My Two Husband

My Two Husband
Berebut


__ADS_3

Deryl kembali ke rumahnya pada jam lima sore. Memang tidak biasanya ia pulang sore seperti ini, karena tadi ia memiliki jadwal operasi mendadak, hal itulah yang menyebabkannya terlambat pulang ke rumah.


Dengan lesu, Deryl membuka pintu rumah besar itu dan berjalan masuk dengan pelan. Di ruang tengah, ada Naya dan Kevan yang sedang asik menonton acara teve.


"Naya, aku pulang." Ucap Deryl.


Naya berbalik dan tersenyum mendapati suaminya sudah kembali dari rumah sakit. Dengan segera, Naya berlari ke pelukan Deryl. Hampir saja Deryl terjengkang jika saja ia tidak menahan dengan kuat tubuhnya. Menjaga keseimbangan.


"Kenapa baru pulang? Aku sudah menunggumu dari tadi!" Omel Naya sembari mencebikkan bibirnya lucu.


Deryl tidak bisa tidak terkekeh melihat wajah lucu istrinya itu. Maka ia cubit pipi Naya yang sedikit gembil itu, dan memberinya kecupan di bibir. "Aku memiliki jadwal mendadak dan tidak sempat mengabarimu. Maafkan aku,"


"Baiklah. Kali ini ku maafkan, jika kamu mengulanginya lagi, tanpa mengabariku. Aku berjanji akan menghukummu!"


"Baik, sayang. Aku janji ini yang terakhir, sekarang, biarkan aku mandi dulu. Oke?"


Naya mengangguk pelan dan membiarkan Deryl pergi meninggalkannya. Naya kembali mendatangi Kevan yang samasekali tidak terusik oleh kedatangan Deryl. Pria yang juga berstatus sebagai suaminya itu hanya memasang ekspresi datar sejak kedatangan Deryl.


"Kevan, apa kamu lapar?" Naya bertanya pelan sembari menggelayuti lengan kekar pria itu.


"Sedikit." jawab Kevan singkat.


"Ayo, bantu aku memasak."


"Biasanya kamu tidak suka jika aku ingin membantumu memasak. Ada apa?"


"Apa aku tidak boleh meminta bantuanmu?" Naya bertanya dengan menatap wajah Kevan, oh tentu saja disertai ekspresi wajah yang dibuat sedih.


Kevan menghela nafas pelan dan tersenyum. Mengusap rambut istrinya, "Baiklah. Ayo memasak."


Naya tersenyum dan langsung berdiri menarik Kevan, membawa pria itu pergi ke dapur untuk membantunya. Ya walaupun mungkin tidak akan membantu samasekali, bisa jadi ia malah mengacau. Tapi ya sudahlah.. Naya pun sudah terlanjur mengajaknya.


"Kita memasak apa, Nay?" tanya Kevan antusias sembari memegang pisau.


"Kamu mau makan malam apa?" Naya balik bertanya.


"Apa saja, asalkan buatanmu."

__ADS_1


Naya dan Kevan sontak menoleh kebelakang dan terkejut mendapati Deryl yang sudah duduk manis di meja makan sembari membawa laptopnya.


"Tsk. Dia bertanya padaku." Jawab Kevan sarkas.


"Oh. Ku kira dia tidak melarangku untuk menjawab pertanyaannya. Ada masalah denganmu?" jawab Deryl santai bahkan tanpa menolehkan wajahnya ke arah Kevan yang sudah memberi pria itu tatapan membunuh.


"Baiklah, baiklah. Aku akan memasak apa adanya. Jangan protes, dan Kevan.. silahkan tunggu di meja makan bersama Deryl. Lakukan apa saja yang kamu mau, asal jangan berkelahi. Mengerti?"


"Yes, Queen."


Dengan wajah memberengut, Kevan menarik kursi tepat dihadapan Deryl. Kevan sengaja menarik kursi itu sedikit kasar agar menimbulkan suara yang dapat mengganggu konsentrasi Deryl. Namun, sekuat apapun Kevan mencoba mengganggu pria berwajah datar itu, atensi Deryl samasekali tidak beralih dari layar laptopnya. Pria itu benar-benar mengabaikan keberadaan Kevan yang sedang duduk didepannya, atau mungkin bisa saja pria itu menganggap Kevan tidak ada didepannya. Hal itu justru membuat Kevan semakin kesal.


Sementara itu, Naya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Kedua pria yang berstatus sebagai suaminya itu selamanya tidak akan pernah damai. Selalu saja salah satu dari mereka mengirimkan sinyal peperangan lalu setelah itu adu mulut akan terjadi, dan Naya akan kelimpungan sendiri menghadapi dua manusia tampan itu.


"Bisakah kamu hentikan ketukan jarimu pada meja? Itu sangat mengganggu!" ucap Deryl tanpa menatap wajah Kevan. Terlalu malas ia lakukan, membuang tenaga hanya untuk menatap wajah menyebalkan itu, menurut Deryl.


"Kenapa aku harus? Lagipula itu salahmu, ini meja makan, untuk makan bukan untuk mengerjakan laporan!" jawab Kevan acuh. Ia terus mengetukkan jarinya pada meja.


Deryl berdecak kesal. "Harusnya kamu juga sadar, ini meja makan bukan alat musik."


"Dan yang mengatakan meja ini alat musik siapa?"


Kevan menyeringai, senang sekali rasanya bisa membuat Deryl kesal.


"Apa kalian akan terus adu mulut? Ini meja makan untuk makan, bukan untuk ajang perkelahian." Ucap Naya sembari menata piring-piring berisi makanan di meja.


"Dia yang memulai duluan, Rainbow." adu Deryl.


"Tapi dia yang salah."


"Diam. Kalian berdua salah, dan itu sudah kuputuskan. Masih ingin ribut atau makan dengan tenang?"


"Makan dengan tenang." jawab Kevan dan Deryl bersamaan.


"Anak pintar." Puji Naya ketika melihat kedua suaminya itu sudah mulai tenang.


Sayangnya.. ketenangan itu tidak bertahan lama.

__ADS_1


"Naya, malam ini kamu tidur denganku, kan?" tanya Deryl.


"Tidak! Malam ini giliran Naya bersamaku!" Sahut Kevan dengan cepat.


"Kamu curang! Semalam Naya sudah tidur denganmu!"


"Oho! Tolong ingat kembali siapa yang tiba-tiba mengacau!" sindir Kevan.


"Naya, aku tidak mau tau, malam ini kamu tidur denganku!"


"Naya kamu tidur denganku!"


"Naya.. Malam ini giliranku!" ucap Deryl memelas.


"Tidak. Dia curang, malam ini giliranku Naya!" balas Kevan tidak mau kalah.


Naya hanya bisa terdiam sembari menatap makanannya. Kedua tangannya mungkin saja akan copot karena daritadi terus ditarik-ulur oleh dua manusia yang duduk disebelahnya ini. Siapa bilang memiliki dua suami menyenangkan? Yang ada, Naya ingin gila rasanya.


*** To Be Continue


*******


Nb : Mohon maaf jika cast tidak sesuai, tapi kalian bisa membayangkan sendiri seperti apa visual yang cocok untuk mereka๐Ÿ˜Š๐Ÿ™๐Ÿป


**Seojin Ban sebagai Naya Amanda


Kenapa saya memilih Seojin Ban sebagai Naya? Karena saya rasa wajah Seojin itu terkesan sangat polos dan juga cantiknya natural tapi sewaktu-waktu wajah polos itu bisa berubah menjadi nakal dan penuh gairah dan bahayanya bisa terlihat sangat menggoda. Seojin sangat mendukung sebagai visual dari Naya Amanda yang memiliki sifat ceria dan berkepribadian yang hangat. Dan juga Seojin ini cocok jadi istri dari orang kaya, sangat fashionable dan canti huhu**.



**Oh Sehun sebagai Deryl Ananta


Tidak perlu dijelaskan rasanya kenapa saya memilih Sehun sebagai Deryl, karena memang Sehun itu bisa seganteng itu. Dan waktu dia fokus, kayak mukanya itu bener-bener datar dan dingin. Cocok sama sifat Deryl yang suka datar ke Kevan. Tapi aslinya dia beneran baik. Dan kebetulan saya nemuin foto Sehun ini yang lagi pake jas dokter, cocok sekali kan buat peran Deryl. Gimana tidak gemas coba wkwk. Dan juga, muka-muka seperti Sehun ini, tipe muka orang kaya banget wkwk**



**Ji Chang Wook sebagai Kevan Ardinata

__ADS_1


Jadi.. saya melihat Ji Chang Wook itu dewasa sekali. Ganteng, dan senyumannya ya ampun... kobam saya. Walaupun kelihatan berwibawa, aslinya pun bisa konyol. Memang nyaru banget sama perannya Kevan. Apalagi dia seperti ini, mirip CEO banget huhu. CEO berdompet tebal**.



__ADS_2