Nasib Anak Yang Terbuang

Nasib Anak Yang Terbuang
Bab 55


__ADS_3

Seandainya waktu bisa di putar kembali, mungkin saat ini nayla sangat ingin kembali dimasa dimana ibunya masih ada di dunia ini.


Mungkin dia terlihat sangat kuat dan tegar di depan semua orang, nyatanya dia adalah gadis yang rapuh di balik senyum tawa yang dia tunjukkan di hadapan orang lain.


Bahkan jika nayla bisa memilih di keluarga mana dia akan di lahirkan, pasti dia tidak akan mau lahir di dalam keluarga anggara, tapi nayla mencoba menjalani hidupnya dengan penuh ketegaran dan mencoba untuk tidak menyesal telah di lahirkan di dunia ini.


" Bu, apa aku harus membalaskan semua perbuatan kejam ayah dan keluarganya ? Atau aku hanya akan terus terperangkap dalam semua ini ? ". Gumam nayla seraya seraya menatap foto kenangan dia bersama ibunya yang sekarang sedang di pegang olehnya.


" Aku tahu dia adalah ayah kandungku, aku pun tidak berniat membalaskan semua ini, tapi aku juga lelah bu, sampai kapan aku terus-terusan di injak-injak seperti ini oleh mereka ".


" Maafkan aku bu, maafkan aku jika aku harus melakukan semua ini, karna hidup yang ku jalani tidak semudah itu dan butuh perjuangan bahkan hanya untuk mempertahankan harga diriku ". Sambung nayla.


Setelah meluapkan unek-uneknya di depan foto kenangannya bersama sang ibu, nayla pun mengembalikkan lagi foto tersebut di atas nakas samping tempat tidurnya, kemudian dia berjalan keluar dari kamarnya.


" Lu dah siap ? ".


Tanya oliv ketika dia dan nayla berpapasan keluar secara bersamaan dari kamar mereka masing-masing dan langsung di balas dengan anggukkan kepala oleh nayla.


Tanpa bertanya lagi, mereka berdua langsung berjalan bersamaan keluar dari apartemen, entah kemana mereka akan pergi malam hari ini.


Sedangkan di tempat lain, laura, adel dan dimas sedang mengumpat kesal karena ternyata mereka tidak menemukan nayla di rumah yang mereka datangi.


" Berani sekali dia pindah dalam situasi seperti ini, dia sepertinya sengaja ingin menghandiri kita ". Kesal adel.


Mereka bertiga sedang berdiri seperti orang bodoh di depan pintu utama rumah lama nayla dan oliv, mereka sangat marah besar pada nayla saat ini karena merasa nayla sengaja ingin menghindari mereka.


" Trus gimana dong ini ayah ? Kita tidak mungkin menemukan tempat tinggal baru anak sial itu dalam waktu singkat, sedangkan keluarga jordan ingin segera mendengarkan keputusan kita secepatnya ". Ucap laura merengek pada dimas.


" Akkhhh.. Apa kamu bisa diam sebentar, ayah juga sedang berpikir bagaimana caranya kita bisa menemukan anak itu ! ". Ucap dimas kesal karena rengekan laura.


" Tapi apa kamu yakin ini beneran rumahnya ? Siapa tahu kamu salah rumah ". Tanya adel memastikan saja.


" Tidak bun, aku sendiri yang datang kerumah ini dan ini beneran rumahnya ". Jawab laura dengan yakin.

__ADS_1


" Trus kemana dia pergi ? Tidak mungkin dia bisa tahu kedatangan kita yang tiba-tiba seperti ini, dan tidak mungkin dia pindah rumah secepat ini, sedangkan dia tidak tahu kalau kita akan datang mencarinya.


" Coba deh ayah telfon anak itu lagi, siapa tau dia menjawab panggilannya ". Usul laura sangat tidak sabaran.


Dimas setuju dengan usulan laura dan dia langsung merongoh ponselnya di saku celananya, kemudian dia menghubungi nayla untuk kesekian kalinya.


Tutt...


Tutt...


" Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau sedang berada di luar jangkauan ".


Tutt..


Tutt..


" Cih ". Dimas berdecih kesal setelah mendapati nomor nayla yang sepertinya sengaja di nonaktifkan oleh nayla.


Dimas menggelengkan kepalanya, " tidak, dia tidak menjawab panggilanku, sepertinya dia sengaja mematikan ponselnya agar aku tidak bisa menghubunginya lagi ". Jawab dimas dengan wajah kesalnya.


" Kemana anak sialan itu pergi ! Dia selalu elalu saja merepotkan kita dalam situasi seperti ini ". Ujar adel benar-benar sangat marah pada nayla.


" Bagaimana kalau aku menyuruh orang untuk menculiknya saja dan membawahnya langsung ke mansion ? Biar dia gk bisa kabur lagi dari kita ? ". Ucap laura dengan santainya.


" Ya, lakukan saja seperti yang kamu katakan, sepertinya anak itu memang memilih untuk di panggil secara paksa dari pada dengan cara seperti ini ". Ucap adel setuju dengan usulan laura dan dimas hanya bisa setuju dengan apapun yang laura katakan, karena menurutnya apa yang laura usulan memang adalah solusi terbaik agar mereka bisa menemui nayla secepatnya.


Laura pun langsung mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang dan ketika panggilan terhubung, laura langsung menyuruh orang dalam panggilan itu untuk segera mencari nayla dengan ciri-ciri yang dia beritahukan pada orang tersebut.


Setelah itu, mereka bertiga pun memutuskan untuk segera kembali pulang dan akan menunggu orang suruhan laura membawah nayla ke mansion mereka.


******


Di tempat lain, nayla dan oliv baru saja keluar dari mobil setelah mereka tiba di tempat tujuan mereka.

__ADS_1


" Benerkan ini lokasinya ? ". Tanya oliv seraya memeriksa kembali apakah benar tempat yang mereka datangi saat ini adalah titik lokasi yang tepat.


Tapi tiba-tiba nayla menarik lengan oliv sehingga oliv langsung terseret mengikuti kemana nayla menariknya.


" Apaan sih nay ". Ucap oliv dengan kesal.


" Diam dulu, coba lu lihat di ujung sana ". Ucap nayla dengan suara yang pelan seraya menunjukkan tempat yang dia maksudkan.


Oliv memicingkan matanya kebingungan, posisi mereka saat ini sedang bersembunyi di balik mobil mereka dan betapa terkejutnya oliv ketika melihat suatu hal yang tak terduga di ujung sana dimana tempat yang nayla maksudkan.


" DASAR PRIA BAN**AT ". Pekik oliv dengan amarah yang langsung meluap-luap bahkan wajahnya sampai memerah saking emosinya dia melihat apa yang sedang di lakukan oleh pria yang sangat dia kenali yang di tunjuk oleh nayla.


Dengan cepat nayla langsung menahan oliv yang baru saja berniat menghampiri pria tersebut.


" Lepasin gk nay ! Apa Lo mau gue marah sama Lo juga ! ". Pekik oliv dengan amarahnya.


" Gapapa kalau Lo mau marah ke gue, tapi sebaiknya Lo jangsn kepancing emosi dulu, coba Lo perhatikan baik-baik apa yang sedang angga lakukan dengan wanita itu ". Ucap nayla dengan santainya mencoba menenangkam oliv.


Ternyata dan ternyata pria yang mereka lihat di ujung sana adalah angga yang ternyata sedang bersama seorang wanita yang tidak mereka kenali. Karena ternyata saat ini nayla dan oliv sedang berada di depan sebuah club malam dengan niat awal akan menangani kasus yang diberikan oleh klien.


Tapi siapa sangka oliv ternyata harus menelan pil pahit ketika melihat tunangannya ternyata sedang bersama seorang wanita, tentu saja emosinya langsung meluap-luap.


" Gk usah belain dia ! Sebenarnya sahabat Lo gue atau dia sih ! ". Pekik oliv tidak suka nayla menahannya untuk melabrak angga dan wanita itu.


" Cih.. Lihat sana baik-baik, buka mata Lo dan lihat sikap tunangan Lo saat menanggapi wanita itu ". Ujar nayla dengan malas.


Oliv langsung melihat ke arah sana sesuai ucapan nayla.


Deg.


Wajah oliv langsung terlihat malu ketika dia dengan jelas melihat cara angga menanggapi wanita itu.


Ternyata dia salah menilai angga, dan ternyata wanita itu yang sedang mencoba menggoda angga, bukan angga yang menggoda wanita itu.

__ADS_1


__ADS_2