
Ke esokan paginya, lerry yang baru saja masuk kedalam ruangannya langsung di suguhi oleh kehadiran angga yang sedang duduk santai di sofa tamu di dalam ruangannya.
" Apa Lo sesenggang ini ? ". Ucap lerry dengan datar tanpa menatap angga dan langsung menuju meja kerjanya.
Angga langsung memutar bola matanya dengan malas mendengarkan sindirian halus yang di lontarkan bos sekaligus sahabatnya.
" Kemarilah, berkas kontraknya sudah di bawah oleh nayla 10 menit yang lalu ". Ucap angga dengan santainya.
Lerry yang baru saja duduk di kursi kerjanya langsung menautkan kedua alisnya cukup terkejut mendengarkan hal itu.
" Sepagi ini ? Apa dia kurang kerjaan ? ". Ucap lerry terheran-heran.
Walaupun dia berkata seperti itu, dia tetap bangkit berdiri dari duduknya, kemudian berjalan mendekati angga, karena dia tidak mungkin tidak penasaran dengan persyaratan apa saja yang nayla ajukan di dalam kontrak tersebut.
" Lo sudah membacanya ? ". Tanya lerry meraih berkas itu di atas meja seraya duduk di sofa kosong yang berhadapan dengan angga.
" Ya, dan gue yakin Lo pasti akan menyetujui semua persyaratan yang nayla ajukan di dalam berkas itu ".
Tanpa menunggu lama, lerry langsung membuka berkas tersebut karena dia penasaran dengan maksud perkataan angga barusan.
Srett..
Dengan serius lerry membaca isi berkas tersebut tanpa anda yang tertinggal, dan lerry pun menyunggingkan seringai tipis ketika dia telah membaca semua persyaratan.
" Ternyata dia tidak sebodoh yang gue kira ". Ucap lerry dengan senyuman tipisnya.
Angga tertawa kecil seraya menganggukkan kepalanya sangat setuju dengan ucapan lerry.
Ternyata isi tulisan di berkas kontrak itu hanya tertera beberapa kata saja dan di paling bawah kertas kontrak sudah ada tanda tangan nayla dan lerry hanya perlu tanda tangan di samping tanda tangan nayla.
Tapi yang membuat lerry maupun angga merasa lucu adalah persyaratan yang nayla tuliskan bahkan hanya 2 persyaratan saja dengan kata yang pendek-pendek juga, sepertinya nayla irit tinta pena.
**Persyaratan yang nayla ajukan :**
**1. Tidak mengusik kehidupan masing-masing.**
**2. Tidak ada kontak fisik**.
__ADS_1
Kurang lebih seperti itu persyaratan yang nayla ajukan dalam berkas tersebut.
Lerry terlihat mulai tertarik pada nayla, dia penasaran seperti apa rasanya jika kenyataannya nanti dia bisa berpacaran dengan sosok gadis yang sangat unik seperti nayla.
Bagaimana lerry tidak menganggap nayla unik. Hampir semua wanita sangat ingin menjadi kekasihnya bahkan ingin menjadi istrinya, contohnya saja laura yang tergila-gila padanya. Tapi nayla sangat berbeda, dia malah hanya memanfaatkan lerry untuk membalaskan dendamnya pada keluarganya sendiri, bukan kah nayla sedikit aneh menurut lerry.
" Lu setujukan dengan persyaratan yang dia ajukan ? Hahah ". Tanya angga di iringi tawa lucu karena ulah nayla.
" Boleh juga ". Jawab lerry hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan senyuman tipisnya, apa yang nayla lakukan pagi ini cukup membuat moodnya sangat baik.
Tanpa basa-basi, lerry bahkan langsung mentanda tangani berkas itu dan setelah selesai dia langsung memberikannya pada angga.
" Eaaa.. Akhirnya lu gk jomblo lagi setelah sekian lama gk punya pacar, tapi sayangnya setelah 3 bulan status jomblo lu akan kembali lagi, haha ". Ejek angga dengan tertawa puas.
" Ck, diem lu ". Pekik lerry dengan malas.
" Bagaimana kalau kita taruhan saja ? ". Sambung lerry dengan santainya.
" Cih.. Lu mau taruhan soal nayla ? Gue gk ikutan, bisa-bisa gue di cabik-cabik sama oliv kalau ketahuan gue ikutan taruhan Lo ". Ucap angga langsung menolak ajakan gila lerry.
Deg.
Angga terkejut, bukan karena ejekan lerry, tapi karena perubahan sikap lerry barusan. Ternyata angga terkejut karena setelah sekian purnama, ini pertama kalinya lerry melontarkan ejekan padanya, karena biasanya lerry benar-benar sangat dingin dan datar.
Tapi disisi lain, angga jelas merasa senang melihat lerry yang akhirnya perlahan mulai kembali hangat seperti dulu, karena sebenarnya yang merubah sikap hangat lerry menjadi dingin karena putusnya hubungan lerry dengan mantan pacarnya yang berasal dari amerika.
*****
Di apartemen oliv saat ini, nayla dan oliv sedang bersiap untuk pergi ke super market untuk belanja kebutuhan dapur dan kebutuhan rumah lainnya karena mereka sudah kehabisan bahan makan dan juga keperluan mereka lainnya.
Setelah selesai bersiap, mereka langsung turun ke parkiran dan pergi ke super market yang cukup dekat dengan apartemen mereka.
Drettt..
Drett...
Di sela perjalanan mereka menuju super market, tiba-tiba ponsel oliv bergetar menandakan ada panggilan masuk dan setelah oliv mengecek siapa yang menghubungi, ternyata si penelfon adalah angga, dan oliv langsung menjawab panggilan tersebut.
__ADS_1
" Hmm kenapa ? ". Tanya oliv setelah panggilan terhubung dengan dan yang mengemudikan mobil adalah nayla.
" Lerry sudah mentanda tangani kontraknya, dan dia setuju dengan persyaratan yang nayla ajukan dalam berkas itu ". Jawab angga.
" Bagulah kalau dia setuju dengan persyaratan yang nayla ajukan ". Ucap oliv.
" Tapi nanti saja aku hubungin kamu lagi yah, soalnya aku mau belanja bulanan dulu bareng nayla, ini kita baru nyampe di super market ". Sambung oliv yang ternyata dia dan nayla sudah tiba dan baru saja memarkirkan mobil mereka di parkiran super market tujuan mereka.
" Baiklah, aku akan menghubungimu lagi ".
Panggilan pun langsung berakhir dan sekarang oliv dan nayla tanpa berbasa-basi lagi, mereka langsung masuk kedalam gedung super market itu.
Tapi tiba-tiba hal yang tidak terduga terjadi di hadapan mereka.
Deg.
" Astaga, Ade ? Kamu gapapa ? ". Pekik oliv yang secara bersamaan dengan nayla menangkap tubuh seorang gadis kecil yang hampir ambruk jatuh.
" Ma-maafkan a-aku kak ". Ucap gadis kecil itu dengan wajah yang sudah sangat pucat.
" Ayo ikut kaka ke mobil kaka ". Ajak oliv kasian dan khawatir melihat kondisi gadis kecil itu.
Gadis kecil itu hanya bisa menuruti ajakan oliv, tapi belum juga nyampe di mobil mereka, gadis kecil itu malah pingsan sehingga nayla langsung menggendong gadis kecil itu dan memasukkannya kedalam mobil.
" Gimana ini nay ? Apa kita bawah aja gadis kecil ini ke rumah sakit ? Sepertinya dia sedang sakit ". Ucap oliv merasa kasihan pada gadis kecil yang sedang pingsan dan sedang di tidurkan di kursi belakang.
" Lihatlah ".
Bukan menjawab pertanyaan oliv, nayla malah menyuruh oliv melihat kearah luar mobil.
Deg.
" Apa pria-pria itu sedang mencari gadis kecil ini ? ". Ucap oliv langsung mengunci semua pintu mobil dengan menenkan salah satu tombol yang dengan otomatisnya bisa mengunci semua pintu mobil.
Ternyata di depan sana, nayla dan oliv melihat ada sekitar 5-6 oranv berpakaian hitam yang sepertinya sedang mencari seseorang.
Tapi entah kenapa, nayla yakin pasti pria-pria itu sedang mencari gadis yang baru saja mereka tolong.
__ADS_1