Nasib Anak Yang Terbuang

Nasib Anak Yang Terbuang
Bab 81


__ADS_3

Berita tentang pembunuhan tragis seorang pria kecil yang ternyata terjadi di rumah yang nayla datangi tadi siang telah tersebar dan viral menghebohkan dunia maya.


Dan tentunya berita itu sudah sampai ketelinga lerry, apalagi yang di dengar oleh lerry yang mana nayla adalah pelapor kasus tersebut pada pihak berwajib, sehingga lerry langsung bergegas pulang saking khawatirnya dia jika terjadi sesuatu pada nayla.


Braakkk...


Pintu utama mansion langsung di buka dengan kasar oleh lerry ketika dia tiba di mansion.


" Dimana nayla ? ". Pekik lerry bertanya pada 2 art yang berpapasan dengannya.


" Nyonya lagi dikamar tuan ". Jawab salah satu art itu.


Tanpa menunggu lama, lerry langsung berlari menaiki tangga menuju lantai 2 dan dia langsung bergegas menuju kamar untuk mengecek apakah benar nayla ada dikamar atau tidak.


Ceklek.


Deg.


Nayla yang sedang rebahan di atas ranjang seketika terkejut melihat lerry yang baru saja masuk kedalam kamar dan sedang berjalan kearahnya.


" Kok kamu ---- ".


Blusshh..


Ucapan nayla terhenti karna lerry tiba-tiba memeluknya, dia bingung kenapa lerry bersikap seperti ini.


" Apa kamu baik-baik saja ? Kenapa kamu bisa berada di tkp itu ? ". Tanya lerry seraya melepaskan pelukannya dan menatap nayla dengan tatapan khawatir.


" Jadi lerry sudah tau tentang berita ini ? ". Batin nayla.


" Gk kok, aku baik-baik aja dan tadi sebenarnya aku hanya kebetulan lewat saja di depan rumah itu dan tak sengaja aku mencium bau busuk seperti bau bangkai gitu, jadinya aku penasaran dan memutuskan untuk mengecek rumah itu dan aku melihat semuanya sehingga aku langsung melaporkan kejadian itu pada pihak berwajib ". Jelas nayla tentu saja tidak mungkin berkata jujur pada lerry.


" Tapi kamu beneran gapapa kan ? ". Tanya lerry memastikan.

__ADS_1


" Hmm.. aku baik-baik saja ". Jawab nayla dengan anggukkan kepala.


" Hah, syukurlah ". Lerry pun bisa bernafas lega setelah mengetahui tidak terjadi hal buruk pada nayla.


" Trus kenapa kamu disini ? Memangnya kamu udah pulang kerja ? ". Tanya nayla penuh selidik.


" Aku kesini karna aku dengar kamu yang melaporkan kejadian itu pada polisi, sehingga aku bergegas pulang, berpikir terjadi sesuatu sama kamu ". Jelas lerry jujur.


Nayla menanggapi penjelasan lerry dengan anggukkan kepala tanda dia mengerti maksud ucapan lerry.


" Gimana kerjaan kamu di kantor ? Apa kamu memerlukan bantuan ? Apa aku bisa membantumu ? ". Tanya nayla menawarkan diri untuk membantu pekerjaan lerry di kantor.


" Pekerjaanku memang menumpuk, tapi aku bisa menanganinya sendiri, kamu cukup diam saja di sini dan jangan keluar sendirian lagi, karna aku tidak ingin mendengarkan hal seperti ini lagi kedepannya ". Jawab lerry.


" Baru juga 1 kasus yang kamu tau, apa jadinya kalo kamu akhirnya tau kalau aku dan oliv adalah black white dan sudah banyak kasus seperti ini bahkan kasus yang lebih kejam lagi yang pernah aku dan oliv tangani ". Batin nayla tidak ingin membayangkan jika lerry mengetahui siapa dia sebenarnya.


" Jam berapa balik ke kantor lagi ? ". Tanya nayla.


" Astaga.. Ayo cepetan kamu balik ke kantor, gimana bisa kamu ninggalin meeting penting hanya karna masalah kecil seperti ini ". Pekik nayla tak habis pikir.


Dengan cepat nayla langsung berdiri dan menarik lerry untuk segera turun ke lantai utama agar lerry segera kembali ke kantor secepatnya.


Lerry hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan hanya bisa menuruti nayla yang langsung menariknya ke mobil.


" Pergilah dan jangan ulangi lagi hal seperti ini, kamu kan bisa telfon aku aja, gk perlu dateng ke sini dan malah ninggalin meeting ". Ucap nayla.


" Iya-iya, maaf ". Balas lerry meminta maaf.


Para art yang sempat melihat nayla yang sedang menceramahi lerry pun langsung senyam-senyum melihat tingkah sepasang suami istri itu yang memang masih tergolong pengantin baru.


" Baiklah, aku balik ke kantor sekarang ". Ucap lerry berpamitan.


Nayla menganggukkan kepalanya dan akhirnya lerry masuk kedalam mobil dan mulai melajukan mobilnya keluar dari area mansion.

__ADS_1


" Dasar ". Ujar nayla seraya menghembuskan nafasnya dengan pelan, kemudian dia langsung masuk kembali kedalam mansion.


*****


" Pokoknya saya akan membayar kalian dengan bayaran yang banyak, jika kalian berhasil menjalankan rencana saya ". Ucap laura pada sekitar 5 orang pria yang kini sedang berhadapan dengannya.


" Nona laura mah tenang aja, Rencana yang nona laura katakan tadi mah udah biasa kamu tangani dari sekiam banyak orang yang menyewa jasa kami ". Jelas salah satu pria itu dengan percaya diri.


" Cih ! Saya tidak perlu omong kosong belaka seperti itu, saya butuhnya bukti nyata bukan hanya sekedar omongan saja ". Ucap laura yang di awali dengan decihan.


" Ya, kami akan membuktikan bahwa omongan kami ini beneran bisa di buktikan bukan hanya sekedar omongan saja, yang penting bayarannya juga nyata bukan hanya sekedar janji manis saja ". Balas salah satu pria juga menantang perkataan laura tadi yang katanya ingin membayar mereka dengan bayaran banyak jika rencana ini berhasil.


" Apa kalian tidak mempercayai saya, Haaa ! ". Pekil laura tidak terima di remehkan seperti itu.


Brukkkk...


Laura yang terbawa emosi akibat di remehkan pria-pria itu pun langsung mengambil uang segepok dari dalam tasnya, kemudian meleparkan uang tersebut di atas meja yang berhadapan dengan mereka semua.


Tentu saja melihat uang segepok di atas meja yang di lemparkan laura langsung membuat mata pria itu melotot terkejut dan senang.


Salah satu pria itu langsung mengambil uang di atas meja itu dengan senyuman mengembang.


" Beri kami 2 hari untuk menjalankan rencana anda, karna kami juga harus melakukan rencana ini dengan teliti dan berhati-hati, jika kami melakukan 1 kesalahan saja, kami bisa saja gagal, jadi kami butuh persiapan yang matang sehari sebelum rencana ini di jalankan ". Ucap pria yang mengambil uang itu.


" Ya, terserah kalian saja, saya hanya ingin terima bukti keberhasilan kalian, baru saya percaya jika kalian beneran bisa memegang omongan kalian ". Balas laura dengan tatapan dinginnya.


Ternyata laura beneran tidak ada kapok-kapoknya mencari masalah pada nayla, walaupun dia selalu saja gagal, tapi laura tetap saja masih merencanakan segala cara agar bisa menyingkirkan nayla, karna jika nayla masih hidup bahagia, laura tidak akan puas dan akan selalu iri dengan kehidupan nayla.


Sedangkan di tempat lain, nayla terlihat sedang menyunggingkan seringai tipisnya, ketika ternyata dia sekarang sedang menyaksikan sendiri dari rekaman cctv dimana laura sedang membuat kesepakatan dengan para pria itu.


" Lo terlalu ngeremehin gue, Lo pikir gue akan masuk jurang yang Lo buat untuk kedua kalianya ? ". Gumam nayla merasa laura beneran menganggap enteng ancaman yang dia lontarkan saat pertemuan mereka di depan gedung apartemen waktu itu.


" Baiklah... Gue akan ladeni permaianan Lo dan gue akan tunjukin cara bermain yang sebenarnya ke Lo ! ".

__ADS_1


__ADS_2