My Two Husband

My Two Husband
Cemburu #1


__ADS_3

Jef menguasai rumah beserta Naya. Padahal dia adalah tamu, tapi dia bertingkah seperti tuan rumah. Duduk dengan santai di sofa bahkan menarik Naya kesebelahnya dan merangkul wanita itu seolah-olah Naya adalah miliknya. Membuat Kevan mendengus kesal karenanya.


"Aku haus, Naya.. ambilkan minum untukku, dong." ucap Jef dengan nada manja yang dibuat-buatnya.


"Kamu mau minum apa?" tanya Naya.


"Apa saja yang kamu berikan, pasti aku minum kok." jawab Jef.


Kevan semakin geram melihat Jef yang berani menggoda istrinya didepan Kevan secara terang-terangan.


"Kalau begitu, ambilkan dia air bekas cucian piring, Naya." ucap Kevan sebal. Pria itu menatap Jef tajam, sedang Jef hanya cekikikan disebelah Naya.


"Tidak boleh begitu, Kevan. Jef, cepat, kamu mau minum apa?"


"Sembarang saja, Naya. Aku bilang apa saja."


"Aku ambilkan minuman kaleng saja ya? Aku sedang malas membuat minuman."


"Iya, Naya."


Naya segera beranjak kedapur mengambilkan minuman untuk Jef. Kevan masih menatap pria yang terus tersenyum kearahnya itu.


"Jangan sering cemberut, nanti otot wajahmu kaku." ejek Jef.


"Sopanlah sedikit kepadaku! Aku pemilik rumah ini." ucap Kevan tidak mau kalah.


"Oh ya? Apakah aku terlihat peduli?"


Kevan mengepalkan tangannya, kalau saja Naya tidak datang pasti dia sudah membuat perhitungan dengan Jef. Pria yang baru ditemuinya belum sejam itu sudah membuat otaknya mendidih.


"Setelah menghabiskan minuman itu, pergilah dari sini." usir Kevan.


"Kalau aku tidak mau?"


"Kupukul kamu!"


Jef tersenyum meremehkan gertakan Kevan. Pria itu masih santai meminum minuman sodanya sambil merangkul Naya yang terlihat tenang disebelahnya.


"Ayah..." panggil Kiano yang baru bangun tidur dan masih mengucek matanya. Berjalan dengan pelan menghampiri Kevan yang duduk disofa.


"Sini, sayang." ucap Kevan. Pria itu segera meraih tubuh sang anak dan membawanya kepangkuan. "Kiano baru bangun?"


Kiano mengangguk pelan, mata anak itu masih sayu, dia kembali menyamankan posisinya.


"Jangan tidur lagi, ini sudah sore. Lebih baik Kiano mandi sekarang."


"Ayah temani Kiano mandi?" tanya Kiano pelan.


Kevan melirik Jef yang tersenyum penuh kemenangan, sebelum akhirnya mengangguk, mengiyakan ajakan Kiano lalu pergi meninggalkan Naya dan Jef disana.


**


"Zio, ayo pulang. Ini sore," ucap Deryl menghampiri Kenzio yang sedang bermain diperosotan.


"Ini sudah sole, Dad?"

__ADS_1


"Iya, sudah jam lima. Kita pulang ya?"


Kenzio mengerucutkan bibirnya karena masih terlalu asik bermain. "Zio masih mau belmain, Dad."


"Tapi sudah sore, sayang. Besok lagi ya, besok Zio kesini ajak abang Kiano juga."


"Boleh ajak abang Kiano?"


Deryl mengangguk pelan. "Besok daddy libur bekerja, kita kesini lagi besok. Sekarang waktunya pulang, okey?"


"Okey, Dad. Zio want piggy back!"


Deryl tertawa lalu membalik tubuhnya dan membiarkan Kenzio menaiki punggungnya.


"Mas Deryl sudah mau pulang?"


"Iya, ini sudah sore hehe. Saya dan Kenzio duluan ya," jawab Deryl sambil tersenyum manis.


"Iya mas Deryl,"


"Hati-hati dijalan mas Deryl,"


"Besok mau nemenin anak lagi main kesini, kalau bertemu hot daddy seperti itu sih.. saya jadi ketagihan bawa anak saya main disini."


"Iya bu, benar. Saya juga besok kesini lagi."


**


Sesampainya dirumah, Deryl dan Kenzio langsung masuk. Masih dengan Kenzio yang bergendong manja dengan Deryl.


Deryl menoleh dan terkejut melihat Jef berdiri disampingnya sambil menyengir.


"Jef?"


"Hehehe.."


"Loh? Kamu kapan pulangnya? Kenapa tidak mengabariku?" tanya Deryl.


"Hehe maaf, Jef baru pulang kemarin sore. Dan hari ini berada disini untuk mengganggu kak Kevan."


Deryl menaikan kedua alisnya. "Dasar anak nakal."


"Hehe, aku senang melihat wajahnya yang kusut seperti pakaian belum disetrika selama seminggu,"


"Daddy." panggil Kenzio yang merasa diabaikan oleh Deryl.


"Ah, halo Kenzio. Ini Om Jef,"


"Uncle Jef." ulang Kenzio. Deryl dan Jef terkekeh pelan.


"Iya maksud daddy, uncle Jef."


Kenzio mengulurkan tangannya kearah Jef dan tersenyum. "Zio anak daddy yang paling tampan." ucapnya memperkenalkan diri.


Jef tertawa pelan dan menyambut uluran tangan Kenzio. "Uncle Jef, uncle Zio dan Kiano yang paling tampan."

__ADS_1


"Yey! Zio punya uncle!"


"Kamu lama disini?" tanya Deryl.


Jef mengangguk. "Aku sudah lulus, jadi aku tidak perlu pergi lagi. Dan aku bisa menemani kedua keponakanku ini bermain."


"Itu bagus, lalu apa yang akan kamu lakukan setelah ini? Menganggur atau langsung bekerja?"


"Sepertinya menganggur dulu, aku belum siap untuk berpusing-pusing karena pekerjaan."


Deryl mengangguk lalu dia menepuk bahu Jef dan pergi kekamarnya bersama Kenzio.


Sementara itu, Kevan baru saja selesai memandikan Kiano, pria itu tidak langsung membawa Kiano kekamarnya melainkan membawanya kedapur dulu untuk menemui Naya yang sedang memasak.


"Mam," panggil Kiano.


"Apa sayang?"


"Paman tadi siapa?"


"Hai, Kiano. Aku papa barumu." ucap Jef tiba-tiba. Pria itu langsung mendekat kearah Kiano dan Naya.


"Papa balu Kio?" tanya Kiano menatap Jef. Dan mengangguk dengan mantap. "Papa baru Kiano."


"Wah, Kio punya tiga papa. Nanti Kio beli tau pada Zio! Ayah, tulunkan Kio. Kio mau mencali Zio."


"Zio ada dikamar Daddy." jawab Jef memberitau Kiano. Anak itu segera berlari dan melepaskan handuknya. Dia berlari menuju kamar Deryl dalam keadaan telanjang.


Sementara Kiano sudah berlari pergi, Kevan menatap Jef dengan tatapan yang membunuh.


"Enak saja mengklaim dirimu adalah papa baru Kiano, jangan macam-macam kamu!"


Jef hanya mengangkat kedua bahunya acuh, lalu dia mulai menghampiri Naya yang sedang memasak.


"Naya cantik, apa yang kamu masak?" tanyanya penuh dengan nada genit ditelinga Kevan.


"Memasak makan malam."


"Ah.. kamu memang istri yang baik," ucap Jef sambil mengusap kepala Naya.


Kevan lantas menepis kasar tangan Jef yang mengusap kepala Naya. "Jangan berani-berani menyentuh istriku kalau kamu tidak mau berakhir di rumah sakit, biarpun tubuh sedikit berisi, pukulanku sakit!"


"Apakah aku terlihat takut?"


"Makin lama anak ini semakin melunjak! Kamu mau kupanggilkan penghuni rumah ini ya supaya tubuhmu dikuliti dan kulitnya dijadikan tas?!"


"Suamimu gila ya?" tanya Jef kepada Naya.


"Heh! Aku mendengarmu! Dasar anak kecil kurang ajar!"


—Bersambung.


Teman-teman, saya membuat cerita baru. Yang lebih jelas dan bahasanya lebih santai. Kalau kalian berminat, silahkan mampir dan beri saya dukungan ya. Terimakasih.


__ADS_1


__ADS_2