My Two Husband

My Two Husband
Kevan si Menyebalkan


__ADS_3

"Putar-putar.."


Itu suara Naya yang menyuruh kedua suaminya berputar setelah memaksa mereka menggunakan dress yang ia beli tadi. Memang awalnya mendapat penolakan yang keras dari kedua pria jantan itu, tetapi dengan akalnya Naya bisa menundukkan dua pria itu hingga berakhir menyedihkan seperti ini.


Deryl yang menggunakan dress berwarna baby pink polos dan Kevan yang berwarna peach bermotif floral. Kedua pria dominant itu tersenyum terpaksa ketika Naya menyuruh mereka berpose untuk secantik mungkin.


"Rainbow, ponselku." Ucap Deryl yang mendengar ponselnya berdering.


Naya langsung menyerahkan ponsel tipis dengan lambang apel tergigit itu kepada sang empunya tanpa basa-basi.


"Perawat Syifa. Aku menerima telepon ini dulu ya," ucap Deryl meminta ijin kepada sang istri.


"Cepatlah."


Deryl mengangguk dan segera sedikit menjauh dari tempat itu agar ia bisa menerima panggilan dengan baik.


"Sebenarnya apa motifmu menyuruh kami memakai dress ini, Naya? Kamu tahu kan dress ini terlihat begitu buruk. Apalagi dengan gembungan dibawahnya." Ucap Kevan sembari menunjuk bagian bawahnya. Dress itu memang lumayan ketat, apalagi jika dipakai oleh seorang pria. Sudah pasti sangat ketat dan menonjolkan bentukan-bentukan yang menyakiti mata, tetapi Naya sepertinya menyukai hal seperti itu.


Naya terkikik pelan. "Hanya iseng saja. Aku senang melihat kalian tersiksa."


"Apa yang kamu lakukan kepada kami ini jahat, Nay..."


"Tidak, tidak. Ini belum seberapa, Kevan! Aku masih punya kejutan yang lain!"


'Kumohon jangan lagi, Tuhan.. aku merelakan uang miliaran juta setiap menitku demi menemani si gila ini. Kumohon buat dia tertidur..' batin Kevan merana.


Sementara itu, Deryl baru saja kembali dan melepas dress itu dari tubuh atletisnya sehingga membuat mata Naya tak berpaling dari susunan roti balok yang sempurna itu. Bahkan matanya berbinar menatap tubuh sempurna tanpa celah itu.


"Maaf, Sayang. Sepertinya aku harus pergi ke rumah sakit. Pasien VIP dari Kanada baru saja tiba dan kami harus melakukan operasi untuknya." Jelas Deryl sembari memasang wajah penuh sesal karena tidak bisa menemani kegilaan istrinya.


"Penting kah?" Tanya Naya tidak penting.


"Penting, Naya. Maafkan aku ya, tapi aku janji, Kevan akan menemanimu seharian."


"Apa?!" Teriak Kevan terkejut.


"Baiklah. Setuju, kau boleh pergi, Deryl."


"Terimakasih, Rainbow."


Deryl mengecup kening Naya dan langsung berlari ke kamarnya untuk berganti baju. Tidak mungkin kan Deryl mengoperasi pasiennya dengan memakai baju dress terkutuk dari Naya.


-My Two Husband-


"Kevan!"


"Apa, sayang?"


Naya menarik tangan Kevan, membawa pria itu pergi ke halaman belakang rumah mereka. Kevan segera menutupi kepalanya karena merasa panas luar biasa disiang hari.


"Kenapa kesini? Disini panas!"


"Kamu lihat pohon mangga itu kan? Aku mau kamu membungkus daunnya!"

__ADS_1


Kevan menganga lebar. Rahangnya nyaris jatuh mendengar 'kejutan' dari istri konyolnya ini. Hell, membungkus daun mangga! Kevan ingin gila rasanya! Dimana-mana, buahnya yang dibungkus bukan daunnya. Naya memang sudah gila pikir Kevan.


"Aku tidak mau!" Tolak Kevan dengan menyilangkan kedua tangannya didepan dada dan memunggungi istrinya itu. Bersikap seolah-olah sedang merajuk.


Naya segera membalik badan Kevan menghadapnya dan memicing ke arah suaminya itu, "Kenapa?"


"Ini hanya akal-akalan mu saja. Mana ada mengidam yang begini."


"Ada!"


"Tidak ada!"


"Ada, aku yang mengidam seperti ini!"


"Sudahlah, Naya. Lebih baik kamu makan atau pergi kemanapun yang kamu mau. Lupakan saja soal pohon mangga itu, dia tidak ingin kamu ganggu."


Naya mengerucutkan bibirnya kesal. "Aku tidak mau apa-apa kecuali kamu membungkus semua daun mangga itu, Kevan!"


"Ayolah Naya, ini sangat panas. Dan lagipula, dimana-mana, buah mangganya yang harus dibungkus. Bukan daunnya."


"Kalau aku mau daunnya, kamu bisa apa?"


"Aku bisa tidur siang, huaaaaaaah aku mengantuk."


Naya memukul dada Kevan kesal. "Aku tidak mau!"


"Kamu mau mencoba yang lain?" tanya Kevan berbisik ditelinga Naya dengan seduktif.


"Bagaimana kalau Papa membuat banyak keringat untuk Mama dan baby?"


"Bagaimana caranya?"


"Olahraga siang sekaligus mengunjungi baby didalam sana. Papa yakin baby pasti akan senang sekali karena dijenguk oleh Papanya yang tampan ini." ucap Kevan menyombongkan diri.


"Astaga! Kamu mau modus kan?!" Naya memukul bahu Kevan main-main terlampau tau dengan maksud terselebung suaminya itu.


"Mau tidak? Kalau tidak mau kita masuk dan tidur sekarang, disini panas dan aku mengantuk."


"Mau~"


"Apa? Aku tidak dengar."


"Mau, Kevan. Aku bilang mau."


"Mau apanya? Kamu harus bicara yang jelas agar aku paham."


"Mau, Mama mau Papa mengunjungi baby. Baby sudah rindu katanya."


Naya merengek dengan manja total membuat Kevan hilang kewarasannya. Dengan segera ia menggendong tubuh ramping Naya dengan lembut dan membawa wanita cantik itu masuk kedalam rumah.


Kevan menjadi senang kalau Deryl tiba-tiba mendapat panggilan pekerjaan seperti itu, ya walaupun Naya juga sedikit menyebalkan tapi Kevan bisa sedikit mencuri kesempatan, aji mumpung begitu katanya wkwk. Dengar Deryl Ananta, sering-seringlah mendapat telepon pekerjaan mendadak karena sungguh Kevan sangat menyukainya dan kalau bisa, pergilah selama mungkin.


Chuuups.

__ADS_1


Kecupan pertama yang Naya berikan dipipi Kevan membuat pria itu tersenyum mesum kearahnya.


**


"Harusnya aku sudah tidur dan bermimpi indah saat ini." Ucap Kevan sembari mengusap lembut punggung Naya yang sedang memeluknya.


"Bukan salahku karena kamu yang menawarkannya padaku."


"Benar juga. Tapi aku suka, suka sekaliiii..."


"Suka apa?"


"Menciummu, ah aku jadi ingin terus memakanmu. Bagaimana ini? Kamu terlalu menggemaskan untuk kulewatkan huhu."


"Kalau begitu makan aku sampai kenyang hihihi~"


Kevan mengusap wajahnya dengan kasar, bagaimana ini? Dia sudah sangat tergila-gila dengan Naya. Dia sudah menjadi budak cinta wanita itu tanpa diminta.


"Tidak bisa, Naya. Aku takut menyakitimu dan baby. Hari ini cukup sampai disini saja."


"Kamu yakin?" tanya Naya dengan suara yang dibuat sesensual mungkin.


"T-Tentu saja aku yakin, iya aku yakin."


"Lalu bagaimana dengan little Kevan yang satu ini? Apa dia tidak bisa diajak kerjasama olehmu?" ucap Naya sembari meremas selatan Kevan yang sudah menggunduk dibawah selimut dengan sengaja.


"NAYAAAAAA!"


"Hahahaha." Naya tertawa begitu nyaring karena berhasil meruntuhkan kekuatan Kevan dengan menggodanya.


"Aku akan memakanmu sampai pagi! Jangan salahkan aku jika kamu kelaparan dan kelelahan!"


"Oh tentu saja itu salahmu."


"Kenapa?!"


"Karena kamu sangat mesum, Kevan."


"Aku tidak peduli, aku ingin kamu, ingin kamu, dan selamanya menginginkan kamu!"


"Ouhhh... manisnya." goda Naya.


"Naya kumohon... kasihanilah aku, bekerjasamalah denganku. Ayolah."


"Ahh apa?"


"Kamu nakal, Naya. Baiklah, tidak ada yang saling menyalahkan kali ini!"


"Ahhh~ Kevann..."


"Uhhh... Nayaku, cintaku.."


— to be continue

__ADS_1


__ADS_2