My Two Husband

My Two Husband
Where did you go?


__ADS_3

Naya dan Kevan kembali kerumah jam delapan malam. Tapi anehnya, rumah masih gelap. Tidak ada lampu yang menyala. Pintu utama juga terbuka dengan lebar.


"Kenapa rumah gelap sekali? Kemana Deryl?" Tanya Naya bingung.


Kevan menggeleng. "Apa mungkin dia tertidur?"


"Deryl tidak pernah tidur di sore hari."


Kevan mengeluarkan ponselnya dan menyalakan senter. Ia berjalan memimpin Naya menuju saklar lampu dan menghidupkannya. Barulah rumah itu terlihat ada kehidupan. Tetapi Kevan menyadari ada yang aneh dengan rumahnya.


Ada pecahan vas bunga dilantai, bantal sofa yang berhamburan dilantai, dan beberapa kulit sofa yang robek. Anehnya, Deryl tidak terlihat dimanapun.


"Rumah berhamburan seperti ini. Dimana Deryl?" Tanya Naya.


"Aku merasa aneh, Naya. Bukannya Deryl sangat benci rumah berhamburan?"


"Benar. Dia benci rumah berhamburan, tapi dimana dia sekarang?"


"Naya, kamu masuk kekamarmu sekarang, bersama babies. Jangan lupa kunci pintunya! Aku curiga ini adalah perampokan."


Naya tanpa bertanya atau membantah, langsung mengikuti ucapan Kevan untuk masuk kekamarnya bersama kedua bayinya.


Kevan langsung membuka kontak dan mencoba menghubungi Deryl. Sayangnya, ponsel pria itu ada didapur. Berarti Deryl pergi tanpa membawa ponsel. Kevan mulai semakin curiga, Deryl tidak pernah seceroboh ini, bepergian tanpa membawa ponsel. Pria itu tau kalau Naya pasti akan sangat khawatir dengannya, makanya ponselnya biasanya selalu ada digenggamannya sekalipun dia hanya pergi ke supermarket. Tapi kali ini ponsel itu tergelatak rapi diatas meja makan.


"Apa dia pergi ke rumah Pak Matteo?" Gumam Kevan.


Pria itu langsung mendial nomor telepon rekan bisnisnya itu untuk menanyakan keberadaan Deryl. Mengingat mereka berdua adalah sahabat dekat.


"Pak Matteo?"


'Ada apa, Pak Kevan?'


"Apa Deryl ada dirumah anda?"


'Deryl? Deryl tidak ada kesini. Memangnya ada apa, Pak Kevan?'


"Bisa kita bertemu saja?"


'Oh okey, kirimkan alamat rumah Pak Kevan. Saya segera kesana.'


Kevan langsung mengirimkan alamatnya kepada Matteo lewat pesan. Deryl yang tiba-tiba menghilang seperti ini membuat Kevan khawatir. Deryl memang saingannya dalam hal merebutkan Naya, tapi Deryl juga temannya. Mana mungkin Kevan tega membiarkan Deryl tiba-tiba menghilang tanpa melakukan apapun.


Lima belas menit kemudian, Matteo sudah tiba dirumah dan langsung mendatangi Kevan. "Bagaimana Deryl bisa tiba-tiba menghilang?" Tanya pria itu khawatir dan panik, bahkan dia berbicara dengan informal kepada Kevan.

__ADS_1


"Aku juga tidak tau, saat kami pulang kerumah. Rumah ini dalam keadaan gelap, dan ketika aku menyalakan lampu, ruang tengah berhamburan .. ada pecahan vas bunga dan sofa yang robek."


Matteo terdiam mendengarkan ucapan Kevan. Matteo kembali mengingat-ngingat kejadian janggal yang juga diterimanya saat mencoba mengakses berita tentang perusahaan ayah Deryl dulu.


"Apa Deryl memiliki musuh atau orang yang tidak suka padanya?" Tanya Matteo.


"Aku tidak tau, tapi sepertinya tidak ada. Dia humble person, mana mungkin dia memiliki musuh."


"Justru humble person yang berpotensi memiliki banyak musuh."


"Ponselnya ada disini. Deryl bukan orang ceroboh yang pergi meninggalkan ponselnya."


"Aku akan meminta anak buahku untuk membantu mencari Deryl, pastikan ponselmu tetap ada digenggamanmu, aku akan menghubungi lagi nanti."


Matteo langsung berlari keluar dari rumah dan masuk kemobilnya. Dia terlihat buru-buru.


"Bagaimana, Kevan? Ada kabar dari Deryl?" Tanya Naya ketika dia baru keluar dari kamarnya.


"Tidak ada, Naya. Aku sedang menunggu kabar dari Matteo."


"Astaga Deryl ...."


Naya terlihat sangat sedih. Dia tiba-tiba teringat dengan pesanan Deryl. Dia dan Kevan sudah membelikannya, pizza dan burger seperti yang Deryl minta. Tapi pria itu malah menghilang.


"Naya, sayang.. ssstt jangan menangis. Kita doakan saja, semoga Deryl baik-baik saja."


"Dia tidak ada kabar, Kevan. Hikss... kemana perginya dia .. dia tidak pernah seperti ini hiks.."


"Sstt .. tenang sayang."


Kevan terus berusaha menenangkan Naya yang masih menangis karena mengkhawatirkan Deryl. Sementara itu, Matteo berlari masuk menghampiri Kevan dan Naya.


"Ada berita tentang Deryl?" tanya Kevan ketika Matteo duduk di sampingnya dan mengeluarkan laptopnya.


"Tidak, tapi aku pernah memberinya alat pelacak. Dia memasang itu ditubuhnya." ucap Matteo sambil terus mengotak-atik laptopnya tanpa menatap Kevan dan Naya.


"Maksudmu? Deryl bisa diketahui keberadaannya, Teo?" tanya Naya.


"Ya, harusnya seperti itu Naya. Aku masih mencoba untuk menyambungkan perangkatku dengan alat pelacak Deryl."


Kevan dan Naya diam, memperhatikan Matteo yang masih fokus dengan laptopnya. Kevan juga tidak mengerti apa yang sedang diakses oleh Matteo karena Kevan samasekali tidak mengerti tentang sadap atau hack bahkan melacak sekalipun.


"Got it!" ucap Matteo, pria itu membuka sebuah aplikasi peta dan memperbesar bulatan merah disana.

__ADS_1


"Dimana dia?"


"Shit! Pelacak ini, dilepas dari tubuh Deryl!"


"Apa maksudmu?" tanya Kevan tidak mengerti.


"Deryl sepertinya sengaja diculik! Dan penculiknya pun cukup jeli, mereka melepas alat pelacak yang menempel ditubuh Deryl. Lokasi terakhirnya berada di jalanan kota."


"Itu sangat jauh dari rumah ini."


"Exactly. Maksudku, berarti orang itu sudah merencanakan penculikan Deryl dari jauh-jauh hari. Hingga akhirnya kalian dan Deryl lengah." ucap Matteo.


"Orang itu pasti orang dekat, bisa jadi dia sering memata-matai Deryl tanpa dia sadar."


"Saat ini aku belum bisa mencurigai seseorang karena hilangnya Deryl ini tiba-tiba."


Matteo menutup laptopnya dan menyilangkan kedua tangannya didepan dada. "Kenapa aku merasa dejavu dengan kejadian ini."


"Hah?"


"Iya, kemarin aku dan Deryl sempat melakukan sesuatu di apartemenku,"


Menyadari kesalahan kalimat yang diucapkannya hingga Naya dan Kevan menatap Matteo dengan ambigu. "Maksudku, aku normal. Aku dan Deryl sempat mengakses sesuatu."


"Mengakses apa?"


"Kami mencoba mengakses semua web atau berita yang menampilkan informasi tentang JashCorp, tapi karena semua yang kulakukan sia-sia, semua tidak bisa diakses atau crash. Setelah itu laptopku tiba-tiba di hack oleh seseorang .. untung saja itu laptop kosong jadi aku tidak kehilangan data apapun."


"Jadi kalian mencoba menggali informasi tentang JashCorp."


"Yes. Deryl yang memintaku melakukannya karena dia merasa kematian kedua orangtuanya sangat janggal dan juga dengan perusahaan ayahnya yang tiba-tiba menghilang. Sangat aneh bukan?"


"Ya, sangat aneh memang. Tapi apa ada hubungannya dengan Deryl yang menghilang ini?"


"Aku tidak yakin, tapi aku jamin 75% kemungkinan Deryl menghilang karena hal itu. Atau bisa jadi, pelaku adalah musuh ayah Deryl di masalalu dan dia kembali menyerang Deryl karena mungkin kalau Deryl tau tentang perusahaannya itu akan merugikannya."


"Aku sependapat dengan Matteo. Bisa jadi, pelakunya adalah musuh om Jash dulu."


"Kita harus berhati-hati untuk menyeledikinya, karena pelaku dibalik semua ini sangatlah cerdik."


Kevan dan Naya mengangguk, menyetujui ucapan Matteo. Mereka harus bergerak dengan hati-hati dan mencari tau siapa yang mencari masalah dengan cara seperti ini.


* TO BE CONTINUE *

__ADS_1


__ADS_2