
Malam semakin larut, mereka berempat menikmati setiap waktu yang berlalu dengan aktivitas yang mereka lakukan masing-masing. Angga yang sedang minum wine bersama lerry dan oliv yang sedang nyemil-nyemil sambil menikmati pemandangan bersama nayla di meja dekat kolam yang berbeda dengan lerry dan angga yang ada di meja lainnya lagi.
" Jangan cuma natap doang, lama bertindak nanti keburu di embat sama yang lain ". Ucap angga tiba-tiba.
" Aneh saja, dia masih bisa senyum kayak gitu di tengah gempuran teror keluarganya sendiri yang bisa saja mengancam nyawanya ". Balas lerry tak habis pikir melihat sikap nayla terlihat biasa-biasa saja seakan tidak memiliki beban sama skali.
Glek..Glekk..Gleekk..
Angga meneguk habis wine terakhir yang mereka minum, 3 botol wine ludes dihabisi angga dan lerry, tapi mereka jelas sudah pro dalam hal ini sehingga mereka sama sekali tidak mabuk.
" Gue beresin ini dulu, setelah itu Lo bisa ajak nayla ngomong berdua, gue akan ajak oliv kedepan biar Lo lebih leluasa ngobrolnya ". Ucap angga sambil merapihkan botol wine dan gelas yang mereka pakai.
Lerry menautkan kedua alisnya, dia tidak ada niatan ingin mengobrol dengan nayla, angga terlalu berlebihan menurutnya.
Tapi nyatanya angga tipe sahabat yang cukup peka, mungkin pikir lerry seperti itu, tapi angga tahu kalau lerry menyukai nayla sehingga dia berniat untuk lebih mendekatkan nayla dan lerry secepatnya, sebelum lerry benar-benar menyesal jika nanti nayla malah menjalin hubungan dengan pria lain.
Setelah selesai membereskan semuanya, angga pun memanggil oliv dan mengajaknya pergi ke depan dan oliv mengikuti angga, sehingga di tempat itu tersisa nayla dan lerry, tapi mereka berdua masih duduk di meja yang berbeda.
" Hah ". Lerry menghembuskan nafasnya dengan pelan, dia pun akhirnya memutuskan untuk menghampiri nayla yang duduk sendirian dan terlihat sedang menikmati pemandangan di depan sana.
Ketika lerry sampai di meja nayla, dia langsung duduk di kursi kosong tempat duduk oliv tadi dan nayla yang peka dengan kehadiran lerry pun hanya diam tanpa menatap ke arah lerry.
" Apa kau menyukai tempat ini ? ". Tiba-tiba lerry melontarkan pertanyaan tanpa menatap kearah nayla dan malah menatap ke arah yang sama dengan yang nayla lihat di depan sana.
" Ya, Makasih udah tawarin gue liburan kesini ". Jawab nayla tanpa menatap ke arah lerry.
Lerry menganggukkan kepalanya walaupun nayla tidak melihatnya.
__ADS_1
" Trus gimana dengan keluarga Lo ? Apa mereka masih meneror Lo seperti sebelum-sebelumnya ? ". Tanya lerry lagi.
Tiba-tiba nayla mengarahkan pandangannya ke arah lerry dengan mata yang telah memicing penuh selidik.
" Lo tau darimana soal itu ? perasaan gue gk pernah kasi tau Lo soal ini ? Apa angga yang kasi tah hal ini ke Lo ? ". Tanya nayla penuh selidik.
Yang nayla tau, hanya dia, oliv dan angga yang mengetahui soal teror keluarga anggara padanya, nayla terkejut ketika mengetahui lerry ternyata mengetahui soal teror ini juga.
" Ya, angga yang kasi tau ke gue, tapi ini bukan kesalahan angga, karna gue yang paksa angga buat kasi tau gue, jadi Lo gk perlu marah sama angga, kalau mau marah, marah ke gue aja ". Ucap lerry mengatakan hal yang sebenarnya.
Tak terduga, nayla malah diam dan kembali menatap ke arah pemandangan hutan malam di depan sana dan raut wajahnya sama sekali tidak terlihat marah menanggapi jawaban lerry.
" Jangan beritahu hal ini ke keluarga Lo, gue gk pengen ngerusak nama keluarga gue lagi di depan keluarga Lo, walaupun nyokap sama bokap Lo sendiri yang ngomong ke gue kalau keluarga gue bertingkah lagi sama gue ". Ucap nayla tanpa menatap lerry.
" Hmm.. "
" Gue , Gue .... "
Deg.
Mereka berdua secara bersamaan mengucapkan kata tersebut, sepertinya mereka berdua ingin saling mengatakan sesuatu saat ini, jadinya mereka berdua malah canggung.
" Lo duluan aja ". Ucap nayla menyuruh lerry untuk mengatakan duluan apa yang ingin lerry katakan.
" Gk, Lo aja yang duluan ". Balas lerry malah balik menyuruh nayla untuk mengatakan maksud tujuan nayla terlebih dahulu.
" Hmm, baiklah ". Ucap nayla.
__ADS_1
" Gue cuma pengen nanya, apa orang tua Lo gk curiga sama hubungan kita ? ". Sambung nayla.
" Sepertinya mereka sama sekali tidak ada tanda-tanda mencurigai hubungan ini, Tapi mereka bahkan nyuruh gue untuk segera nikahin Lo ". Jawab lerry dengan jujur dan dengan gaya santainya.
Deg.
" Nikah ? Yang bener-bener aja Lo ". Pekik nayla cukup terkejut dengan pernyataan lerry barusan.
Lerry menautkan kedua alisnya, " Memangnya kalau gue beneran ajak Lo nikah, Lo bakalan terima atau bakalan nolak gue ? ". Tanya lerry sangat tidak terduga oleh nayla.
Nayla malah menggelengkan kepalanya seraya tersenyum lucu karna dia merasa lucu dengan pertanyaan lerry.
" Emangnya Lo pikir nikah itu gampang ? ". Ujar nayla seraya menatap lerry.
" Ya mungkin kalo cuma ngomong nikah doang mah, kita bisa saja nikah saat ini juga, walaupun bukan artinya gue nerima tawaran nikah Lo barusan ". Sambung nayla.
" Tapi yang namanya nikah itu butuh yang namanya komitmen jangka panjang, butuh juga rasa cinta satu sama lain, karna kalo nikah cuma karena pengen doang atau karna desakan dan tidak adanya 2 hal itu dalam pemikiran dan perasaan masing-masing dari kita, semuanya sama saja boong ".
" Emangnya Lo pengen nikah sama cewe yang belum memikirkan komitmen sama gk ada rasa cinta ke lu ? Kalo gue gk bisa, gue pengen nikah sama pria yang beneran gue cinta dan juga pria itu mencintai gue dan yang paling utama masing-masing ada komitmen jangka panjang, biar kalo ada masalah dikit gk bentrok dan ujung-ujungnya malah cerai ". Jelas nayla mengatakan pemikirannya.
Deg.
Lerry cukup terkejut dengan pemikiran nayla yang sangat dewasa di usinya yang baru menginjak 20 tahun, karna gadis lain seumuran nayla, kebanyakan masih labil dan lerry pun teringat dengan perkataan angga waktu itu, yang mengatakan nayla sebenarnya adalah sosok gadis yang dewasa, dan ternyata apa yang angga katakan telah terbukti dan di lihat langsung oleh lerry sendiri.
" Gimana kalau gue beneran ingin nikah sama Lo ? Dan gue beneran punya perasaan ke Lo ? Apa ada kemungkinan Lo bakalan nerima gue ? ". Tanya angga tiba-tiba dengan wajah yang terlihat sangat serius.
Deg.
__ADS_1
Nayla terdiam membisu, dia menatap lerry seakan mencari cela kebohongan dimata lerry setelah menyatakan hal tersebut. Tapi nayla tidak menemukannya, dari sorot mata lerry terlihat jelas bahwa lerry beneran serius menanyakan hal tersebut, sehingga nayla mulai canggung dan bingung harus menjawab apa atas pertanyaan lerry.