kulit Naya. Sebut saja dia Mr. Vampire karena kulitnya yang pucat.


"Biar kutebak, kamu pasti takjub melihat bagian tubuhku yang ini karena aku terlihat semakin seksi!"


"Hm memang benar, kamu makin seksi dan aku sudah lama tidak melihatnya!"


"Bohong! Tadi malam kamu merabanya kan?" tanya Deryl sembari menggoda Naya.


"Tidak kelihatan! Tadi malam gelap!"


"Hahahahaha!"

__ADS_1


Deryl tertawa nyaring mendengar ucapan Naya barusan. Pria itu menarik wanita cantik itu kepangkuannya.


"Sudah melihatnya dengan jelas, lalu kenapa tidak menyentuhnya?"


"Kamu pikir aku akan tergoda?"


"Tentu saja! Aku bisa membuat dadaku turun-naik. Itu akan terlihat hot dan erotis."


"Tidak tanya!"


Deryl tertawa pelan, jarinya mengusap lembut pipi Naya. Cantik. Hanya itu satu-satunya kata yang ada diotak Deryl untuk Naya, bahkan setelah melewati hidup sekian lama dengan Naya, wanita itu masih tetap sama. Masih tetap mengagumkan dimata Deryl, masih tetap menawan dan berkilauan. Deryl mungkin dibutakan oleh cinta Naya, sebut saja dirinya bucin karena dia tidak sanggup bernafas tanpa Naya disisinya.


"Aku bisa gila kalau begini terus." ucap Deryl sembari mengacak-acak rambutnya.


"Ada apa denganmu?"


"Aku sangat mencintaimu sampai pusing, tidak tau mengapa tapi aku sangat tergila-gila denganmu, sweetie. Rasanya hidupku akan hampa kalau kamu meninggalkanku, duniaku akan gelap jika kamu meninggalkanku barang sedetik saja. Aku pusing."


"Jadi, kamu mengeluh karena mencintaiku atau menjelaskan seberapa cintanya dirimu padaku?"


"Dua-duanya."


Naya mengecup pipi Deryl, membuat pria itu menyunggingkan senyum tipis dibibirnya. "Terimakasih sudah mencintaiku dari tahun ke tahun dengan cinta yang tidak pernah berubah. Kamu harus tau bahwa aku sangat beruntung memiliki suami sepertimu, Deryl. Tidak perlu menanyakan apa keinginanku setelah kamu ada dihadapanku, aku tidak menginginkan apa-apa lagi selain dirimu, menjalani hidup dan menua bersamamu, Mr. Muscle."


"Heh! Siapa yang menyuruhmu menggombali aku seperti ini?! Hanya aku yang boleh menggombalimu!"


"Hahaha.. tanyakan itu kepada orang yang sepanjang permainan memberiku kata-kata manis seperti playboy."


"Tapi aku bukan playboy. Aku hanya mencintai satu wanita dalam hidupku."


"Aku tau itu aku, jadi jangan membuatku tersipu terus karenanya."


"Benarkah, kalau begitu aku akan mengatakan keinginanku saja."


"Apa itu?"


"Aku ingin memberikan adik untuk Kiano dan Kenzio."


"Der! Tidak!"


"Tidak menolak, kan sayangku?"

__ADS_1


Tanpa mendengar protesan Naya, Deryl langsung menggendong wanita itu kedalam kamarnya. Menikmati waktu berdua seperti ini yang sangat jarang mereka miliki. Melebur bersama cinta masing-masing.


— To be continue .


__ADS_2