Nasib Anak Yang Terbuang

Nasib Anak Yang Terbuang
Bab 29


__ADS_3

Nayla menghempaskan tubuhnya dengan kasar duduk di sofa ruang santai, tak berselang lama oliv juga telah kembali setelah mengusir laura yang tiba-tiba datang dan mengamuk di rumah mereka.


" Kenapa Lo diem aja di katain kayak gitu sama sih nenek lampir gila itu ? Apa Lo masih takut sama dia ? ". Tanya oliv tak habis pikir kenapa nayla tadi hanya diam saja di katain anak pembawah sial oleh laura.


" Ayolah nay, kenapa lu harus takut sama mereka sih ? Kalian sama-sama makan nasi kok, kecuali mereka makannya batu, lah itu yang harus Lo takutin dari mereka ". Sambung oliv.


" Gue bukan takut liv, ngapain gue takut ? hanya saja gue gk kepengen bales mereka saat ini, tapi ada waktu yang tepat nantinya dimana gue beneran akan buat mereka menyesal lakuin semua ini ke gue ". Balas nayla dengan wajah datarnya.


Oliv menautkan kedua alisnya, dia cukup terkejut ketika dia mendengarkan kalau nayla ternyata telah mempersiapkan sesuatu untuk membalas semua perbuatan keluarga anggara yang selama ini telah membuat kehidupan nayla sangat menyedihkan.


" Baiklah, setidaknya lu sadar kalau mereka itu harus di bales, biar mereka gk semena-mena sama orang lain, terutama ke elu ". Ucap oliv akhirnya mulai mereda emosinya setelah mengetahui niat nayla.


" Tapi siapa yang kasi tau ke nenek lampir itu alamat rumah kita ? Kok bisa dia tahu kita tinggal disini ? ". Sambung oliv penasaran.


" Entahlah, sebaiknya kita pindah rumah saja secepatnya, Lu tahu kan gue paling malas soal beginian ". Ucap nayla.


" Ya udah, kita pindah sekarang juga gk masalah kok, senyamannya lu aja ". Balas oliv terserah nayla, karena bagi oliv, jika nayla nyaman dan aman, pasti dia ikut senang.


Nayla menganggukkan kepalanya setuju dan tanpa menunggu lama-lama lagi, mereka berdua langsung mengemasi barang-barang mereka, karena mereka sudah tahu kemana mereka akan pindah saat ini juga, dan tempat tujuan mereka yang akan menjadi rumah baru mereka tenyata adalah apartemen milik oliv di gedung apartemen di bawah naungan kepemilikan perusahan herman grup atau milik keluarga oliv.


*******


2 hari kemudian..


Saat ini nayla sedang berada di swiss, dia hanya sendirian tanpa di temani oliv yang biasanya akan membuntuti kemana pun nayla pergi.


Awalnya oliv memang tidak mengizinkan nayla pergi sendirian, tapi nayla mengatakan suatu hal yang mampu membuat oliv terdiam dan akhirnya membiarkan nayla pergi.

__ADS_1



Nayla berada di kota Interlaken yang cocok untuk orang-orang yang ingin menikmati pemandangan alam. Kota kecil yang terletak di Pegunungan Alpen dan berada di antara dua danau, yaitu Brienz dan Thun. Posisinya juga terletak di pinggir Sungai Aar.


Di bawah sinar bulan yang menerangi malam ini, nayla duduk di tepi danau sambil menikmati angin malam yang sangat segar untuk menenangkan pikirannya.


" Hah ". Hembusan nafas pelan pun di hembuskan oleh nayla.


" Apa gue memang anak pembawah sial ? Sehingga hidup gue harus serumit ini ? ". Batin nayla merasa hidupnya terlalu menyedihkan.


" Tapi kenapa harus gue ? sekuat itukah gue untuk ngehadepin semua ini tuhan ? ". Sambungnya lagi dalam hatinya.


Di saat nayla sedang merenungi nasib di pinggir danau itu, tiba-tiba seorang wanita duduk tanpa permisi tepat di samping nayla.


Sontak saja nayla langsung kaget saat melihat wanita asing itu duduk di sampingnya, sedangkan wanita itu malah memberikan minuman coklat hangat pada nayla.


Dengan wajah datarnya, nayla mencoba untuk bisa berbaur dan alhasil, dia pun mengambil cangkir yang berisikan minuman coklat hangat itu dari tangan sih wanita asing di sampingnya.


" Santai saja, aku bukan orang jahat ". Ucap wanita itu dengan senyuman hangat seraya menatap ke arah danau.


Nayla hanya diam saja, karena sebenarnya nayla bukanlah orang anti sosial, hanya saja jiwa introvertnya terlalu dominan sehingga dia sangat suka menyendiri dan memilih untuk tidak berbaur dengan orang lain.


" Namaku violet, aku berasal dari paris dan aku sedang menikmati liburan kerja ku di negara ini ". Ternyata wanita itu bernama violet dan dia memperkenalkan dirinya pada nayla.


" Aku nayla ". Jawab nayla dengan singkat dan wajahnya yang selalu datar.


" Hmm.. Nama yang unik ". Ucap violet menyukai nama nayla.

__ADS_1


" Apa kau kesini karena butuh healing juga ? ". Tanya violet dengan santainya.


" Hmm ". Nayla kembali menjawab hanya dengan deheman saja, seraya dia meminum minuman yang di berikan wanita itu.


" Ya, kebanyakan orang yang datang ke kota ini pasti dengan alasan healing, tapi alasan itu memang paling tepat, bagi orang-orang yang butuh menenangkan diri mereka dari banyaknya masalah yang mereka hadapi ". Ucap wanita itu tanpa menatap ke arah nayla.


Nayla menatap violet dengan tatapan yang sulit di artikan, tapi yang di katakan violet memang kebenarannya.


" Aku tahu kamu ada disini juga pasti ada masalah yang membuatmu tidak tenang, tapi bolehkah aku memberikanmu saran ? ". Tanya violet.


" Hmm ". Nayla benar-benar terlalu irit dalam berbicara dengan orang asing, kecuali oliv.


" Hidup memang terkesan kejam pada kita, tapi semua tergantung bagaimana kita menanggapi prosesnya, jadilah dirimu sendiri dan biarkan orang lain mengatakan apapun tentangmu, karena yang menjalani hidupmu adalah dirimu sendiri dan orang lain tidak akan pernah bisa merasakan apa yang sedang kamu alami dan rasakan ".


Kata-kata violet sangat lah bijak dan sangat bermotivasi dan nayla setuju dengan pemikiran violet.


" Aku tidak menjauh dari siapapun, Aku hanya membutuhkan jeda untuk memahami diriku sendiri. Karna tanpa aku sadari, selama ini aku selalu berusaha memahami seseorang, padahal aku sendiri tidak paham siapa aku ". Ujar nayla akhirnya mulai terbuka dan berkata dengan panjang lebar.


Violet terlihat mengembangkan senyuman manisnya, dia mengarakan tangannya ke pundak nayla dan mulai mengelusnya dengan pelan berniat memberikan kekuatan pada nayla.


" Caramu menanggapi masalahmu sudah tepat dan benar, karena nyata kita juga butuh menyendiri untuk bisa berpikiran positif dalam menanggapi sebuah masalah, dan menyendiri adalah tindakan terbaik untuk menenangkan diri kita ". Ucap violet masih mengusap pundak nayla.


" Aku tidak tahu masalah seperti apa yang sedang kau hadapi, tapi aku kagum dengan orang yang cara berpikirnya sepertimu, karena banyak di luaran sana yang memilih bunuh diri karena mereka merasa tidak mampu menghadapi setiap masalah yang mendatangi mereka ". Ucap violet.


" Hmm, kau benar ". Balas nayla setuju dengan ucapan violet.


" Mungkin saat ini adalah pertama dan terakhir kali kita bertemu, tapi aku senang bisa bertemu denganmu disini, jika waktu mempertemukan kita kembali, jangan ragu untuk menyapaku nayla, aku pasti akan mengingatmu ".

__ADS_1


Nayla menganggukkan kepalanya, dan akhirnya violet pergi meninggalkan nayla sendirian lagi di pinggir danau itu.


__ADS_2