My Two Husband

My Two Husband
Kacau


__ADS_3

Hari ini Kevan, Deryl serta Vania dan Matteo pergi ke pengadilan untuk sidang kasus ayah Kevan. Naya berhalangan ikut karena baby K sedang sakit dan cerewet. Keempat orang itu berjalan beringinan memasuki ruangan pengadilan diikuti dengan seluruh anak buah Matteo untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu. Mereka duduk dikursi barisan depan, sedangkan sisanya dipenuhi oleh anak buah Matteo dan orang lainnya.


Ayah Kevan masuk ke ruang pengadilan dan dikawal oleh dua petugas kepolisian dan menempatkannya dikursi terdakwa. Untuk kasus ini, Kevan dan Matteo sudah menyewakan pengacara paling baik untuk Deryl. Sidang dibuka dengan tenang, tanpa keributan diikuti dengan ketukan palu oleh hakim.


"Saudara Deryl diculik dan di aniaya oleh terdakwa Ardinata Rahadi di sebuah gudang tua, luka yang didapatkan berupa luka cambuk, luka pukulan serta luka sayatan pisau dibagian perut. Bukan hanya itu, kejahatan terdakwa Ardinata Rahadi lainnya adalah; melakukan pembunuhan berencana pada tahun 2000 kepada pasangan pengusaha bernama Jashid Ananta dan Sarah Carl karena dendam pribadi yang dimana kedua orang tersebut adalah orangtua kandung dari saudara Deryl Carl Ananta. Dengan ini, saya menggugat terdakwa Ardinata Rahadi untuk hukuman seumur hidup di penjara, Yang Mulia." ucap Malik, pengacara Deryl.


Setelah memberikan pernyataan yang memberatkan untuk ayah Kevan, Malik kembali duduk untuk mendengarkan sanggahan yang akan dilakukan oleh pengacara milik ayah Kevan. Sudah jelas, sanggahan yang akan didengarnya adalah keberatan.


"Terdakwa Ardinata Rahadi tidak memiliki dendam secara pribadi kepada Jashid Ananta dan Sarah Carl, terdakwa Ardinata Rahadi bersih dari kasus kecelakaan yang menimpa Jashid Ananta dan Sarah Carl dikarenakan hal itu murni kecelakaan."


Setelah itu, terjadilah perdebatan antara Malik dan pengacara ayah Kevan. Sementara itu, Matteo yang melihat wajah ayah Kevan merasa senang hanya mampu tertawa pelan.


"Kenapa kamu tertawa? Mereka tidak sedang melawak!" bisik Deryl kepada Matteo.


"Tidak, bukan begitu. Aku hanya menyadari bahwa seorang Ardinata Rahadi itu terlalu bodoh untuk melawan seorang Matteo Karlafa Abraham."


"Apa maksudmu?" tanya Deryl tidak mengerti.


"Tunggu dan lihat saja semuanya berjalan dengan tenang."


Setelah mengatakannya, Matteo kembali fokus dengan perdebatan yang dilakukan oleh kedua pengacara tersebut. Beberapa menit kemudian, sidang berjalan dengan sedikit ricuh karena pihak dari keluarga Kevan yang merasa tidak terima dengan tuntutan yang dilayangkan kepada ayah Kevan. Lalu saat keadaan semakin kacau, masuklah seorang pria tua yang dikawal oleh anak buah Matteo.


"Saya memiliki bukti kejahatan pak Ardinata Rahadi, Yang Mulia." ucap pria tua itu.


"Silahkan," ucap sang hakim.


"Saya adalah supir yang mengantarkan pak Jashid dan ibu Sarah waktu itu pergi ke bandara menuju Chicago untuk bisnis. Tapi dalam perjalanan menuju bandara, mobil kami di cegat oleh beberapa mobil van. Pak Jashid dan ibu Sarah ditarik paksa keluar mobil dan dibunuh, lalu kaca mobil dan lainnya dibuat peyok agar itu terlihat seperti murni kecelakaan. Dan saya melihat sendiri dengan mata kepala saya, bahwa yang menghabisi nyawa pak Jashid dan ibu Sarah adalah pak Ardinata!"


Setelah mengatakan rahasia besar itu, tiba-tiba saja ayah Kevan berlari menyerang pria itu sehingga sidang berjalan kacau dan terpaksa dihentikan demi menjaga keamanan masing-masing.


**

__ADS_1


"Dari mana kamu mendapatkan pria tua tadi itu, Teo?" tanya Deryl ketika mereka sudah berada didalam mobil menuju rumah Kevan dan Deryl.


"Sebenarnya aku tidak tau, tapi anak buahku yang terus menyelidiki kasus kematian orangtuamu. Beruntungnya, ada satu website yang bisa diakses dengan akun anonim. Dan yah.. anak buahku mendapatkan informasinya dan segera melaporkannya padaku."


"Itu sudah lama sekali .. kejadian di tahun 2000 dan sekarang sudah 2020, sudah 20 tahun lamanya kasus itu disembunyikan oleh ayahku." ucap Kevan menyesal.


"Itu sudah berlalu dan lama sekali, Kevan. Lagipula itu bukan salahmu, jangan merasa bersalah. Aku baik-baik saja." ucap Deryl berusaha membuat Kevan merasa baik-baik saja tanpa harus menyalahkan dirinya sendiri atas kejadian yang menimpa hidup Deryl.


"Apa yang dikatakan oleh Deryl itu benar, Kevan. Kamu tidak bermasalah dalam hal ini, bahkan kamu tidak tau menahu soal kejadian itu, jadi berhentilah menyalahkan dirimu sendiri. Kamu tidak bersalah." ucap Matteo.


"Tetap saja.. aku adalah anak dari penjahat itu, seharusnya kamu berhati-hati padaku, Deryl."


"Sudahlah, Kevan. Tidak apa-apa, toh aku belum mati kan? Jadi kamu masih bisa menjadi babu-ku nanti, tenang saja."


"Deryl memang tidak pandai mengatasi suasana." ejek Vania.


"Manusia seperti dia mana bisa mengatasi suasana, yang ada malah mengacaukan suasana, aku hapal betul itu." tambah Matteo mengejek Deryl.


Akhirnya mereka semua diam hingga sampai dirumah. Mereka langsung masuk kedalam rumah, bahkan Matteo yang notabene-nya sebagai seorang tamu, ikut membiasakan diri dirumah itu, seperti rumah itu adalah miliknya juga.


"Kalian mau minum apa?" tanya Kevan.


"Aku mau orange juice, tapi jangan asam." ucap Deryl pertama sembari mengambil tissue dan membersihkan wajahnya.


"Aku air mineral saja." ucap Vania.


"Aku juga samakan saja dengan Vania, konon katanya kalau memiliki kesamaan itu pertanda jodoh." jawab Matteo.


"Kesamaan apanya, itu kamu yang menyamai Vania." sahut Deryl ketus.


Vania tertawa melihat tingkah Deryl dan Matteo yang menurutnya konyol. "Sudahlah, Deryl. Lagipula kan kak Teo hanya bercanda."

__ADS_1


"Apa aku terlihat bercanda bagimu, Vania Allesandra?" tanya Matteo dengan penuh drama.


Bug!


Satu bantal sofa mendarat mulus tepat diwajah Matteo yang sedang memasang ekspresi memelas karena ditertawakan oleh Vania. Dan untuk pelaku pelemparan bantal yang begitu profesional, siapa lagi kalau bukan dilakukan oleh Deryl Ananta.


"Apa?!" tanya Deryl garang ketika Matteo menatapnya tajam.


"TIDAK APA-APA, SEPUPU IPAR." jawab Matteo menekankan setiap kata-katanya.


"Sepupu ipar, gigimu! Sudah kutegaskan dengan setegas-tegasnya kalau aku tidak akan menyetujui kamu berhubungan dengan Vania!"


"Kalau Vania juga suka denganku bagaimana? Kamu mau apa?"


"Memangnya Vania suka denganmu?"


"Vania, kamu suka aku kan?"


Vania tertawa pelan. "Aku menganggap kak Teo sudah seperti Deryl. Tidak lebih."


"Auuuuuhhhh menohok!" olok Deryl sambil memegangi dadanya.


"Kamu melukai hatiku, tepat ditengah-tengahnya, Vania. Tidak bergeser sedikitpun. Sakit Vania, sakiiiiitttt." ucap Matteo penuh drama.


"Ada apa ini?" tanya Naya yang baru saja tiba dengan Kenzio dan ikut mendudukkan diri.


"Matteo ditolak oleh Vania."


"Sebenarnya, aku yakin Vania tidak akan menolakku, tapi si jahat Deryl ini terus menghasut Vania, aku yakin itu. Dia kan licik."


Akhirnya Deryl kembali memukuli Matteo dengan bantal diiringi suara tawa Naya dan Vania yang melihat dua pria itu berkelahi. Sepertinya Deryl menemukan rival baru untuk diajak bertengkar selain Kevan.

__ADS_1


* TO BE CONTINUE *


__ADS_2