
Ke esokan harinya...
Sekarang sudah jam 1 siang dan nayla masih tidur nyenyak di kamarnya, karena dia dan oliv baru tiba di indonesia tepat jam 5 subuh, dan mungkin saking lelahnya mereka berdua yang langsung menangani kasus secara berturut-turut, mereka berdua benar-benar menikmati tidur mereka dan bahkan mereka melewatkan sarapan pagi dan jam makan siang.
Drettt..
Drett...
Drettt..
Suara getaran ponsel nayla yang ada di atas nakas samping ranjangnya, perlahan membangunkan nayla dari tidur nyenyaknya.
Nayla langsung meraba-raba atas nakasnya untuk mengambil ponselnya, berniat ingin melihat siapa yang mengganggu tidur nyenyaknya.
" Siapa sih ". Ucap nayla dengan suara serak khas orang baru bangun tidur, dengan mata yang hanya terbuka kecil, dia mencoba melihat siapa orang yang menghubunginya, setelah dia berhasil meraih ponselnya di atas nakas.
Deg.
Mata nayla langsung terbuka lebar ketika dia melihat nama yang tertera dalam panggilan tersebut.
" Ayah ? ". Gumam nayla seraya berdiri dan memposisikan tubuhnya duduk di atas ranjang, sebelum dia menjawab panggilan yang ternyata dari sang ayah.
" Ya ? Ada apa ayah menghubungiku ? ". Tanya nayla setelah panggilan terhubung.
Di sebrang sana di perusahan Anggara Grup, dimas langsung menjauhkan ponselnya sejenak dari kupingnya setelah mendengarkan nayla memanggilnya dengan sebutan ayah.
" Cih ". Dimas berdecih pelan sebelum dia kembali mendekatkan ponselnya di telinganya.
" Kamu dimana ? ". Tanya dimas dengan suara yang terdengar sangat datar.
" Tumben nanyain gue dimana ". Batin nayla menautkan kedua alisnya keheranan dengan sikap ayahnya saat ini.
" Ada dirumah, kenapa ? ". Tanya nayla yang bahkan masih bisa menghormati ayahnya setelah semua yang ayahnya lakukan padanya selama ini.
__ADS_1
" Datanglah makan malam bersama kami di mansion, ada yang ingin ayah sampaikan padamu, dan ini adalah hal yang sangat penting ".
Deg.
Nayla cukup terkejut mendengarkan ajakan sang ayah yang mengajaknya makan malam bersama keluara anggara yang pastinya ada ibu dan kaka tirinya nanti saat makan malam bersama itu terjadi.
" Maaf, tapi hal penting apa yang ingin ayah sampaikan padaku ? Jika tidak terlalu penting amat, ayah bisa mengatakan sekarang saja dalam panggilan ini ". Tanya nayla sebenarnya ingin menolak secara halus tawaran makan malam yang ayahnya katakan.
Tapi di sebrang sana, dimas malah salah paham dengan perkataan nayla, sehingga dia langsung berubah marah.
" Oh jadi sekarang kamu benar-benar tidak ingin bertemu dengan keluargamu lagi, Haa ? ".
" Bukannya setelah di usir langsung memperbaiki kesalahanmu, sekarang malah sok-sokan tidak mau bertemu dengan kami lagi ? Iya ? ".
Nayla tercengang mendengarkan ucapan ayahnya barusan, karna nyatanya dia menolak karena dia tidak ingin membuat masalah lagi dengan ibu dan kaka tirinya saat pertemuan itu terjadi, tapi nyatanya sang ayah salah paham dengan maksud perkataannya.
" Bukan begitu, maksudku ----- ".
" Sudah tidak usah mengelak lagi, jika kamu masih mengganggap aku sebagai ayahmu, kamu harus datang ke mansion nanti malam, ayah tidak mau tahu, pokoknya kamu harus datang atau ayah benar-benar tidak akan menganggapmu lagi sebagai putriku ". Ujar dimas, kemudian panggilan itu langsung di akhiri sepihak oleh dimas.
Perlahan nayla langsung memejamkan matanya seraya memijit keningnya karena merasa pusing dengan barusan yang terjadi padanya.
Sedangkan di perusahan Anggara grup, wajah dimas terlihat sangat marah karena nayla seakan benar-benar ingin menghindarinya.
" Dasar anak tidak tahu di untung, tidak tahu balas budi pada orang yang sudah mengeluarkan banyak uang untuk membiayai kehidupannya sejak kecil ". Ucap dimas dengan kesal.
Dimas menganggap nayla harus membalas budi kebaikannya yang sudah membiaya kehidupan nayla sejak lahir sampai nayla di usir dari rumah.
Padahal selama ini nayla selalu membantu keluarga anggara secara diam-diam tanpa memberitahukan hal itu pada ayahnya, setidaknya nayla masih punya hati dengan pemikiran dia masih memiliki seorang ayah, walaupun ayahnya terlihat sangat membencinya.
Bagaimana jadinya jika keluarga anggara, terutama dimas dan adel saat mengetahui apa yang selama ini nayla lakukan untuk membantu mereka ? Apakah adel akan berubah dan akhirnya menerima nayla atau keadaannya akan tetap sama, dan adel tetap menbenci nayla ?.
********
__ADS_1
" Nay, gue mau balik ke mansion dulu yah ( Mansion keluarga herman, keluarga oliv ) ". Ucap oliv pamit ingin mengunjungi mansion keluarganya.
" Hmm.. pergilah ". Jawab nayla dengan raut wajah yang datar, sama seperti biasanya.
" Oke, gue pergi dulu, bye ".
Setelah oliv pergi meninggalkannya sendirian di rumah, nayla langsung merebahkan tubuhnya dengan kasar di atas sofa ruang santai di rumah itu.
Dengan mata yang perlahan mulai dipejamkan, pikiran nayla langsung kacau karena dia bingung, haruskah dia datang menghadiri tawaran makan malam yang tadi di tawari oleh ayahnya atau tidak.
" Hah.. Apa yang harus gue lakuin sekarang ? ". Gumam nayla menatap ke arah langit-langit ruang santai dengan tatapan kebingungan.
Nayla memang sengaja tidak memberitahukan tawaran ayahnya pada oliv, karena dia sudah tahu apa yang akan di katakan oliv nati setelah mengetahui hal ini, yang pastinya oliv tidak akan pernah mengizinkan nayla untum bertemu kembali dengan keluarga anggara.
Akhirnya karena nayla pusing memikirkan semua itu, dia akhirnya memutuskan untuk datang ke mansion keluarga anggara untuk makan malam bersama keluarga ayahnya. Walaupun sebenarnya nayla sudah bisa menembak kalau ada maksud yang mecurigakan dari tawaran makan malam itu nantinya.
******
Saat ini nayla telah duduk bersama di ruangan makan yang sama dengan adel, dimas dan laura, sekarang nayla sedang berada di mansion keluarga anggara.
Dimas hanya memasang wajah datarnya, sedangkan adel dan laura menatap nayla dengan tatapan seperti biasanya, tatapan penuh kebencian.
" Bisakah ayah mengatakan sekarang, Hal penting yang ingin ayah katakan padaku ? ". Tanya nayla dengan wajah datarnya.
" Cih.. Sombong banget yah lu sekarang, gk sopan lagi, belum juga lu nyentuh makan lu, lu malah langsung nanya kayak gitu ke ayah gue, dasar tidak sopan ". Ucap laura dengan tatapan tajam mencoba menyudutkan nayla.
" Gk usah heran, anak tidak tahu di untung seperti dia, selamanya akan tetap bersikap layaknya anak yang tidak pernah di didik ". Sambung adel mecibir nayla.
Nayla terlihat santai mendengarkan semua hujatan ibu dan kaka tirinya, dia tidak menanggapi hal itu dan malah terus menatap ke arah ayahnya saja.
Dimas yang juga sebenarnya tidak ingin berlama-lama melihat sosok nayla di sekitarnya, akhirnya dia menjelaskan maksud dan tujuannya memanggil nayla ke mansion ini.
Deg.
__ADS_1
Nayla tercengang mendengarkan semua yang di katakan oleh ayahnya barusan. Ini sangat tidak terduga, seakan ayahnya ingin menjerumuskan dia dalam sebuah jurang yang sangat dalam.