Nasib Anak Yang Terbuang

Nasib Anak Yang Terbuang
Bab 68


__ADS_3

Lerry masih menunggu jawaban nayla atas pertanyaannya tadi, sedangkan nayla masih diam menatap lurus kedepan, sepertinya nayla masih butuh waktu memikirkan jawaban yang harus dia putuskan atas pertanyaan lerry.


" Gue gk maksa Lo kalo emang Lo mau nolak pernyataan gue, gapapa kok, mungkin gue terlalu cepat dan terburu-buru dalam hal ini ". Ujar lerry tidak ingin memaksakan nayla.


Bagi lerry, menyatakan perasaannya saja sudah cukup baginya, setidaknya dia sudah memberanikan dirinya untuk mengungkapkan perasaannya yang awalnya dia tidak berani mengungkapkannya secara langsung pada nayla.


Entah nayla akan menolak atau menerima pernyataannya, dia tidak akan memaksa dan akan menerima apapun keputusan nayla tadi, setidaknya dia bisa bernafas lega karena sudah mengeluarkan ungkapan isi hatinya yang telah dia pendam beberapa minggu belakangan ini.


" Gue gk nolak, tapi gue juga belum bisa bilang kalo gue udah nerima pernyataan Lo, gue masih bimbang untuk mengambil keputusan ". Ucap nayla dengan jujur.


Nayla menatap lerry dengan rasa bersalah, karna nayla orangnya tidak enakan sama orang lain, apalagi soal seperti ini, nayla hanya takut jika dia memutuskan dengan cepat, takutnya dia salah mengambil keputusan dan malah bisa menyakiti perasaan lerry, karna nayla jelas bisa melihat bahwa lerry tidak bermain-main dengan pernyataannya, yang artinya dia juga tidak boleh asal-asalan membuat keputusan.


" Gapapa, gue ngerti maksud Lo dan gue gk akan maksa Lo untuk memutuskan jawaban apa yang akan Lo pilih dengan cepat, santai saja ". Ucap lerry dengan senyum tipisnya.


Deg.


Nayla terkejut melihat senyuman tipis yang kini lerry tunjukkan padanya.


" Apa dia seserius ini ? Senyumannya itu Loh, senyuman yang biasanya gue lihat saat seorang pria tersenyum tulus pada wanita yang dicintainya, apalagi baru kali ini lerry nunjukin senyumannya walaupun tipis di hadapan gue ". Batin nayla malah semakin merasa bersalah karena dia belum bisa memutuskan jawaban tepat untuk hal ini.


Ya, mungkin tidak ada yang mengetahui hal ini kecuali nayla dan tuhan. Ternyata perlahan demi perlahan setelah nayla mengenal lerry, entah kenapa pikirannya selalu di penuhi oleh lerry setiap harinya, sekalipun nayla ingin mencoba menghilangkan itu semua.


Nyatanya dia tidak bisa dan dengan perlahan nayla mulai sadar kalau dengan seiringnya waktu, perasaan cinta mulai muncul dalam hatinya, tapi dia tidak mau mengatakan hal tersebut ada siapapun, tanpa terkecuali oliv.


" Ayo masuk kedalam, udaranya semakin dingin, Lo bisa sakit jika terlalu banyak kena embun malam ".

__ADS_1


Dengan perhatian lerry mengajak nayla untuk segera masuk kedalam, entah kenapa sikap lerry malah mulai semakin perhatian setelah dia mengungkapkan perasaannya pada nayla tadi.


Saat lerry baru saja berdiri dari duduknya, tiba-tiba saja nayla berkata.


" Mungkin untuk sementara waktu gue emang belum bisa menjawab pernyataan Lo tadi, tapi gue juga gk mau hanya karna hal ini, Lo malah bersikap canggung kedepannya ke gue ". Ucap nayla masih duduk dan tanpa menatap ke arah lerry.


" Hmm.. Tenang aja ". Jawab lerry dengan senyuman tipis menanggapi ucapan nayla, walaupun nayla tidak melihat senyuman itu.


" Dan satu lagi ".


Kali ini nayla tiba-tiba berdiri dari duduknya, Dia langsung mengarahkan badannya menghadap ke arah lerry dengan tatapan yang sulit di artikan, sehingga netra mata mereka saling tatap dengan intens.


" Katakan saja ". Ucap lerry.


" Kalo emang Lo beneran pengen gue tertarik sama tawaran yang Lo nyatakan, Buatlah gue yakin dan percaya kalo nantinya gue bakalan nerima Lo, gue gk bakalan nyesel dan buatlah gue nyaman sama Lo. Sikap seperti apa yang nantinya Lo tunjukin ke gue, itu sangat berpengaruh pada jawaban gue nanti ". Ucap nayla.


Deg.


Jantung nayla berdetak begitu cepat, dia terkejut lerry menariknya dan bahkan memeluknya seperti ini. Dan lerry bisa merasakan detak jantung nayla yang berdetak dengan cepat, sehingga lerry semakin memeluk nayla dengan lembut seraya menggembangkan senyumannya merasa gemas dengan tanggapan nayla atas tindakannya.


" Uhhh sosweet banget mereka berdua, jadi pengen peluk kamu juga tau gk sih ".


Oliv langsung memeluk angga saat itu juga dan angga hanya menggelengkan kepalanya saja menanggapi tingkah kekasihnya yang selalu absurd.


Ternyata sedari tadi mereka berdua sedang mengintip nayla dan lerry dari kamar oliv di lantai 2 yang jendelanya bisa memperlihatkan area outdoor belakang vila dimana nayla dan lerry berada saat ini.

__ADS_1


Angga pun tersenyum senang melihat keberanian lerry saat ini, walaupun dia dan oliv sama sekali tidak tahu apa yang di bicarakan nayla dan lerry di bawah sana, tapi angga yakin lerry pasti sudah mengungkapkan perasaannya pada nayla.


Sedangkan lerry dan nayla saat ini masih berpelukan dengan hangat, entah kenapa nayla mulai nyaman dengan pelukan ini, dan lerry memang belum berniat melepaskan pelukkannya dari nayla.


" Mungkin gue gk bisa bersikap romantis kayak pria lain, tapi gue akan berusaha ngeyakinin Lo dengan cara gue sendiri ". Ucap lerry seraya memejamkan matanya memeluk nayla dengan gerakan yang semakin lembut dan bahkan lerry mengusap kepala nayla dengan lembut membuat nayla terbuai dalam kenyamanan yang dia rasakan saat ini.


Tapi sungguh tidak terduga, air mata nayla tiba-tiba menetes dan tanpa nayla sadari air matanya yang jatuh itu jatuh tepat di lengan lerry, sehingga lerry terkejut, ada apa dengan nayla.


" Hei ada apa ? Kenapa Lo nangis ? ".


Tanya lerry yang khawatir karena dia berpikir mungkin dia baru saja membuat kesalahan sehingga nayla menangis.


Tapi ketika lerry ingin melepaskan pelukkannya untuk memastikkan nayla kenapa. Malah sekarang nayla yang gantian memeluk lerry dan langsung menyembunyikan wajahnya di dada bidang lerry.


" Ada apa ? Jangan buat gue khawatir ? Apa gue barusan buat kesalahan ? ". Tanya lerry seraya membalas pelukan nayla dan mencoba menenangkan nayla.


Nayla memang menangis, tapi dia menangis tanpa mengeluarkan suara, hanya air matanya saja yang terus menetes dan mulai membasahi kaos lerry.


" Gue gapapa, gue cuma ke inget ayah gue doang ". Ucap nayla dengan suaranya yang terdengar mulai serak karena menahan tangisannya.


" Tolong biarin seperti ini sebentar aja, maaf kalo gue terkesan nyosor kayak gini ". Sambung nayla.


Lerry pun memejamkan matanya seraya bernafas lega, dia pikir dia baru saja membuat kesalahan sehinga nayla menangis karena dia, tapi ternyata nayla menangis karena mengingat ayahnya.


" Gapapa, Lo bisa peluk gue selama yang Lo inginkan, Lo bisa luapin unek-unek Lo juga kok, karna gue tau seberat apa beban yang sedang Lo alami karena keluarga Lo, dan Lo bisa cari gue kapan aja Lo mau dan kapan aja Lo butuh gue untuk jadi temen curhat Lo ".

__ADS_1


Lerry semakin memeluk nayla dengan lembut, dia tahu betapa lelahnya nayla ngehadapin keluarga anggara dengan semua teror yang dia dapatkan, bahkan lerry sangat bersyukur bisa jadi tempat untuk nayla mengeluarkan kepedihan di hatinya malam ini.


__ADS_2