Nasib Anak Yang Terbuang

Nasib Anak Yang Terbuang
Bab 71


__ADS_3

Entah kemana lerry membawah nayla saat ini, nayla hanya diam saja dan ikut kemanapun lerry membawahnya tanpa ada rasa takut jika lerry akan berbuat macam-macam padanya.


Tapi baru saja menghentikan mobilnya di depan sebuah gedung yang sama sekali tidak tahu gedung apa itu.


" Ngapain berhenti disini ? ". Tanya nayla penuh selidik.


" Ikut aja, gue gk bakalan ngapa-ngapain Lo di dalam sana ". Jawab lerry meyakinkan nayla.


" Iya gue tau Lo gk bakalan senekat itu, tapi mau ngapain di dalam sana, jawab dulu pertanyaan gue, jangan bikin gue penasaran ". Tanya nayla.


" Udah ikut aja, nanti juga Lo bakalan tau sendiri kalo udah di dalam sana ".


Setelah mengatakan hal tersebut, lerry langsung keluar dari mobil tanpa menunggu nayla berkata lagi dan nayla hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan berat, kemudian dia mau tidak mau tetap mengikuti lerry dan akhirnya mereka berdua masuk kedalam gedung itu.


Nayla memicingkan matanya ketika dia melihat ternyata ada banyak sekali orang di banyak ruangan sepanjang lorong yang mereka lewati saat ini.


" Gedung apa sih ini, aneh banget ". Batin nayla terus mencari petunjuk untuk mencari tau gedung apa yang dimasuki oleh dia dan lerry saat ini.


Sedangkan lerry terus berjalan sambil menggenggam tangan nayla agar mengikutinya.


Dan pada akhirnya lerry mengarahkan nayla memasuki salah satu ruangan di gedung itu. Nayla hanya ikut-ikut masuk saja dan ternyata di dalam ruangan itu ada seorang pria yang mungkin usianya sama seperti dimas ayahnya yang sedang duduk sambil melihat sebuah lembaran kertas yang di pegang oleh pria itu di meja di hadapan pria itu.


" Ahhh.. Tuan lerry, maaf saya tidak menyadari kedatangan anda dan nona nayla ". Ucap pria itu langsung berdiri dari duduknya, kemudian membungkukkan badannya memberi hormat pada lerry dan nayla menyambut kedatangan mereka.


Deg.


" Bapak ini kok bisa tau nama gue ". Batin nayla cukup terkejut, pasalnya dia sama sekali tidak mengenal pria di depannya itu.


" Tidak masalah ". Jawab lerry dengan wajah datarnya.


" Baiklah tuan dan nona, silahkan duduk dulu ". Ucap pria itu.


Lerry dan nayla pun duduk di dua kursi kosong di depan meja kerja pria itu dan pria itu mulai mengambil beberapa lembar kertas yang entah apa yang akan di lakukan pria itu.

__ADS_1


" Ini berkasnya, saya sudah mengurus semua berkas ini walaupun saya sedikit kewalahan karena tuan baru meminta saya mengurus berkas ini 10 menit yang lalu, tapi syukurlah berkasnya bisa selesai dengan waktu yang sangat mepet seperti itu ". Ucap pria itu seraya menyodorkan beberapa berkas yang di maksudnya pada lerry.


" Berkas itu tinggal di tanda tangani saja tuan ". Sambung pria itu.


Lerry menganggukkan kepalanya tanda dia mengerti, sedangkan nayla menautkan kedua alisnya sama sekali tidak mengerti pembahasan kedua pria ini.


" Nay ". Tiba-tiba lerry memanggil nayla seraya menatap nayla dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


" Apa ? ". Tanya nayla dengan singkat penuh selidik.


" Sorry banget kalo gue terpaksa harus ngelakuin hal gila kayak gini, tapi gue ngelakuin ini semua karna gue gk kepengen Lo di fitnah atau kedepannya Lo jadi bual-bualan netizen hanya karna Lo berhubungan sama gue dan gue pikir cara ini adalah cara terbaik buat kita berdua ".


Nayla menautkan kedua alisnya, dia semakin tidak mengerti dengan apa yang lerry maksudkan.


" Maksud Lo apaan sih ? gk usah bertele-tele deh, ngomong langsung intinya saja ". Ujar nayla.


Lerry pun menyodorkan berkas yang di berikan pria tadi pada nayla. Nayla pun meraih lembaran-lebaran berkas yang tersusun itu, kemudian dia membacanya dengan teliti.


Deg.


Nayla pun menatap lerry dengan tatapan tajam, sedangkan lerry hanya menunjukkan wajah datarnya saja.


" Apa maksud Lo dengan semua ini ! Gila ya Lo ! ". Pekik nayla tak habis pikir dengan hal gila yang baru saja lerry lakukan padanya.


" Gue gk bakalan maksa, kalo emang Lo mau ya Lo tinggal tanda tangan aja, tapi kalo Lo gk mau dan gk setuju juga gapapa gk usah tanda tangan ".


" Gue hanya bermaksud baik agar nama baik Lo gk jadi buruk di mata publik nanti, tapi kalo Lo nganggep tindakan gue salah yah gue minta maaf dan kita bisa pulang sekarang juga dan Lo gk perlu mikirin hal ini lagi ". Sambung lerry.


" Ya, tapi gk gini juga kali *** ! ".


" Kenapa Lo gk ngomong dulu ke gue soal ini ? Kenapa Lo ngelakuin semua ini tanpa persetujuan dari gue ? Trus gimana caranya Lo bisa dapat berkas-berkas gue ? ".


" Haisss ! gue gk ngerti lagi sama Lo *** ".

__ADS_1


Nayla benar-benar tak habis pikir kenapa lerry sampai nekat melakukan semua hal gila ini.


" Ya udah gapapa, ayo pulang aja ". Ajak lerry malah tersenyum dan ajak nayla pulang dari tempat ini.


Nayla memejamkan matanya, dadanya terasa sesak entah kenapa saat melihat lerry mengajaknya pulang dengan senyuman seperti itu.


Karna nayla jelas peka dengan senyuman itu, senyuman yang nyatanya menyimpan sebuah kekecewaan di baliknya.


Dan siapa yang sangka. Hal gila yang di buat lerry saat ini ternyata dia membawah nayla kegedung tempat orang mendaftarkan pernikahan.


Lerry terlalu gila dan nekat melakukan semua ini hanya dengan alasan tidak ingin nayla menjadi bual-bualan netizen dan nama baik nayla akan buruk di depan publik karna berhubungan dengannya, sampe-sampe dia ternyata sudah menyuruh pria tadi untuk membuatkan berkas pernikahan dia dan nayla yang jika nayla dan lerry mentanda tangani berkas itu, maka mereka berdua telah resmi menjadi sepasang suami istri dan sah dimata negara dan pemerintah.


" Kok jadi gue yang serba salah kek gini ! Nih laki emang gila bisa ngelakuin sampe sejauh ini ". Batin nayla.


" ***.. Gue bahkan belum kasi jawaban gue atas pernyataan cinta Lo, dan sekarang Lo malah ---- ".


" Iya gapapa, gue sadar diri kok, ayo kita pulang sekarang, pasti angga dan oliv udah nunggu kita di vila ". Lerry langsung menyela ucapan nayla membuat nayla terdiam dan malah menatap lerry dengan tatapan yang sulit di artikan.


" Lu ngapain natap gue kayak gitu nay ". Sambung lerry dengan tertawa kecil menanggapi tatapan nayla padanya.


Nayla malah semakin memicingkan matanya menatap lerry, dia bisa tahu dan peka apa yang sedang lerry pikirkan dan rasakan saat ini, bisa di bilang nayla memiliki bakat empath yang tinggi sehingga dia bisa merasakan hal seperti itu dari setiap orang yang berada di sekitarnya.


" Emangnya Lo yakin bisa bikin gue bahagia, bisa bikin gue nyaman ? ".


" Trus emangnya Lo udah siap berkomitmen jangka panjang sama gue ? udah siap dengan berbagai rintangan yang pastinya ada di setiap perjalanan rumah tangga pada umumnya ? ".


" Kalo lo yakin Lo bisa ngelakuin semua itu, dan Lo bisa buktiin gk bakalan kecewain gue, Gue bisa aja tanda tangan berkas ini kalo emang Lo bisa memenuhi semua hal itu ".


Deg.


Lerry tercengang dengan semua yang nayla katakan barusan. Apalagi nayla mengatakan semua itu dengan wajah yang sangat terlihat serius.


" Hah ". Lerry terlihat menghembuskan nafasnya dengan pelan sejenak sebelum dia menjawab pertanyaan nayla padanya.

__ADS_1


" Gue gk mungkin ngelakuin hal senekat ini kalau gue belum siap dengan semua yang Lo katakan, artinya sebelum gue rencanain semua ini, artinya gue udah lebih dari cukup dan sangat siap dengan semua yang Lo katakan ". Jelas lerry dengan sungguh-sungguh.


Tanpa terduga. Setelah mendengarkan penjelasan lerry itu, nayla tiba-tiba langsung mentanda tangani semua berkas yang membutuhkan tanda tangannya agar bisa meresmikan mereka menjadi sepasang suami istri saat itu juga dan lerry terkejut dan tercengang dengan tindakan nayla itu.


__ADS_2