
Jam makan malam sudah tiba, para art mulai panik dan khawatir karna nayla sama sekali belum keluar dari kamar setelah kejadian tadi sore.
" Duhh gimana dong ? Apa kita dobrak aja pintu kamar ini ? ". Ucap ema panik takut terjadi sesuatu pada majikannya.
" Mendingan kita telfon tuan aja dulu ". Ujar inem, pikir inem sang tuan harus mengetahui hal ini terlebih dahulu.
Tok.. Tok... Tok....
" NYONYA... NYONYA... TOLONG BUKA PINTUNYA ".
Jeni berteriak sambil mengedor-gedor pintu kamar utama nayla dan lerry berharap ada balasan dari nayla di dalam sana.
" Udah, telfon tuan aja, gue takut terjadi hal buruk sama nyonya di dalam sana ". Ucap jeni akhirnya menyerah berteriak memanggil nayla trus tidak ada respon sama sekalo dari dalam sana.
Tapi tiba-tiba mereka mendengar ada suara seseorang di lantai bawah yang sepertinya sedang mencari nyonya mereka yang tak lain adalah nayla.
" Ayo turun ke bawah, siapa tau yang datang tuan lerry ".
Akhirnya ema dan inem turun ke lantai bawah untuk mengecek siapa orang yang terdengar memanggil-manggil nama nayla, sedangkan jeni, siti dan pingkan masih stay berjaga di depan pintu kamar nayla.
Sedangkan di lantai utama mansion itu, ternyata yang baru saja tiba adalah angga dan juga oliv, dan ternyata yang memanggil nama nayla sedari tadi adalah oliv bukan lerry seperti yang di duga oleh ema dan lainnya.
Melihat ada 2 wanita yang menuruni tangga menuju ke arah mereka berdua, angga dan oliv pun sudah bisa menebak kalau kedua wanita itu adalah art yang bekerja di mansion ini.
" Maaf nona, apa anda yang tadi memanggil-manggil nama nyonya nayla ? ". Tanya ema ketika dia dan inem telah berdiri di hadapan angga dan oliv.
" Ya, dimana dia ? Kenapa dia gk keluar ? Dipanggi juga dari tadi ". Jawab oliv sedikit kesal.
" Maaf nona, nyonya nayla sedari sore belum keluar dari kamar utama dan sekarang kami sedang berusaha membuka kamar utama tuan dan nyonya karena takut terjadi sesuatu pada nyonya di dalam sana ". Jelas inem denga raut wajah yang jelas terlihat khawatir.
Deg.
" Dimana kamarnya, tunjukkan ke saya sekarang juga ". Pekik oliv langsung panik.
Inem dan ema langsung mengantarkan angga dan oliv ke kamar utama nayla dan lerry.
" Nay.. Buka pintunya, ini gue oliv, nay ".
__ADS_1
Tok.. Tok... Tok...
Oliv terus menggedor pintu kamar nayla, sedangkan angga mulai berjalan menjauh dari depan pintu kamar itu dan langsung merongoh ponselnya di saku celananya berniat menghubungi lerry untuk memberitahukan kejadian ini pada lerry, agar lerry bisa pulang secepatnya.
Di sebrang sana, melihat ponselnya berbunyi ada panggilan masuk, lerry langsung menjawab panggilan itu setelah dia melihat bahwa angga lah yang menghubunginya.
" Ya, ada apa ? ". Jawab lerry masih fokus di depan laptopnya.
" Gk usah banyak tanya, mendingan Lo pulang sekarang juga, nayla gk keluar dari kamar kalian dari sore sampai sekarang, mana pintu kamar kalian di kunci dari dalam lagi ".
Deg.
" APA !! ". Pekik lerry sangat terkejut dan perasaan panik juga khawatir langsung menyelimutinya.
" Oke gue pulang sekarang juga, tunggu gue sebentar ". Ucap lerry langsung berdiri dan bersiap-siap untuk pulang saking khawatirnya dia akan apa yang terjadi pada nayla.
" Bentar dulu jangan di matiin ". Pekik angga tiba-tiba.
Untung saja lerry belum mengakhiri panggilan itu, sehingga angga masih bisa mengatakan sesuatu hal yang penting pada lerry.
" Apa gue dobrak aja pintu kamar Lo ? Kan Lo bisa perbaiki lagi kalo hanya soal pintu doang, soalnya oliv udah panik banget bahkan dia nangis karna panik ". Tanya angga meminta izin untuk mendobrak pintu kamar lerry, setelah melihat oliv yang mulai menangis karna tidak ada respon dari nayla di dalam sana.
" Dobrak aja, gk usah nunggu gue ". Jawab lerry langsung mengizinkan niatan angga.
Panggilan langsung di akhiri sepihak oleh lerry, setelah itu lerry langsung berlari keluar dari ruangannya untuk segera pulang.
Sedangkan angga langsung berjalan menghampiri oliv dan kelima art itu di depan pintu kamar nayla dan lerry.
" Coba kalian minggir dulu dari area pintu itu, aku akan mendobrak pintu ini dan sudah seizin dari lerry ". Ucap angga.
" Hikss.. Cepat dobrak yank, aku takut terjadi sesuatu pada nayla di dalam sana ". Ucap oliv dengan tangisan penuh kekhawatiran.
Oliv dan ke lima art itu langsung mundur dan menjauh dari area pintu kamar tersebut, dan angga pun mulai mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu kamar tersebut.
Brakkkk....
Dobrakan pertama gagal, tapi angga tidak putus asa, dia mengambil ancang-ancang lagi dan...
__ADS_1
Braakkkkk....
Panggg...
Pintu kamar itu langsung terbanting dengan kuat menabrak dinding ketika angga berhasil mendobrak pintu tersebut setelah dobrakan keduanya.
" Nay ".
Oliv, angga dan kelima art itu langsung masuk kedalam kamar nayla, tapi mereka tidak menemukan keberadaan nayla di dalam kamar itu.
" Apa kalian yakin nayla memang ada di kamarnya sejak sore ? Atau jangan-jangan dia keluar tanpa memberitahu kalian ? ". Tanya angga pada kelima art itu ingin memastikan.
" Iya tuan, kami yakin---- ".
" NYONYA ".
Baru saja inem ingin menjelaskan, tapi jeni tiba-tiba berteriak di depan pintu kamar mandi.
Oliv langsung melototkan matanya, dengan cepat dia langsung berlari ke arah kamar mandi dan...
Deg.
Oliv terkejut melihat nayla yang ternyata sedang berendam di dalam bathtub dan hanya menggunakan pakaian dalam saja.
" Astaga.. Sepertinya nyonya pingsan ". Pekik inem yang baru saja masuk kedalam kamar mandi dan mengecek kondisi nayla.
" SAYANG KAMU KELUAR SEKARANG JUGA, NAYLA LAGI BUGIL ".
Oliv langsung berteriak menyuruh angga untuk keluar dari kamar itu secepatnya, karna tidak mungkin oliv dan para art itu mengeluarkan nayla yang lagi pingsan dan hanya memakai pakaian dalam saja untuk di pindahkan ke ranjang, sedangkan angga masih berada di dalam sana.
" Ya, baiklah ". Jawab angga langsung menuruti perintah istrinya.
Setelah angga keluar dan pintu telah tertutup kembali, oliv dan kelima art itu langsung berbondong-bondong mengangkat nayla dan memindahkan nayla ke atas ranjang.
" Tolong ambilkan pakaian gantinya, biar saya yang membuka pakaian dalamnya, sedangkan yang lain, tolong menjauh sedikit, nayla pasti akan sangat marah jika orang lain melihat keadanya seperti ini, kecuali saya sahabatnya sendiri ". Ucap oliv yang tentunya sangat mengetahui baik dan buruk sahabatnya.
Inem pergi untuk mengambil pakaian ganti nayla di walk in closet, sedangkan art yang lainnya langsung menuruti perintah oliv untuk menjauh sedikit saat oliv ingin melepas pakaian dalam nayla yang basah, walaupun tubuh nayla sebenarnya telah di tutupi dengan selimut.
__ADS_1