Nasib Anak Yang Terbuang

Nasib Anak Yang Terbuang
Bab 77


__ADS_3

Pagi harinya di mansion baru lerry dan nayla, yang ternyata bangun tidur duluan di antara mereka adalah nayla.


" Hmm.. Jam berapa ini ". Gumam nayla dengan suara seraknya dan perlahan matanya mulai mengerjap mencoba menyesuaikan pencahayaan yang cukup terang di dalam kamar itu.


Dia sama sekali belum menyadari keberadaan lerry yang masih tertidur pulas di sampingnya, sampai akhirnya mata nayla terbuka lebar dan terjadilah kehebohan di dalam kamar itu.


" Aaakkhhhhh, ngapain Lo tidur disini ! ".


Seakan lupa kalau sekarang dia telah menjadi seorang istri dan yang lagi tidur di sampingnya adalah suaminya sendiri, nayla malah berteriak saking kagetnya dia melihat lerry yang sedang tertidur pulas di sisi samping dia dan bahkan nayla langsung mengecek bajunya berharap lerry tidak berbuat macam-macam padanya.


Bahkan anehnya lagi nayla malah bicara Lo gue lagi dan teriakan nayla yang begitu memekikkan teliga, mampu membangunkan lerry dari tidur nyenyaknya bahkan jantung lerry serasa ingin copot karena teriakan nayla.


" Kenapa ? Kenapa ? ". Pekik lerry kaget dan langsung memposisikan tubuhnya duduk di atas ranjang dan terlihat masih sedang mengumpulkan nyawanya karna terbangun dengan cara seperti itu.


" Astaga nayla..... Apa-apaan sih Lo, ngapain teriak juga sampe dia kebangun, bodoh banget gue anjir.. Kan dia sekarang udah jadi suami gue dan gue udah jadi istri dia, kenapa gue malah kaget dan teriak, anjirrr ". Batin nayla yang telah sadar dengan kebodohannya sendiri.


" Gk ada apa-apa kok, maaf yah aku spontan teriak kayak gitu, aku hanya terkejut saja lihat kamu tidur di samping aku tadi, mungkin karna aku belum terbiasa dan baru pertama kali tidur seranjang sama seorang pria ". Jelas nayla jujur dan merutuki kebodohannya, dia pun jadi serba salah atas ulahnya sendiri.


" Hah ".


Lerry memejamkan matanya seraya menghembuskan nafas beratnya, dia pikir telah terjadi sesuatu pada nayla, tapi ternyata tidak setelah nayla menjelaskan kenapa dia teriak tadi.


Melihat lerry sepertinya sedikit kesal karena ulahnya, nayla pun sangat merasa bersalah sehingga dia diam membisu dan langsung menundukkan kepalanya.


" Jangan menunduk seperti itu, kamu gk salah dan aku juga gk marah. Wajarlah kalo kamu sampe kayak gitu jika kamu emang baru pertama kali seranjang sama cowo, jadi aku memakluminya ". Ucap lerry tidak ingin nayla terlihat merasa bersalah seperti ini di hadapannya.


" Tapi --- ".

__ADS_1


Blusshhh..


Lerry langsung mendekati nayla dan memeluknya dengan lembut, membuat nayla sedikit tersentak kaget tapi dia tetap menerima pelukan hangat dan nyaman itu.


" Cuma masalah kecil doang, jangan merasa bersalah, aku beneran gk marah ". Ucap lerry dengan lembut berniat ingin meyakinkan nayla bahwa dia emang beneran gk marah.


Nayla menganggukkan kepalanya tanpa mengeluarkan suara dan setelah itu lerry melepas pelukkan tersebut, kemudian dia menatap nayla dengan senyuman lembutnya.


Setelah mengenal nayla bahkan akhirnya mereka menikah, sepertinya sikap lerry beneran sangat berubah total jika berhadapan dengan nayla, contohnya sekarang ini. Tapi beda cerita lagi kalo sama orang lain, lerry tetap akan menujukkan sikap datar dan dinginnya.


" Ini jam berapa ? ". Tanya lerry.


Tanpa menunggu lama, nayla langsung meraih ponselnya di atas nakas samping ranjang di sebelahnya dan dia langsung mengecek jam berapa sekarang.


" Jam 6 ". Jawab nayla masih sedikit merasa bersalah karna ternyata tanpa sengaja dia telah membangunkan tidur lerry sepagi ini.


" Ehhh.. Mendingan kamu tidur lagi aja, aku ingin ke dapur buat bikin sarapan untuk kamu sebelum ke kantor ". Ucap nayla.


" Gapapa, jam 8 pagi ini aku ada meeting di luar kantor dan kemungkinan aku bakalan pulang sedikit larut dari jam biasa aku pulang kantor, karna angga lagi cuti seminggu dan kerjaan pasti akan sedikit menumpuk ". Jelas lerry.


" Jadi kamu mau siap-siap sekarang ? ". Tanya nayla.


Lerry menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan nayla.


" Baiklah, kamu bisa siap-siap sekarang, aku akan segera ke bawah buat sarapannya ". Ucap nayla.


" Hmm, makasih ". Balas lerry dengan senyum hangatnya.

__ADS_1


Nayla langsung turun dari ranjang dan berjalan keluar dari kamar itu, sedangkan lerry langsung turum juga dan berjalan menuju kamar mandi.


Tapi ketika nayla baru saja tiba di tangga dam berniat turun ke lantai bawah, dia malah teringat sesuatu hal yang menurutnya sangat penting untuk dia siapkan saat ini, jadinya dia kembali lagi kekamar dengan cepat, karna dia harus selesai membuat sarapan sebelum lerry pergi ke kantor.


Ternyata dan ternyata nayla balik ke kamar karna dia ingin menyiapkan pakaian kerja lerry agar ketika lerry selesai mandi, lerry tinggal memakai pakaian yang dia sediakan tanpa harus mencari-cari pakaian dalam lemari. Dan setelah selesai menyiapkan pakaian lerry, nayla pun langsung turun kebawah menuju dapur untuk memulai membuatkan sarapan untuk lerry.


" Selamat pagi nyonya, ada yang bisa kami bantu ? ". Tanya salah satu art yang sedang berada di dapur ketika nayla baru saja masuk kedalam dapur tersebut.


" Apa kalian sedang membuat sarapan ? ". Tanya nayla ketika melihat 2 art di dapur itu terlihat sedang membersihkan bahan-bahan makanan atau rempah-rempah.


" Iya nyonya, apa nyonya datang untuk memberitahu kami sarapan apa yang bisa kami sajikan pagi ini ? ". Jawab art itu dengan ramah juga bertanya balik.


" Ohh gk, gk perlu ". Jawab nayla dengan cepat.


" Saya hanya ingin memberitahukan pada kalian, untuk soal sarapan, makan siang dan makan malam biar saya saja yang memasaknya, kalian cukup memasak untuk makanan yang ingin kalian makan sendiri, karna saya hanya ingin menyajikan makanan buatan saya yang akan di makan oleh suami saya ". Jelas nayla.


" Ahh ya nyonya, kami mengerti maksud anda ".


" Baiklah, mulai dari sini saya akan mulai ambil ahli, dan kalian boleh memasak atau buat sarapan apa saja yang kalian inginkan, itukan ada 2 konfor dan kalian bisa menggunakan konfor satunya lagi dan saya konfor satunya ". Ucap nayla.


Deg.


Kedua art itu langsung tercengang mendengarkan ucapan nyonya mereka, baru kali ini selama mereka bekerja sebagai seorang art, kemudian ada majikan yang malah sama sekali tidak terlihat marah jika berdekatan dengan mereka saat memasak, apalagi dengan santainya nayla menyuruh mereka membuat sarapan yang mereka inginkan, kan sangat di luar nalar pikir mereka.


" Maaf nyonya, tapi kami tidak terbiasa memasak bersamaan dengan majikan kami, karna kami menghargai dan tahu batasan agar tidak membuat nyonya risih dengan keberadaan kami jika memasak bersama di dapur yang sama ". Jelas salah satu art itu dengan sopan.


" Maka dari itu saya sendiri yang meminta kalian untuk memperbiasakan diri agar bisa dekat dengan saya, selama kalian tidak membuat saya marah dan kecewa, saya tidak akan keberatan sekalipun kalian semua makan bersama saya dan suami saya di satu meja makan ". Jelas nayla dengan tegas.

__ADS_1


Semua ucapan nayla sangat membuat kedua art itu terkejut, mereka sungguh tak menyangka bahwa majikan mereka ternyata seramah dan sebaik ini dan mereka merasa sangat beruntung bisa di pertemukan dengan majikan yang bisa memanusiakan manusia seperti nayla.


__ADS_2