Nasib Anak Yang Terbuang

Nasib Anak Yang Terbuang
Bab 56


__ADS_3

" Awas ! Jangan nyentuh gue, sialan ! ".


Angga terlihat frustasi menghadapi wanita yang dalam kondisi sedang mabuk berat yang tiba-tiba langsung asal nyosor-nyosor padanya.


Di depan club malam itu sudah ada beberapa penjaga club yang juga turut membantu angga agar bisa terhindar dari wanita yang tengajh mabuk itu, tapi wanita itu benar-benar tidak mau melepaskan angga dan malah semakin erat memeluk tubuh angga seraya mencium-cium tubuh angga, sehingga angga benar-benar merasa jijik dengan perlakuan wanita itu.


" Ayolah tuan, saya sangat ingin bermalam dengan anda, sa-saya ---- ".


Ueeekkkk...


Deg.


Mata angga langsung melotot tajam ketika wanita itu tanpa terduga baru saja muntah tepat di dadanya, sehingga pakaian angga langsung di penuhi muntahan wanita itu yang baunya sangat busuk dan menyengat.


Bruuukkk..


Mungkin sedari tadi angga masih bisa menahan emosinya agar tidak bertindak kasar pada wanita itu, tapi tidak untuk sekarang, dengan cepat angga langsung mendorong wanita itu dengan kasar sehingga wanita itu langsung terdorong mundur dan berakhir nyungsep di tempat sampah yang ada di sekitar situ.


Wajah angga langsung memerah padam dengan emosinya yang telah meluap-luap dan dia terus menatap wanita itu dengan tatapan tajam.


" Dasar wanita gila ! Berani skali kamu memuntahi saya ! ". Pekik angga benar-benar sangat marah.


Melihat angga sangat marah, beberapa penjaga club yang berada di sekitar angga langsung menghampiri angga dengan panik.


" Tuan, tolong maafkan kami, kami tidak sempat menghadari tuan dari wanita sialan ini sebelum dia memuntahi tuan ". Ucap salah satu penjaga dengan panik.


" Aaakkkhhh diam kalian ! Seharusnya dari awal kalian bisa langsung melepaskan wanita itu dari saya ! Lihatlah apa yang telah dia lakukan ! ". Pekik angga sangat marah.


" Ngapain kamu disini ? ".


Deg.


Tiba-tiba suara seseorang yang sangat angga kenali terdengar tepat dari arah belakang tempat dia berdiri saat ini.

__ADS_1


Dengan spontan angga langsung membalikkan tubuhnya kebelakang dan betapa kagetnya dia melihat oliv dan nayla yang sedang berdiri di belakangnya, apalagi tatapan tajam oliv langsung membuat nyali angga menciut seketika.


" Sa-sayang ".


" Kenapa oliv bisa ada di sini ? Mati gue ". Batin angga mulai panik.


Oliv menatap angga dengan tatapan dingin sedangkan nayla hanya diam saja menatap datar ke arah angga.


Tapi dalam hitungan detik, oliv malah terlihat menahan mual karena melihat pakaian angga yang sangat kotor karena muntahan wanita tadi.


Ueekkkk....


" Bersihin sana pakaian kamu, gk mual apa kamu, jijik banget ". Ucap oliv langsung mengarahkan pandangannya ke arah lain karena dia akan lebih merasa mual jika dia terus melihat muntahan di pakaian angga.


" Aaahh ya, aku ke toilet sebentar ". Ucap angga langsung pergi dengan cepat berniat ke toilet untuk membersihkan dirinya.


Nayla pun hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat angga dan oliv, tapi tiba-tiba dia tak sengaja melirik ke arah wanita yang memuntahi angga.


" Sepertinya wajah wanita ini sangat tidak asing ". Gumam nayla seraya memicingkan matanya mencoba mengenali wanita itu.


" Ya, dia benar orangnya ". Gumam nayla seraya menatap kembali wanita itu yang kini sedang terbaring mabuk dan terus meracau di depan salah satu mobil di tempat itu.


" Liv ". Panggil nayla pada oliv.


" Apaan ? ". Jawab oliv masih sedang menahan rasa mualnya.


" Wanita itu adalah target yang kita cari ". Ucap nayla dengan wajah datarnya.


Oliv pun sejenak menatap ke arah wanita itu, kemudian dia menatap ke arah nayla kembali.


" Emang iya ? ". Tanya oliv memastikan dan langsung di balas dengan anggukkam kepala dari nayla.


" Baguslah, setidaknya kita tidak perlu repot-repot mencarinya lagi di dalam club ini ". Ucap oliv.

__ADS_1


" Ayo bawah dia pergi dari sini sebelum angga balik dan malah bertanya kenapa kita bisa ada disini, nanti dia bisa mencurigai gue ". Sambung oliv.


" Hmm ". Nayla hanya menjawab dengan deheman saja dan setuju dengan ucapan oliv.


Akhirnya mereka berjalan mendekati wanita itu dan mereka langsung membopong wanita itu kemudian membawahnya ke dalam mobil mereka.


Setelah berhasil membawah wanita itu masuk kedalam mobil mereka, mereka pun langsung pergi meninggalkan area club malam itu.


Tak berselang lama, angga telah balik ke tempat tadi dimana oliv datang menghampirinya setelah dia selesai mengganti pakaiannya dengan pakaian bersih yang dia bawah, tapi dia langsung memicingkan matanya ketika dia tidak menemukan keberadaan oliv dan nayla di tempat itu.


" Dimana mereka berdua ? ". Ucap angga langsung mengedarkan pandangannya ke segala arah, tapi tetap saja dia tidak menemukan tanda-tanda keberaan oliv dan nayla.


" Kesini kalian ".


Dengan cepat angga memanggil beberapa penjaga club yang ada di sekitarnya dan mereka langsung mendekati angga.


" Ya tuan, ada yang bisa kami bantu ? ". Tanya salah satu penjaga club itu.


" Dimana kedua wanita tadi dan juga wanita yang memuntahi saya ? ". Tanya angga penuh selidik.


" Itu tuan, kedua wanita tadi membawah wanita yang memuntahi tuan pergi entah kemana, saya juga kurang jelas melihat kemana mereka pergi tadi ". Jawab salah satu penjaga club itu.


Setelah angga mendengarkan hal itu, dia jadi penasaran kenapa oliv tiba-tiba bisa ada di club malam itu, apalagi sekarang dia penasaran kenapa oliv dan nayla membawah wanita yang tadi memuntahi pakaiannya.


Sedangkan di dalam mobil, nayla dan oliv sedari tadi terus-terusan menghembuskan nafas mereka dengan kasar karena wanita yang mereka bawah terus meracau dan berontak ingin keluar dari mobil.


" Pantesan aja klien meminta kita mencarinya dan membawah dia pulang, ternyata wanita ini sangat amburadul kelakuannya ". Ucap oliv tak habis pikir.


" Biarkan saja, ini bukan urusan kita, yang penting kita sudah di bayar dan kerjaan kita akan segera selesai ketika wanita itu berhasil kita kembalikan ke rumahnya ". Ujar nayla dengan profesional hanya fokus dengan misinya saja tanpa berniat ikut campur dengan masalah internal wanita itu dengan keluarganya.


" Ya, tapi tetap saja gue selalu heran dengan kebanyakan klien orang-orang kaya yang menyewa jasa kita ".


" Mereka kan bisa melakukannya sendiri, bukankah mencari wanita ini dan membawahnya pulang adalah hal yang mudah, tapi kenapa mereka lebih memilih mengeluarkan uang banyak hanya untuk menyewa kita ". Sambung oliv.

__ADS_1


Nayla langsung mengangkat kedua bahunya seakan mengatakan kalau dia juga tidak tahu kenapa bisa seperti itu.


Oliv pun hanya bisa menggelengkan kepalanya saja, kemudian mereka berdua kembali diam dan sepanjang penjalanan mereka mengantarkan wanita itu pulang, wanita itu masih saja meracau tidak karuan, karema efek mabuknya.


__ADS_2