
Suasana di ruang makan itu yang tadinya dipenuhi senyuman bahagia dari adel, dimas dan laura, sekarang malah terlihat mulai memanas karena kehadiran nayla.
" Maaf tuan jordan, apa maksud dari semua ini ? Kenapa dia bisa ada disini juga ? ". Tanya dimas pada rexi menanyakan soal kehadiran nayla saat ini.
Rexi menautkan kedua alisnya bingung kenapa dimas melontarkan pertanyaan seperti itu padanya.
" Ada apa tuan dimas ? Apakah ada yang salah dengan kehadiran putri anda sendiri dalam makan malam ini ? ". Tanya balik rexi keheranan.
Dimas pun terdiam mendengarkan hal itu, apa yang di katakan rexi tentu saja tidak salah karena rexi tidak tahu seperti apa hubungan antara nayla dan mereka, sedekat apa nayla dengan dimas, adel dan laura.
Oliv menyunggingkan senyum tipisnya karna dia puas melihat dimas seketika tidak berkutik setelah di tanya seperti itu oleh rexi.
" Rasain, pasti bapaknya nenek lampir itu sedang menahan emosi karna gk suka dengan kehadiran nayla disini, hanya saja mereka harus berpura-pura bersikap layaknya nayla dan mereka sekeluarga yang bahagia ". Batin oliv.
" Cih.. Kenapa sih anak sial ini harus muncul disini ? Apa dia ingin mempermalukan gue di depan keluarga tuan lerry ". Batin laura terus menatap nayla penuh kebencian.
" Silahkan dinikmati hidangannya ". Ucap mayang.
Akhirnya mereka pun memulai makan malam di malam hari ini dengan perasaan masing-masing yang berbeda-beda.
Laura sudah hilang nafsu makannya karena nayla, tapi dia berusaha agar terlihat baik dengan menghargai makanan yang telah di sajikan, sehingga dia mau tidak mau tetap harus makan.
******
Setelah makan malam selesai, mereka semua kini sedang berkumpul di ruang santai dan sampai saat ini, adel dan laura masih saja menatap nayla dengan penuh kebencian dengan sorot mata yang tajam.
" Baiklah, kita langsung saja pada inti yang akan kita bahas malam hari ini ". Ucap rexi mode serius.
" Pertama saya ingin menanyakan pada nayla, apakah benar kamu telah setuju jika saudarimu yang akan menikah dengan putra saya lerry ? ". Sambung rexi seraya menatap ke arah nayla.
Deg.
__ADS_1
Bukan jantung nayla yang berdetak kencang saat rexi melontarkan pertanyaan seperti itu, tapi yang nyatanya sedang panik itu adalah laura karena dia cukup takut jika nayla menjawab tidak pada pertanyaan itu.
Sedangkan nayla sendiri hanya terlihat santai-santai saja menanggapi pertanyaan yang di lontarkan padanya, tapi tidak dengan adel yang malah menatap tajam nayla seakan memberi isyarat untuk mengatakan iya pada pertanyaan tuan rexi barusan.
" Maaf om, sejak kapan saya mengatakan hal seperti itu ? ". Jawab nayla sungguh di luar dugaan.
Deg.
Dimas, adel terutama laura langsung tercengang mendengarkan jawaban nayla.
" Apa maksudmu ! Kamu sendiri yang mengatakan kalau kamu ingin melepaskan tuan lerry dan telah setuju kalau aku yang akan menikah dengan tuan lerry ". Ujar laura tidak terima.
" Bisakah kau membuktikan ucapanmu ? Kapan aku mengatakan hal seperti itu padamu kaka ? Jangan bercanda ". Balas nayla dengan senyuman tipisnya.
Deg.
Laura terkejut, dia bahkan melotot tajam mendengarkan ucapan nayla barusan.
" Ada apa tuan dimas ? Apa kau ingin memarahi kekasihku karena jawabannya ? ".
Lerry yang sedari tadi diam pun langsung angkat bicara seraya menatap dimas dengan tatapan dingin.
" Wahhh seru juga ". Batin oliv malah menganggap drama di depannya sangat seru untuk di tonton.
" Sepertinya hubungan keluarga mereka memang sangat kacau, entah kenapa tuan dimas sepertinya terlalu berpihak pada putri sulungnya di bandingkan putri bungsunya ". Batin rexi menilai semua yang terjadi di depannya.
" Maaf tuan lerry, tapi anak ini (nayla) sudah keterlaluan, bagaimana bisa dia dengan sengaja mempermainkan saudarinya ? Padahal dia sendiri yang mengatakan bahwa dia telah setuju laura yang akan menikah dengan anda ". Ucap dimas.
" Ayah, kenapa ayah berkata seperti itu ? Apakah aku juga tidak berhak bahagia dengan pria yang ku cintai ? ". Ucap nayla dengan wajah yang pura-pura di buat sesedih mungkin.
" Baiklah, drama yang sesungguhnya baru saja di mulai ". Batin indah dengan antusias melihat betapa jagonya acting nayla saat ini.
__ADS_1
Deg.
" A-apa maksudmu ". Tanya dimas gelapan dan panik, takut lerry dan keluarganya salah paham dengan pernyataan nayla barusan.
" Apa ayah ? Apa ?.. Kenapa selalu harus aku yang mengalah ? Aku selalu menuruti keinginan kalian, aku selalu mengalah pada ka laura, walaupun kebahagiaanku di renggut secara perlahan ". Ucap nayla saking jagonya beracting, dia bahkan sampai mengeluarkan air matanya.
Deg.
Lagi dan lagi, dimas, adel dan laura dibuat tercengang dengan apa yang nayla lakukan, mereka mulai panik, mereka takut nayla akan membongkar sifat asli mereka di depan keluarga jordan.
" Dasar anak sial ! Berani-beraninya dia melakukan hal ini ! ". Batin adel dengan emosinya yang berusaha keras dia tahan agar tidak meledak saat itu juga.
" Semua telah aku berikan pada kaka, apakah aku juga harus merelakan kekasihku di ambil juga sama kaka ? memangnya tidak cukup semua yang aku lakukan untuk kaka ? Aku juga ingin bahagia, aku sangat mencintai lerry hikss... "
Bukan hanya keluarga anggara yang di buat terkejut dengan apa yang telah dilakukan oleh nayla saat ini, bahkan lerry saja sampai tercengang melihat kegilaan nayla saat ini.
" Dia benar-benar gila ". Batin lerry tak habis pikir.
" Maju nay, ayo bikin keluarga anggara menyesal karena berani nyari masalah sama Lo ". Batin oliv mendukung nayla.
" Dia sangat totalitas dengan perannya sendiri ". Tak hanya oliv dan lerry yang berkata dalam hati mereka, ternyata angga juga merespon apa yang nayla lakukan dan berpikir nayla benar-benar jago dalam beracting.
Sedangkan rexi dan mayang tidak tahu harus berkata apa lagi, mereka bingung harus menanggapi apa masalah keluarga anggara yang baru saja mereka ketahui.
" Heee.. Sejak kapan gue ngerebut kebahagiaan Lo ! Jangan asal bicara yah, sejak awal ibu Lo sendiri yang masuk kedalam keluarga kecil gue dan udah ngehancurin kehidupan gue, jadi gk usah sok paling tersakiti deh Lo ! ".
Akhirnya karena sudah tidak tahan lagi mendengarkan nayla yang memberikan kesan buruk keluarga mereka di hadapan keluarga jordan, laura pun dengan emosi yang meluap-luap langsung mengatakan hal tersebut.
" Akhirnya Lo masuk perangkap gue ". Batin nayla menyunggingkan seringai tipis yang tidak di sadari oleh siapapun.
" Udah cukup yah Lo ngatain gue ingin rebut kebahagiaan Lo ! Apa Lo pikir Lo gk ngerebut kebahagiaan gue, Haaa ! Dasar ibu sama anak sama-sama suka ngerebut ayah sama calon suami gue, dasar pelakor ! ". Sambung laura tidak bisa menahan emosinya lagi.
__ADS_1
" Tuan dimas, tolong tenangkan putri anda ! ". Ucap rexi dengan tatapan dingin tidak suka laura berteriak-teriak seperti di hutan sekalipun dia sedang emosi.