Nasib Anak Yang Terbuang

Nasib Anak Yang Terbuang
Bab 62


__ADS_3

Malam hari pun tiba.


Di mansion keluarga jordan, mayang, rexi dan indah tiba-tiba terkejut akan perkataan lerry malam hari ini yang mengatakan kalau dia telah mengundang keluarga anggara dan juga oliv terutama nayla untuk makan malam bersama dengan mereka saat ini.


" Kamu ini ada-ada saja, kenapa kamu baru memberitahukan hal ini pada ayah dan bunda ? Kami bahkan tidak bisa mempersiapkan makan malam yang lebih untuk mereka ". Ucap mayang sedikit kesal dengan kelakuan putranya.


" Ngapain bunda harus repot-repot ? Aku sudah menyuruh art untuk memasak banyak menu makanan untuk makan malam hari ini ". Jawab lerry dengan santainya.


" Tapi tidak apa-apa kah jika keluarga anggara bertemu nayla disini ? Aku pikir ini bukan ide yang tepat ". Ujar indah malah mengkhawatirkan nayla.


" Memangnya kenapa ? Bukankah lebih bagus jika kita semua berkumpul untuk membahas masalah pernikahan itu ". Sambung rexi malah berpikir jika mereka semua di pertemukan malah lebih bagus.


Mayang menganggukkan kepalanya setuju, sedangkan lerry hanya bersikap biasa saja, tanpa keluarganya tahu, pertemuan makan malam bersama malam hari ini nyatanya adalah bagian dari rencana nayla dan juga lerry.


Akhirnya mereka pun tinggal menunggu kedatangan nayla dan lainnya, waktu untuk makan malam tinggal 30 menit lagi, dan mayang dengan waktu yang mepet, masih sempat-sempatnya memesan beberapa kue yang nantinya akan menjadi cemilan saat mereka berkumpul setelah makan malam selesai.


Sedangkan di tempat lain, laura sedang bersiap dengan dandanan yang cantik bahkan dia baru saja memakai dress yang sengaja dia beli tadi hanya untuk di gunakan malam hari ini.


" gue harus tampil cantik di depan keluarga jordan, terutama tuan lerry ". Ucap laura dengan senyum penuh kebahagiaan.


" Akhirnya tidak ada lagi yang akan menghalangi jalan gue untuk menjadi istri pria terkaya sedunia ". Ucap laura lagi saking bahagianya dia.


Dengan teliti dia terus memeriksa apa saja yang harus dia siapkan untuk makan malam hari ini, sedangkan di lantai utama mansion anggara, dimas dan adel sudah siap dengan pakaian rapih hanya untuk makan malam hari ini.


" Untung saja anak sial itu membuat keputusan yang tepat, jika tidak, pasti kita masih kerepotan untuk memikirkan segala cara agar pernikahan laura dan tuan lerry tidak di batalkan ". Ucap adel dengan senangnya.


" Ya, aku sangat bangga pada putri kita, ternyata dia mampu menggertak anak itu (nayla) sehingga dia setuju melepaskan tuan lerry untuk laura ". Ucap dimas malah bangga pada laura.


" Siapa dulu dong, putri kita ". Sambung adel ikutan membangga-banggakan laura.

__ADS_1


" Ayah bunda, apa aku sudah cantik dengan penampilanku malam ini ? ".


Tiba-tiba laura datang menghampiri kedua orang tuanya dengan menanyakan penampilannya saat ini.


" Tentu saja kamu sangat cantik, gk sia-sia bunda ngelahirin kamu ". Jawab adel memuji kecantikan putrinya.


Dimas menganggukkan kepalanya setuju dengan pujian istrinya pada putrinya di iringi senyuman penuh kebahagiaan.


" Ayo kita berangkat sekarang, aku tidak ingin keluarga jordan menunggu terlalu lama ". Ajak laura.


" Oke, ayo pergi sekarang ".


Akhirnya mereka bertiga langsung berjalan bersamaan keluar dari mansion dan mereka pun langsung pergi menggunakan mobil menuju mansion keluarga jordan.


Sedangkan di tempat lain lagi, nayla dan oliv juga sedang dalam perjalanan menuju mansion keluarga jordan.


" Gue gk sabar pengen lihat gimana reaksi keluarga anggara pas ngeliat Lo ternyata hadir juga dalam makan malam ini, pasti seru deh kalau nenek lampir itu tiba-tiba terkejut karena kehadiran Lo disana nanti ". Ucap oliv benar-benar sudah tidak sabar menantikkan hal itu.


*******


Waktu makan malam telah tiba, sekarang lerry dan keluarganya telah berkumpul di ruang makan bersama keluarga anggara yang telah datang lebih dahulu dari nayla dan oliv.


Sedari tadi, laura tidak henti-hentinya menggembangkan senyuman penuh kebahagiaan dengan gaya yang di buat malu-malu kucing saat dia duduk berhadapan dengan lerry saat ini.


" Maaf tuan dimas, bisakah kita menunda sebentar makan malam ini, soalnya masih ada tamu yang sedang kami tunggu untuk makan malam bersama kita semua ". Ucap rexi pada dimas.


" Ohh ya, tidak apa-apa tuan jordan, kami sama sekali tidak keberatan ". Jawab dimas dengan cepat tanpa merasa curiga.


Rexi menganggukkan kepalanya, mereka pun menunda sejenak makan malam mereka karna nayla, oliv dan angga belum juga datang, dan tentunya dimas, adel dan laura tidak tahu jika tamu yang sedang di tunggu adalah nayla dan lainnya.

__ADS_1


Tapi tak berselang lama, tiba-tiba salah satu art datang dan membisikkan sesuatu pada indah.


" Ya baiklah, aku akan menjemput mereka di depan ". Ucap indah pada art tersebut.


" Ayah bunda, aku jemput mereka dulu di depan, katanya mereka baru saja tiba ". Sambung indah meminta izin pada kedua orang tuanya tanpa mengatakan siapa yang akan dia jemput di depan sana.


" Hmm, pergilah ". Ucap mayang memberikan izin.


Indah pun pergi meninggalkan ruangan makan tersebut, dimas dan adel pun menjadi sangat penasaran akan siapa tamu yang sedang mereka tunggu saat ini.


Sedangkan lerry hanya diam saja sedari tadi, walaupun sebenarnya dia sedikit mengkhawatirkan nayla, entah kenapa dia bisa sekhawatir ini pada seorang perempuan.


Tak berselang lama kemudian, akhirnya yang di tunggu-tunggu pun tiba.


Deg.


Dimas, adel terutama laura langsung melotot kaget melihat kehadiran nayla di hadapan mereka saat ini.


" Kamu ". Pekik adel terkejut bukan main.


Laura yang sedari tadi senyam-senyum penuh kebahagiaan kini dia langsung terdiam dan menatap nayla dengan tatapan tajam.


" Malam om tante, maaf kami membuat kalian semua menunggu sedikit lama, soalnya ada sedikit kendala saat perjalanan kami menuju kesini ". Ucap angga dengan wajah datarnya.


" Tidak masalah, duduklah ". Ucap rexi sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu.


Angga, oliv dan nayla pun langsung duduk bersampingan di kursi kosong yang berjejer di samping lerry, tapi mata laura semakin melotot tajam ketika dia melihat dengan santainya nayla malah duduk di samping lerry, sedangkan dia hanya duduk berhadapan dengan lerry.


" Dasar anak sial ! Gue bener-bener akan buat perhitungan sama Lo ! ". Batin laura dengan kesal melihat semua itu.

__ADS_1


Sedangkan dimas dan adel juga merasakan hal yang sama dengan laura, mereka tercengang melihat nayla yang duduk di samping lerry, sedang putri mereka malah duduk berhadapan dengan lerry, sehingga adel pun langsung melontarkan tatapan tajam pada nayla.


__ADS_2