Nasib Anak Yang Terbuang

Nasib Anak Yang Terbuang
Bab 45


__ADS_3

Ternyata menyingkirkan nayla tidak semudah yang laura pikirkan. Ini pertama kalinya laura memang berniat ingin melenyapkan nayla tapi rencananya harus gagal karena 2 orang suruhannya tiba-tiba di kabarkan tenggelam di tengah laut, padahal yang seharusnya di tenggelamkan dalam laut itu adalah nayla, pikir laura.


Waktu sudah berlalu begitu cepat, sekarang sudah sore hari di irlandia dan sekarang oliv dan lainnya juga telah berada di rumah dara dimana nayla menginap semalam.


" Bibi, saya sangat berterima kasih karena bibi sudah menolong dan mengizinkan sahabat saya menginap semalaman di rumah bibi ". Ucap oliv berterima kasih dengan tulus pada Dara.


" Saya membantu nayla karena saya tulus ingin membantu, dia adalah gadis yang baik, bahkan tadi pagi dia sangat membantu saya dalam pekerjaan rumah, seharusnya saya yang berterima kasih pada nayla ". Ucap dara dengan senyum hangatnya.


" Kaka, apa kaka akan segera pergi dari rumah ini ? ". Tanya bella dengan wajah yang di tekuk merasa sedih karena berpikir nayla akan meninggalkannya.


Nayla langsung memeluk bella yang sedang duduk di pangkuannya, dia tersenyum menanggapi pertanyaan bella barusan.


" Kaka harus kembali ke rumah kaka, maaf kaka tidak bisa menemanimu tidur lagi, tapi kaka janji, kapan-kapan kaka akan berkunjung lagi kesini dan mengajakmu jalan-jalan ". Ucap nayla membujuk bella.


Lerry yang sedari tadi diam saja kini merasa tersentuh melihat betapa hangatnya nayla dalam bersikap pada seorang anak kecil seperti bella, padahal nayla belum pernah menjadi seorang ibu, pikir lerry.


" Janji yah, kaka harus datang lagi menemui aku dan mama, aku pasti akan sangat merindukan kaka, walaupun aku sebenarnya masih ingin kaka ada disini agar bisa bermain lebih lama lagi denganku ". Ucap bella akhirnya harus merelahkan nayla pulang kerumahnya.


Nayla menganggukkan kepalanya seraya tersenyum dan memeluk bella, hal itu tentunya di saksikan oleh lerry dan yang lainnya, bahkan indah saja sangat kagum dengan sikap lemah lembutnya nayla pada bella.


" Saya juga sangat berterima kasih pada tuan lerry dan tuan angga serta nona indah yang sudah mau berkunjung kerumah saya yang sangat sederhana ini, maaf jika saya tidak bisa menyajikan makanan yang mewah untuk kalian ". Ucap dara merasa tidak enak pada lerry, indah dan angga.


Dara jelas tahu siapa lerry, angga dan indah. Memangnya siapa di dunia ini yang tidak mengenal keluarga jordan ? Mustahil jika tidak ada yang mengenal keluarga sultan pemilik perusahan paling sukses dan terkenal di dunia.


" Eehh tidak apa-apa bibi, kami datang bukan untuk meminta bibi melakukan hal seperti itu, karena kami memang hanya ingin menjemput nayla saja ". Jawab indah ikutan merasa tidak enak.

__ADS_1


Tiba-tiba bella yang duduk di pangkuan nayla perlahan turun dan mulai mendekati lerry. Setelah bella berhadapan dengan lerry, lerry malah bingung melihat bella yang entah ingin melakukan apa padanya.


" Paman, apa paman adalah suami ka bella ? ".


Deg.


Sungguh di luar nalar pemikiran semua orang yang ada di ruang tamu itu, bella barusan bertanya apakah lerry adalah suami bella ? Ini sangat di luar dugaan, sehingga lerry langsung terkejut mendengarkan pertanyaan itu yang keluar dari mulut bella.


Indah langsung menatap lerry dengan tatapan tajam, dia memberikan isyarat agar lerry menjawab iya atas pertanyaan bella, tapi lerry membalas tatapan indah dengan tatapan yang lebih tajam, seakan dia tidak mau melakukan apa yang indah katakan.


" Bella, ayo kesini, tidak baik bertanya seperti itu pada orang dewasa nak ". Panggil dara merasa tidak enak pada lerry dan lainnya, sehingga dia langsung mengajak putrinya sekaligus menegur putrinya yang sebenarnya tidak salah dalam pertanyaannya karena dia belum tahu apa-apa.


Lerry memejamkan matanya sejenak, kemudian tanpa di duga, dia malah menarik bella dengan perlahan mendekatinya.


" Wahh, apa dia beneran kaka gua ? Ini sih gila ". Batin indah tak pernah membayangkan kalau kakanya bisa bersikap lembut seperti ini.


Nayla terdiam melihat sikap lerry pada bella, tapi dia salut pada lerry yang dengan tegas menyatakan kalau dia hanya sekedar teman saja, bukan mengakui sebagai kekasihnya.


Sedangkan dara sedang gugup, takut bella menyinggung lerry yang nantinya bisa saja bella membuat kesalahan yang membuat lerry marah atau apapun kedepannya.


" Ohhh cuma berteman ? ". Ucap bella dengan polosnya hanya ber Oh ria saja menanggapi jawaban lerry atas pertanyaannya.


" Oh ya, apa kamu ingin membeli mainan baru ? ". Tanya lerry kembali di luar dugaan yang lainnya.


" Mau-mau, apakah paman ingin membelikanku mainan ? ". Jawab bella begitu antusias.

__ADS_1


Lerry langsung menganggukkan kepalanya membenarkan ucapan bella barusan.


" Yeeeyyyy, mainan baru ". Pekik bella terlihat sangat bahagia karena akan di belikan mainan baru oleh lerry.


" Tidak perlu tuan lerry, saya tidak mau merepotkan anda ". Sambung dara semakin tidak enak hati.


" Biarkan saja bi, kapan lagi kaka saya bersikap hangat seperti ini pada orang lain terutama bella, kan tidak sering-sering juga ". Ucap indah mendukung kakanya yang ingin membelikan mainan untuk bella.


" Tapi --- ".


" Ayo kita pergi membeli mainan baru untukmu, kita pergi berdua saja, tidak baik mengajak banyak orang, nanti tidak seru ". Ucap lerry langsung menyela penolakan dara dan dia juga langsung berdiri mengajak bella untuk pergi berdua saja.


" Kenapa harus berdua saja paman ? Aku kan ingin mengajak ka bella juga biar asik ". Tanya bella dengan polosnya.


Indah langsung tersenyum senang karena ternyata tanpa bella sadari, bella seakan mendukung rencana indah untuk mendekatkan nayla dan lerry, sehingga indah langsung mengacungkan kedua jari jempolnya pada bella, berhubung lerry tidak bisa melihatnya karena lerry sedang membelakanginya.


" Bella pergi sama paman itu saja yah, kaka tunggu di rumah saja ". Ucap nayla menolak secara halus ajakan bella.


" Kalau begitu aku tidak akan pergi kemanapun jika kaka tidak mau ikut, lebih baik tidak membeli mainan baru saja, dari pada kaka tidak ikut ". Akhirnya bella pun ngambek dengan wajah cemberutnya.


Nayla dibuat tercengang dengan ucapan bella barusan, dia tak menyangka bella malah tidak ingin pergi bersama lerry jika dirinya tidak ikut bersama mereka. Sedangkan lerry juga merasakan hal yang sama.


" Udah kalian pergilah temani bella, kasihan dia ngambek hanya karena masalah kecil seperti ini, apa susahnya sih cuma nemenin beli mainan doang ". Ucap indah dengan sengaja.


Oliv dan angga sedari tadi hanya senyam-senyum menanggapi semua yang mereka lihat, apalagi melihat wajah lerry dan nayla yang kebingungan harus mengikuti keinginan bella atau tidak.

__ADS_1


__ADS_2