Nasib Anak Yang Terbuang

Nasib Anak Yang Terbuang
Bab 75


__ADS_3

" Hah ".


Brukkk..


Oliv menghempaskan tubuhnya dengan kasar di atas ranjang kamar hotel yang akan dia dan angga tempati malam ini, oliv masih memakai gaun, dia sangat kelelahan karna dia berdiri selama kurang lebih satu jam hanya untuk bersalam-salaman dengan para tamu saat pesta selesai.


Sedangkan angga masih berada di luar sana, karena ternyata angga sedang mengantarkan lerry dan nayla serta keluarga jordan yang akan segera kembali ke mansion.


" Om tante, Makasih banyak untuk semua hadiah yang om sama tante berikan di pernikahan aku dan oliv. Aku bingung harus membalas semua kebaikan keluarga jordan dengan cara apa lagi, kalian semua sungguh dan telalu baik padaku ". Ucap angga berterima kasih dengan tulus pada rexi dan mayang.


" Apaan sih kamu, om sama tante malah ikut bahagia setelah akhirnya kamu nikahin oliv ".


" Tante tadi sampe terkejut Loh dengernya, yang katanya kamu sama oliv ternyata sudah bertunangan, tante pikir kalian baru kenal dan baru pacaran, kan kamu ngenalin oliv sama kami hanya pas ulang tahun lerry yang kita adain camping ". Sambung mayang jujur terkejut.


" Hmm.. Om juga cukup kaget mendengarkan hal itu, hanya saja om bangga sama kamu karena kamu berani nikahin oliv setelah sekian lama kalian menjalin hubungan, kan kebanyakan orang udah pacarannya lama, ujung-ujungnya putus dan gk di nikahin juga ". Sambung rexi ternyata sedang menyindir putranya sendiri, tanpa dia tahu seperti apa hubungan lerry dan nayla saat ini.


Lerry langsung memutar bola matanya dengan malas, sedangkan nayla hanya tertawa kecil menanggapi ayah mertuanya, apalagi indah yang bahkan langsung tertawa terbahak-bahak mendengarkan sindiran ayahnya pada kakanya.


" Haha.. Dengerin tuh ka, keknya ayah udah ngebet pengen gendong cucu dari kaka sama nayla ". Ejek indah pada lerry.


" Cih ". Lerry pun berdecih kesal mendengarkan ejekan adiknya.


Angga juga ikut tertawa kecil melihat betapa akrabnya kedua kaka adik di depannya itu, rexi dan mayang hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua anak mereka.


" Ya sudah kalo gitu, kami pulang dulu, bahagia selalu ya kamu sama oliv ". Ucap mayang berpamitan pada angga.


" Iya om tante, makasih juga sudah menyempatkan hadir di pesta pernikahan kami, hati-hati di jalan nanti ". Ucap angga dengan senyuman.

__ADS_1


" Ka aku juga pamit yah, jangan lupa buatin ponakan yang lucu juga, biar nanti ada yang bisa aku ajak main ".


Deg.


Angga tercengang mendengarkan ucapan indah yang terlalu terang-terangan. Sedangkan mayang dan rexi hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.


" Gue juga pamit, dan Lo gue kasi libur 2 hari sebagai hadiah pernikahan Lo sama oliv ". Ucap lerry dengan wajah datarnya.


" Libur Kok 2 hari, nanggung banget itu, kenapa gk sekalian seminggu aja, kasihan pengantin baru kan masih pengen berdua-duaan ". Sambung mayang malah memihak pada angga.


Angga langsung tersenyum puas mendengarkan pembelaan dari mayang, sedangkan lerry langsung bedecak malas.


" Ya, seminggu. Tapi hanya seminggu doang gk lebih dari itu, Masa iya aku kerja sendirian dengan pekerjaan sebanyak itu ". Kesal lerry tapi tetap memberikan cuti seminggu pada angga.


" Oke deal, thank you boss ". Pekik angga sangat puas bisa liburan seminggu dan bisa menikmati hari-hari awal pernikahannya dengan oliv berdua.


" Cih, kesenangan kan Lo jadinya ". Balas lerry semakin kesal.


" Tolong jaga oliv dan jangan pernah buat dia kecewa sedikit pun, semoga kalian bisa hidup bahagia dalam rumah tangga kalian ". Ucap nayla.


" Ya, Lo tenang aja, gue pasti akan buat sahabat Lo bahagia sampai kapapun itu ". Jawab angga tanpa ragu.


Nayla menganggukkan kepalanya dan akhirnya dia dan lerry serta keluarga jordan pun langsung pergi meninggalkan area hotel itu.


*****


Saat ini nayla dan lerry baru saja tiba di depan sebuah mansion yang memiliki lantai 2 tingkat yang bisa terlihat jelas dari area luar dan seorang satpam langsung membukakan gerbang menuju mansion tersebut dan lerry langsung menjalankan mobilnya masuk kedalam area halaman depan mansion tersebut.

__ADS_1


" Ini mansion siapa ? Kenapa kamu bawah aku kesini ? ". Tanya nayla penuh selidik sekaligus kebingungan.


" Ayo turun, ini mansion yang akan kita tinggali ". Jawab lerry seraya membuka sabuk pengamannya.


Deg.


" Tu-tunggu dulu ". Pekik nayla langsung menahan lerry yang hendak membuka pintu mibil di sampingnya.


" Kenapa ? ". Tanya lerry kebingungan.


" Kenapa apanya ? Kan sudah aku bilang beli rumah yang sederhana saja, kenapa ini jadinya mansion ? Mana mansionya besar gini lagi, kan ngeri kalo cuma berdua doang di mansion sebesar ini ". Ujar nayla.


" Kita gk sendirian kok, di dalam sana udah ada 5 art wanita dan sisa ada 5 pria, 2 satpam, 1 tukang kebun dan 2 supir yang juga akan tinggal sama kita disini, jadi kamu gk akan sendirian kalo aku lagi ke kantor ". Jslas lerry.


" Ya ampun ***, tapi aku pengennya kita cuma berdua aja, karna aku pengen aku yang kerjain semua tugas rumah biar pas gitu vibesnya sebagai seorang istri yang seutuhnya ". Balas nayla menjelaskan ternyata dia pengen bisa ngerasain gimana vibesnya seorang istri yang kerjain seluruh pekerjaan dalam rumah sendirian tanpa ada bantuan dari art.


" Nay, kamu itu istri aku bukan seorang pembantu ". Ujar lerry.


" Aku tau mungkin kamu emang gk masalah jika ngerjain tugas rumah seorang istri, entah ngepel atau apa, tapikan aku bukan tipe suami yang kepengen istrinya lelah beresin rumah atau ngelakuin pekerjaan apapun itu di dalam rumah ".


" Yang aku ingin, kamu hanya duduk diam aja di rumah atau sesekali bolehlah masakin aku sarapan, trus aku pengen kamu bisa nghabisin duit aku jika kamu pengen beli apa aja gitu nay ". Sambung lerry.


Lerry menatap nayla dengan serius, dia bukan tipe pria yang menjadikan istrinya layaknya seorang pembantu, karna dia punya uang, dia bisa menyewa jasa art untuk meringankan pekerjaan rumah yang sebenarnya juga bukan kewajiban seorang istri, dan ternyata lerry adalah tipe pria yang cukup romantis dan tahu cara memperlakukan wanita dengan pemikiran yang tepat dan benar.


" Baiklah aku mengerti maksudmu, tapi aku mungkin bisa menerima jika aku tidak di perbolehkan melakukan pekerjaan rumah lainnya, tapi tidak untuk sarapan, makan siang dan makan malam. Pokoknya kalo soal makanan sarapan atau apapun itu, hanya aku yang boleh nyiapin untuk kamu dan aku gk mau ada batahan lagi ". Ucap nayla dengan tegas.


Lerry pun tersenyum mendengarkan hal itu, entah kenapa dia sangat bahagia seakan nayla tetap berusaha agar bisa melakukan tugasnya dalam melayani kebutuhan dia.

__ADS_1


" Hmm.. Kamu boleh melakukan hal itu, tapi hanya masak makanan untuk aku saja, tidak dengan pekerjaan lainnya, awas saja jika ada art yang melaporkan jika kamu melakukan pekerjaan rumah lainnya yah, aku tidak suka ".


Nayla pun setuju dengan hal itu dan akhirnya mereka berdua keluar dari mobil dan mulai berjalan masuk kedalam mansion baru yang akan menjadi tempat mengeluh, tempat berlindung, tempat untuk menata masa depan mereka bersama anak dan cucu serta keturunan mereka nanti dengan hidup yang bahagia.


__ADS_2