
Lerry dan angga masih stay di club dan terus menikmati minuman yang mereka pesan, tapi mereka berdua berniat tidak ingin minum terlalu banyak, karena besok mereka ada meeting penting tepat jam 8 pagi.
Tapi ketika sedang asik-asiknya menikmati minuman mereka, pintu ruangan VVIP tersebut tiba-tiba di buka oleh seseorang dari luar dan bahkan pintunya di banting sehingga mengenai tembok dan menimbulkan suara benturan yang cukup kuat.
Brakkk....
Lerry dan angga spontan kaget karena hal tak terduga itu, tapi di detik kemudian, angga apalagi lerry langsung berubah dingin ketika melihat siapa yang tiba-tiba masuk kedalam ruangan mereka.
" Lau, ayo pergi.. Bukan disini tempatnya ". Ucap salah satu wanita yang terlihat masih sedikit sadar dari mabuknya, mengajak sahabatnya untuk segera pergi dari ruangan itu, setelah melihat lerry dan angga berada di dalam ruangan itu.
" Akkhh awas ser, gue pengen ke toilet, hisss ". Balas sahabat wanita itu yang ternyata tak lain adalah laura yang terlihat sudah sangat mabuk, bahkan cara berjalannya sudah sempoyongan akibat pusing efek dari minuman yang dia minum.
Laura terus merontak dan meminta sera untuk melepaskannya, dia mengira sera sengaja ingin menjahilinya, padahal dia sudah kebelet pipis, tapi sera terus menahannya.
Tapi kenyataannya sera menahan laura masuk kedalam ruangan itu bukan dengan sengaja, tapi karena sera sudah gugup ketakutan melihat tatapan angga dan lerry yang sedang menatap mereka berdua dengan tatapan dingin mematikan.
" Sepertinya lerry benar-benar tidak akan menikahi gadis ini ". Batin angga dengan yakin, sambil terus menatap dingin kearah sera dan laura.
" Suruh mereka berdua keluar dari sini ". Ucap lerry sangat dingin menyuruh angga mengusir laura dan sera dari ruangan itu.
" Ayo pergi lau, kita dalam masalah besar ". Bisik sera pada laura seraya terus menarik laura untuk segera pergi dari hadapan angga dan lerry, apalagi setelah sera mendengarkan ucapan lerry barusan. Perkataan lerry mampu membuat bulu kuduknya berdiri saking takutnya.
" Ai ai ai, apaan ser, gu-gue kebelet, pengen pipis ". Ucap laura tidak bisa lagi mengendalikan dirinya, dia benar-benar sudah sangat mabuk.
Tiba-tiba tubuh laura bergetar sejenak seperti orang kedinginan, sera yang melihat itu langsung melototkan matanya syok dengan apa yang barusan dilakukan oleh laura tepat di hadapan angga dan lerry.
" Aaahh ". Suara hembusan nafas lega di iringi senyuman dari laura pun jelas di lihat oleh ketiga orang di dalam ruangan itu.
__ADS_1
" Astaga laura, malu-maluin banget ". Batin sera masih melototkan matanya ketika dia melihat cairan yang meluncur ke bawah di celana laura.
Bukan hanya sera, bahkan angga maupun lerry langsung menatap laura dengan tatapan jijik.
Ternyata laura ngompol tepat di hadapan lerry dan angga. Tapi laura tentunya tidak sadar dengan kebodohannya sendiri karena efek mabuknya.
Seketika itu juga mood lerry langsung buruk, dia bahkan sampai berdiri dari duduknya. Angga juga ikut berdiri ketika melihat lerry berdiri.
Tanpa sepatah kata apapun, lerry langsung pergi meninggalkan ruangan itu, di ikuti angga yang memang telah ilfeel setelah melihat laura yang ngompol di depannya dan itu benar-benar sangat memalukan.
Entah apa yang akan dilakukan oleh laura, jika ke esokan harinya dia tahu dan tanpa sadar telah melakukan hal yang sangat memalukan di depan pria yang ingin sekali dia nikahi. Sangat-sangat memalukan.
*******
" Haha, sumpah ***, gue gk nyangka calon istri lu se brutal itu haha ". Ejek angga di sela dia mengemudikan mobil, sedangkan lerry sedang duduk di sampingnya.
Lerry langsung berdecih kesal mendengarkan ejekan angga padanya, dia sungguh dipermalukan bahkan sebelum menikahi laura.
" Lu masih mau nikah sama gadis kek dia ? yang ngompol di depan calon suaminya ? Haha ". Angga terus mengejek lerry dan itu sangat menyebalkan.
" Diem lu, gk usah bahas soal gadis sinting itu ! ". Ucap lerry dengan kesal.
" Lah ? Sinting-sinting gitu, nanti jadi istri Lo juga kali *** hahaha ".
Bugh..
Lerry langsung melesatkan pukulan yang langsung mengenai pundak angga dengan tenaga yang cukup kuat sehingga angga langsung mengelu kesakitan.
__ADS_1
" Apaan sih lu ! Sakit gila, kan kenyataannya lu akan nikahin tu gadis yang lu bilang gadis sinting ". Kesal angga seraya mengusap pundaknya yang di pukul oleh lerry dengan satu tangannya.
" Sekali lagi Lo ngomongin dia, gue potong gaji Lo an**ing ". Lerry yang sudah sangat kesal pada angga yang sedari tadi sangat menyebalkan pun akhirnya melontarkan ancaman potong gaji jika angga masih saja membahas soal laura di hadapannya.
Angga pun mendengus kesal mendengarkan ancaman lerry barusan, " dikit-dikit salah, ancamannya pasti potong gaji, dasar gila ". Ucap angga kesal, tapi pada akhirnya dia diam dan tidak lagi mengejek lerry, karena dia tahu apapun yang lerry ucapkan pasti tidak main-main.
Di sepanjang perjalanan angga mengantarkan lerry kembali ke mansion keluarga jordan, suasana di dalam mobil itu akhirnya hening juga. Lerry yang sibuk memandangi jalanan dan angga yang fokus mengemudikan mobilnya.
*****
Sedangkan di tempat lain, tepatnya di rumah sakit LJ hospital, nayla dan oliv bersama kedua orang tua pria bernama gilang itu, baru saja keluar dari ruangan rawat tempat pria itu di rawat.
" Terima kasih sudah menolong putra kami nak nayla dan nak oliv, entah apa yang akan terjadi jika putra saya terlambat di bawah ke rumah sakit ini ". Ucap ibunya gilang, berterima kasih dengan tulus.
" Iya nak, bapak tidak menyangka kejadian seperti ini bisa di alami oleh putra bapak, dan bapak juga tak menyangka kalau kalian berdua yang menolong putra bapak ". Sambung ayahnya gilang yang ternyata adalah mantan kepala sekolah oliv dan nayla saat mereka masih duduk di bangku SMA.
" Bapak dan ibu tidak perlu berterima kasih, bukankah hal seperti ini, saling bantu membantu sudah bagian dari proses kehidupan ? Ini sudah takdirnya kita yang akan menolong gilang, jadi berterima kasihlah pada yang di atas, karena kamilah yang menjadi perantara untuk menolong gilang ". Jawab oliv dengan senyuman hangat.
Ayah dan ibu gilang tersenyum terharu mendengarkan ucapan oliv, mereka juga percaya, jika seseorang berbuat baik pada orang lain, pasti suatu saat akan ada orang baik juga yang akan membantu saat kita membutuhkan bantuan.
" Baiklah bapak ibu, kalau begitu kami pamit pulang dulu, karena ada hal penting yang harus kami lakukan di rumah ". Ucap oliv pamit pulang.
" Bapak ibu saya juga pamit pulang dulu ". Sambung nayla.
" Ya, sekali lagi terima kasih. Berhati-hatilah di jalan pulang nanti ". Ucap ibunya gilang dengan lembut.
Akhirnya nayla dan oliv pamit pulang dan pergi meninggalkan rumah sakit itu. Mereka berdua memang harus secepatnya pulang, karena mereka baru saja mendapatkan orderan kasus lagi dari salah satu klien yang untungnya akan di lakukan di salah satu kota di indonesia.
__ADS_1