My Two Husband

My Two Husband
Datang Untukmu


__ADS_3

Matteo berlari masuk kedalam rumah Kevan untuk memberitau keberadaan Deryl. Setelah semalaman dia meriset dan terus melakukan pelacakan keberadaan Deryl dibantu dengan anak buahnya, akhirnya Matteo mengetahui lokasi Deryl.


"Kevan!" Panggilnya ketika sudah berada diruang tengah.


"Sial aku melupakan keformalanku! Biar saja, aku tidak perduli. Kevan! Aku memiliki kabar tentang Deryl!" Ucapnya lagi.


Kevan dan Naya turun dari lantai dua sambil berlari-lari pelan. Mereka langsung menghampiri Matteo dan menanyakan dimana keberadaan Deryl.


"Tenang, tenang. Ini akan sedikit berbahaya .. tapi aku membawa banyak anak buahku untuk membantu menjemput Deryl. Sebaiknya, Naya jangan ikut. Ini berbahaya." Ucap Matteo.


Naya menggeleng. "Aku harus ikut, Teo. Aku ingin menjemput Deryl! Aku ingin ada disana saat dia kembali."


Matteo memandang Kevan yang hanya memberikan anggukan. "Baiklah, tapi kamu harus tunggu dimobil sampai kubilang keadaannya aman. Jangan keluar, atau Deryl akan dalam bahaya."


Naya mengangguk, lalu Matteo menyuruh Kevan dan Naya masuk kedalam mobilnya agar mereka bisa segera pergi ketempat Deryl berada. Matteo memberitau Kevan tentang rencana yang sudah dia buat agar tidak gegabah dan membahayakan Deryl nantinya.


"Aku sudah menyusun rencana dengan anak buahku. Nanti, Naya jangan samasekali berpikiran untuk keluar dari mobil atau aku tidak bisa menjamin keselamatan Deryl. Hanya aku dan Kevan yang akan turun menjemput Deryl." ucap Matteo telak ketika melihat Naya akan mengeluarkan protesannya.


**


"Sepertinya, temanmu itu sangat cerdik ya. Dia dengan cepat mengetahui lokasi keberadaanmu."


Orang itu masih duduk dengan santai, membelakangi Deryl. Tanpa dia tau kalau tali ikatan Deryl sudah terbuka. Deryl hanya masih sengaja berpura-pura masih terikat, menunggu momen yang pas untuk menyerang orang itu karena tenaga Deryl tidak banyak, jadi dia harus betul-betul bisa membekuk orang itu dititiknya.


"Kira-kira apa yang kutunjukkan kepada teman-temanmu itu ya? Memberi mereka tembakan selamat datang sepertinya seru, bagaimana menurutmu?"


Orang itu tertawa dengan keras. "Haruskah aku membuatmu menyusul kedua orangtuamu sekarang?"


"Kamu tidak akan bisa melakukan itu padaku."


"Kenapa tidak bisa? Memangnya apa yang tidak bisa kulakukan Deryl?"


Orang itu berbalik dan menghampiri Deryl, mencengkram dagu Deryl dengan kuat. "Kamu ini hanya seonggok sampah, bahkan aku bisa melenyapkanmu hanya dengan satu jentikkan jari. Jadi, mau mencoba?"


"Kenapa kamu membunuh orangtuaku?"


"Tidak, aku tidak membunuh mereka. Itu hanya kebetulan saja, karena aku sedang iseng dan mereka terlalu menyebalkan! Kamu tau, Jashid itu persis sekali dirimu, banyak omong, sok berani."


"Sebenarnya siapa kamu."

__ADS_1


"Kamu sangat ingin tau wajahku ya, well .. baiklah."


Orang itu perlahan membuka topeng yang menutupi wajahnya sampai mata Deryl akhirnya melotot.


"Ini aku,"


"A-Ayah Kevan ..."


**


Matteo dan Kevan sudah tiba di lokasi yang diketahui Matteo sebagai tempat penyekapan Deryl. Pria itu turun lebih dulu dan mengarahkan semua anak buahnya untuk mengelilingi bangunan gudang tua dan kumuh itu.


"Diam disini, ikuti ucapan Matteo." pesan Kevan kepada Naya sebelum dia turun dari mobil dan menghampiri Matteo.


Kevan dan Matteo berjalan kearah gudang tua itu dengan tangan kosong.


"Apa kita langsung masuk?" tanya Kevan.


"Tidak, jangan dulu. Kita pancing saja dulu,"


Matteo meneriakkan nama Deryl berulang-ulang kali, namun tidak ada sahutan. "Aku akan masuk." ucap Matteo.


"Aku ikut."


"Tidak usah mengendap-endap, aku tau kalian disini. Keluar sebelum kupecahkan kepala temanmu ini!"


Matteo dan Kevan segera menghampiri sumber suara itu sampai akhirnya mereka masuk disebuah ruangan kecil yang gelap. Dimana ada Deryl dan seorang pria bertopeng disana. Deryl sudah terlihat lemah, mungkin tidak bisa melawan lagi. Dan orang itu mengapit kepala Deryl dengan lengannya.


"Ah kamu pasti anak muda yang mencoba menerobos server ku ya." ucap orang itu menatap Matteo.


"Lepaskan Deryl!" teriak Kevan marah.


Orang itu menoleh dan terkejut mendapati Kevan yang berdiri disana. Orang itu sontak melepaskan kepala Deryl dari apitannya dan membuat Deryl terjatuh.


"Kevan .."


Kevan mengernyit. "Kamu tau namaku? Hebat sekali! Ternyata kamu bukan penculik ulung."


Matteo langsung menyerang orang itu ketika dia lengah dan menatap Kevan. Sedangkan Kevan segera menghampiri Deryl yang terluka. "Kamu baik-baik saja?" tanya Kevan.

__ADS_1


"Hampir sekarat." jawab Deryl susah payah.


Matteo terus berkelahi dengan orang itu hingga akhirnya topeng milik orang itu tidak sengaja terlepas dan menampilkan wajah aslinya.


"A-Ayah?" Kevan terkejut. "Kamu? Ayahku?"


"Kevan, ayah bisa menjelaskan ini .. pria itu, dia sampah! Tidak pantas hidup! Keluarganya pengkhianat!" ucap ayah Kevan.


Anak buah Matteo segera memasukki gudang itu ketika mendengar kegaduhan dari dalam. Mereka semua langsung menodongkan pistol kearah ayah Kevan hingga mau tidak mau ayah Kevan dibuat berhenti oleh Matteo. Kevan masih shock, terkejut dengan apa yang dia lihat. Ayahnya yang menculik dan menyiksa Deryl. Sedendam itu kah dia?


"Aku akan membawamu kemobil." ucap Kevan. Dia membantu Deryl berdiri dan memapahnya menuju mobil. Naya yang melihat itu dari kejauhan, langsung keluar dari mobil dan membantu Kevan sampai ke mobil.


"Aku akan kembali masuk kedalam, kamu jaga Deryl disini." ucap Kevan.


Naya mengangguk setuju dan Kevan langsung berlari kembali kedalam gudang tua itu. "Ayah .. katakan padaku, kenapa ayah melakukannya?"


"Kenapa aku melakukannya? Aku harus, Kevan. Dia telah merusak hidupmu dengan poliandri busuk seperti ini, dan dia adalah anak seorang pengkhianat."


"Bukankah anda yang pengkhianat?" ucap Matteo.


Ayah Kevan menatap Matteo dengan sinis.


"Anda yang mengkhianati Jashid, mengumpulkan beberapa orang dalam untuk melengserkan Jashid dari jabatannya karena anda ingin menguasai perusahaannya. Anda merencanakan kecelakaan Jashid yang akan pergi ke luar negeri, karena dengan itu maka anda otomatis akan memiliki perusahaan Jashid."


"Diam, kamu! Kamu tidak tau apa-apa soal ini!"


"Tapi aku benar kan?"


"Ayah, aku tidak menyangka ayah akan sebejat ini. Aku tidak memiliki alasan untuk menahan ayah, maka aku akan menyerahkan ayah kepada polisi atas kasus penculikan dan pembunuhan berencana."


Setelah mengucapkan kalimat itu, Kevan dan Matteo pergi dari sana, sisanya akan diurus oleh anak buah Matteo. Yang terpenting sekarang, mereka harus membawa Deryl ke rumah sakit untuk mengobati semua luka-luka yang didapatinya.


"Deryl, you okey?" tanya Matteo ketika dia sudah masuk kedalam mobil.


"Seperti yang kamu lihat, wajahku kurang tampan karena tidak mandi selama 3 hari."


"Deryl, aku minta maaf untuk—"


"Tidak apa-apa, Kevan. Kita bahas ini lain kali saja, yang terpenting bawa aku ke rumah sakit dulu. Punggungku seperti mati rasa."

__ADS_1


Naya terus memeluk Deryl yang terluka. Pun dengan Naya yang sudah meminta maaf dengan tulus atas kesalahan pada saat mereka bertengkar beberapa hari yang lalu. Setelah ini, semua akan kembali normal.


* TO BE CONTINUE *


__ADS_2