
" Wahh sepertinya ada hati yang lagi berbunga-bunga nih ". Ucap indah dengan senyuman jahil berniat mengejek lerry yang terlihat masih diam membisu walaupun nayla dan oliv sudah mengakhiri panggilan telfon di antara mereka.
Lerry pun langsung melontarkan tatapan tajamnya pada indah, sedangkan indah malah membalas dengan tertawa terbahak-bahak melihat wajah kakanya.
" Jadi gimana nih ? Kalian mau ikut ke irlandia buat nemuin nayla ? ". Tanya oliv.
" Semua tergantung ka lerry, aku hanya ikut saja ". Jawab indah mulai berhenti dari tawanya.
" Kalian saja yang pergi, saya tidak ikut ". Ucap lerry dengan cepat karena dia sudah terlebih dahulu di buat kesal sehingga dia malah terlihat sepertinya ngambek.
" Haha apaan lu njirr, ternyata lu bisa ngambek juga ? Ini fenomena yang sangat langkah, hahaha ". Angga malah semakin mengejek lerry.
" Diem lu ". Pekik lerry menatap angga dengan tatapan tajam.
" Terserah kalian aja, kalau mau ikut ke sana, kita akan melakukan penerbangan besok pagi aja, biar lebih cepat pergi, cepat balik juga ". Usul oliv.
" Oke ". Balas indah setuju-setuju saja.
Oliv menganggukkan kepalanya dan akhirnya angga, lerry dan indah langsung pergi meninggalkan apartemen oliv dan setelah mereka pergi oliv juga ikutan masuk kedalam apartemennya karena sebenarnya dia harus melakukan sesuatu yang di minta dicek oleh nayla sebelum panggilan tadi berakhir.
*****
Di dalam kamar, laura sedang mondar mandir dengan perasaan gelisah karena sampai detik ini, kedua orang suruhannya belum juga memberikan kabar tentang misi untuk menyingkirkan nayla dari indonesia dan dari hadapannya.
" Gk mungkin kan mereka gagal, mana gue udah bayar setengah lagi ". Ucap laura takut rencananya gagal jika nayla berhasil kabur dari kedua pria suruhannya.
" Haisss, gimana dong ? Nomor mereka aja sulit di hubungi, kasi kepastian kek atau apa kek, ini gk ada kabar sama sekali, bikin pusing aja mereka ". Sambung laura.
Tok.. Tok.. Tok..
Deg.
__ADS_1
Laura memicingkan matanya ketika dia mendengarkan suara orang mengetuk pintu kamarnya dari luar.
" Siapa ? ". Teriak laura dengan sangat kuat.
" Bunda, buka pintunya ".
Ternyata yang mengetuk pintu kamarnya adalah adel sang bunda, akhirnya dengan cepat laura langsung berjalan ke arah pintu kamarnya untuk membukakan pintu kamarnya agar bundanya bisa masuk kedalam sana.
Ceklek.
Ketika pintu terbuka, adel langsung masuk kedalam kamar laura dengan wajah yang terlihat sangat serius.
" Hah ". Laura menghembuskan nafasnya dengan kasar seraya menutup kembali pintu kamarnya.
" Ada apa bun ? ". Tanya laura seraya berjalan kembali menuju ranjangnya, dimana sekarang adel sudah duduk di sisi ranjangnya.
" Kamu gk usah membohongi bunda, jujur saja kalau sebenarnya memang kamu yang membuat anak pembawah sial itu kecelakaan dan kamu sengaja menculiknya agar tidak mengganggu pernikahan ini kan ? ". Ucap adel yang ternyata sudah mengetahui hal itu walaupun laura memang belum memberitahukan hal itu pada adel.
" Trus gimana ? Apakah kamu berhasil menyingkirkan anak itu ? ". Tanya adel yang ternyata tidak marah akan perbuatan laura dan malah mendukung hal kejam tersebut.
" Itu yang sedang bikin aku pusing bun, soalnya sampai saat ini 2 orang suruhanku belum juga kasi kabar apakah mereka berhasil atau tidak membuang anak sial itu ke tengah laut ".
" Soalnya terakhir kali mereka memberiku kabar, mereka hanya bilang kalau mereka sudah berada di pelabuhan dan baru akan membawah anak sial itu menggunakan kapal ke tengah laut di irlandia ". Sambung laura benar-benar pusing memikirkan hal ini.
Deg.
" Jadi kamu berniat membuangnya di tengah laut ? ".
Laura menganggukkan kepalanya membenarkan hal itu, adel pun langsung menyunggingkan seringai tipis tak kalah dia mengganggap putri kesayangannya terlalu pintar dalam membuat suatu rencana.
" Ternyata kamu pintar juga membuat rencana, jika rencana ini berhasil dan anak sial itu berhasil di singkirkan, pasti tidak akan ada lagi yang bisa menghentikkan mu menjadi istri tuan lerry ".
__ADS_1
Adel benar-benar bangga dengan apa yang di lakukan oleh laura, tapi kok bangga sama hal yang kejam, mau heran tadi mereka adalah adel dan laura.
" Tapi aku belum bisa tenang kalau orang suruhanku belum memberikan kabar lagi, bagaimana jika mereka gagal ? Aku takut hal itu terjadi dan malah di ketahui oleh anak sial itu, pasti dia akan melaporkan hal ini pada ayah, tuan lerry bahkan polisi bisa saja ". Jelas laura dengan raut wajah gelisahnya.
" Udah kamu gk perlu takut, ads bunda yang akan selalu membantumu jika sekalipun benar anak sial itu akan melaporkan hal ini pada polisi atau siapapun, setidaknya dia punya bukti dulu baru bisa melaporkan ". Jelas adel benar-benar aneh malah mendukung putrinya berbuat hal yang kejam.
Laura langsung memeluk adel untuk menenangkan pikirannya dan adel membalas pelukkan putrinya dengan pelukkan tak kalah hangat.
Sedangkan di tempat lain di dalam kamar lerry, lerry tidak bisa tidur karena pikirannya selalu terbayang soal pernyataan nayla tadi dimana nayla malah mengakuinya sebagai seorang pacar.
" Dasar gadis gila, bagaimana dia bisa ikutan jahilin gue kayak gitu ? Di depan angga dan lainnya lagi ". Kesal lerry seraya melemparkan bantal gulingnya ke lantai.
Bugh..
Lerry benar-benar frustasi, mereka hanya pacaran kontrak, tapi kenapa perasaannya sedikit goyah hanya karena pengakuan nayla tadi, kan aneh pikir lerry.
Di tambah lagi, sebenarnya lerry sedikit malas, baru juga dia dan nayla menjadi sepasang kekasih kontrak, tapi masalah langsung datang menghampiri nayla yang mengharuskan lerry menguras tenaganya untuk mencari nayla seharian tadi, padahal lerry tipe orang yang sangat bodoh amat dengan urusan-urusan seperti ini, tapi apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur.
Beda hal nya lagi dengan lerry, di irlandia sekarang nayla sedang menidurkan bella si gadis kecil yang imut dan dulu di usianya yang baru menginjak 6 tahun.
Kenapa nayla yang menidurkan bella ? Karena bella sendiri yang meminta nayla untuk tidur bersamanya dan langsung di setujui oleh dara kalau naylanya tidak keberatan, dan karna nayla memang tidak keberatan untuk tidur bersama bella, akhirnya bella ikut tidur bersama nayla di kamar tamu.
" Dia sangat lucu ". Batin nayla tersenyum menatap bella yang telah tidur di ranjang dengan pulas.
Setelah itu nayla langsung ikut tidur di samping bella, walaupun sebenarnya nayla belum mengantuk, tapi dia tetap memaksakan dirinya untuk segera tidur.
*****
" Tuan, sepertinya nona oliv bersama yang lainnya akan segera melakukan penerbangan ke irlandia untuk menemui nona nayla ". Ucap seorang pria melaporkan hal tersebut pada seorang pria lainnya yang di panggil dengan sebutan tuan.
" Hmm.. Biarkan saja mereka menemui gadis itu, cukup pantau saja dari kejauhan, jangan sampai gadis itu tahu kalau saya yang memberitahukan keberadaannya pada nona oliv ". Jelas pria yang di panggil tuan tersebut.
__ADS_1
" Baik tuan ".