Nasib Anak Yang Terbuang

Nasib Anak Yang Terbuang
Bab 60


__ADS_3

Melihat sosok wanita yang sedang duduk santai di sofa tamu ruangan kerja lerry, sontak membuat lerry dan angga terdiam dengan tatapan dingin yang langsung mengarah ke arah wanita itu.


" Siapa yang mengizinkanmu masuk kedalam ruangan saya ". Tanya lerry mencoba menahan emosinya.


Deg.


Wanita itu seketika terdiam dengan raut wajah ketakutan setelah mendengarkan pertanyaan yang dilontarkan oleh lerry padanya, padahal dia sedari tadi terus melontarkan senyuman manis agar lerry tertarik padanya.


" Ma-maafkan saya tuan lerry, saya datang kesini karena saya ----- ".


" Saya tidak bertanya tujuan anda datang kesini, yang saya tanya, siapa yang mengizinkan anda masuk tanpa seizin dari saya di dalam ruangan kerja saya ! ". Lerry langsung menyela penjelasan wanita itu dengan tatapan yang semakin tajam menatap wanita itu.


Dan ternyata wanita itu adalah laura, entah siapa yang berani mengizinkan laura masuk kedalam ruangan lerry dan lerry benar-benar sangat marah saat ini, karena dia paling benci ada orang asing yang masuk kedalam ruangannya apalagi masuk tanpa ada izin darinya.


Laura bergetar ketakutan melihat tatapan dingin lerry padanya, dia merasa tidak membuat kesalahan apapun, tapi kenapa lerry terlihat sangat marah saat ini, pikir laura.


" Angga ". Panggil lerry pada angga dengan dingin.


" Ya tuan ". Jawab angga dengan cepat, tapi tatapannya masih menatap dingin ke arah laura yang kini terdiam membisu dengan raut wajah yang ketakutan.


" Cari orang yang memberikan izin dia masuk kedalam ruangan saya, bawah orang itu keruangan ini sekarang juga ! ".


" Baik tuan ".


Tanpa basa-basi angga langsung melakukan apa yang di perintahkan oleh lerry barusan. Setelah angga keluar dari ruangannya, lerry masih berdiri di dekat pintu ruangannya tanpa bergeser sedikit pun dan masih menatap dingin ke arah laura.


" Kenapa sih dia sedingin ini ke gue, kan nantinya juga saat gue jadi istrinya, pasti gue bisa masuk kedalam sini tanpa memperlukan izin apalah itu ". Batin laura sedikit kecewa dengan sikap dingin lerry padanya.


" Katakan apa yang kau inginkan dan segeralah pergi dari hadapan saya secepatnya ". Ucap lerry tiba-tiba tapi mampu membuat laura tercengang.


" Ma-maafkan sa-saya tuan lerry ". Ucap laura sampai terbata-bata.


" Saya kesini dengan niat ingin mengatakan soal pernikahan kita dan juga soal nayla ". Sambung laura gugup ketakutan.

__ADS_1


Lerry langsung memicingkan matanya mendengarkan apa yang barusan di katakan oleh laura, bukan soal laura yang mengatakan tentang pernikahan mereka, lerry malah terusik ketika laura menyebutkan nama nayla barusan dan dia penasaran apa yang ingin laura katakan mengenai nayla padanya.


" Apa yang ingin kau katakan tentang nayla pada saya ? ". Tanya lerry tanpa basa-basi dengan wajah datarnya.


" Cih.. Kenapa dia malah bertanya soal anak sial itu, kan gue juga bilang kalau gue pengen bahas soal pernikahan gue sama dia di awal tadi ". Batin laura sangat kesal karena lerry hanya menanyakan soal nayla saja bukan soal pernikahan mereka.


Tapi dengan cepat laura merubah raut wajahnya yang tadi terlihat ketakutan, sekarang dia malah mulai mengembangkan senyuman manis sehingga membuat lerry menautkan kedua alisnya bingung dengan tingkah aneh laura.


" Apa nayla tidak memberitahukan hal ini pada anda, tuan lerry ? ". Tanya laura dengan gaya malu-malunya.


" Apa maksudmu ". Tanya lerry menautkan kedua alisnya semakin bingung dan penasaran.


" Ahhh.. Sepertinya nayla belum memberitahukan hal ini pada anda, maka dari itu dengan senang hati, saya akan mengatakannya, tapi sebelumnya saya ingin anda jangan marah pada nayla karena keputusan yang dia pilih ". Ucap laura seakan dia sangat peduli pada nayla, nyatanya tidak seperti itu.


" Tidak usah basa-basi, katakan saja ". Ucap lerry muak melihat wajah laura yang sok peduli seperti itu.


" Itu tuan, nayla telah memutuskan bahwa dia setuju dengan pernikahan kita dan kata nayla dia tidak ingin menghalagi lagi pernikahan kita ". Jelas laura dengan senyuman bahagianya.


Deg.


Dia terkejut, dia tak menyangka kalau nayla akan membuat keputusan seperti yang di bilang oleh laura barusan dan tanpa ada persetujuan dengannya, karena nyatanya dia dan nayla masih terikat kontrak yang telah mereka sepakati.


" Apa kau sedang ingin bermain-main dengan saya, nona laura ? Kapan kekasih saya mengatakan hal seperti itu pada anda ? dia tidak mungkin membuat keputusan seperti itu tanpa memberitahukannya pada saya terlebih dahulu ".


Deg.


Laura kembali terdiam setelah mendengarkan ucapan lerry barusan, wajahnya bahkan kembali terlihat panik dan mulai bergetar ketakutan.


Lerry langsung menyunggingkan seringai tipisnya yang tidak di lihat oleh laura. Untung saja dia tidak terhasut omongan palsu yang laura katakan, karena menurut lerry, walaupun lerry belum mengenal nayla dengan baik dan dekat, lerry sudah bisa menebak kalau nayla tidak akan membuat keputusan seceroboh ini, karena dari sebelum-sebelumnya, nayla sendiri yang mengajukan kerja sama kontrak dengannya, yang artinya nayla memang sangat ingin balas dendam pada keluarga anggara.


" Ta-tapi apa yang saya katakan itu kenyataannya tuan, anda bisa bertanya langsung pada nayla jika anda tidak mempercayai ucapan saya ". Ucap laura.


" Baiklah, saya akan menghubunginya sekarang juga, dan jika anda mengatakan hal yang penuh kebohongan, maka anda harus terima jika saya benar-benar akan membatalkan pernikahan konyol ini ! ".

__ADS_1


Deg.


Laura melototkan matanya sangat terkejut dengan ancaman yang lerry lontarkan padanya barusan.


Sedangkan lerry langsung merongoh ponselnya di saku celananya berniat ingin menghubungi nayla, karena dia memang sudah saling bertukar nomor ponsel dengan nayla.


" Oke lau, lu harus tenang, pasti anak sial itu akan mengatakan kalau dia memang setuju mengikhlaskan gue yang nantinya nikah sama tuan lerry, karena anak sial itu pasti sudah kapok gue teror ". Batin laura dengan percaya dirinya.


Dengan bodohnya laura mengira kalau nayla sudah kapok berurusan dengannya karena rencananya semalam, dan dia dengan bodohnya berpikir pasti nayla akan langsung setuju melepaskan lerry untuk menikah dengannya, tapi kenyataannya dia salah besar dengan pemikiran bodohnya.


Drrrtttt...


Drrrtttt...


Di tempat lain, nayla sedang menunggu oliv yang sedang di urut di dalam ruangan oleh tukang pijat, mendapati ponselnya bergetar, nayla langsung merongoh ponselnya di saku celananya.


" Kenapa dia telfon gue ? ". Gumam nayla seraya menautkan kedua alisnya bingung bercampur penasaran saat melihat ternyata lerry yang menghubunginya.


Tanpa menunggu lama, nayla pun menjawab panggilan dari lerry.


" Hmm... Ada apa ? ". Tanya nayla dengan datar.


" Apa benar kamu telah memutuskan membiarkan aku menikah dengan kakamu ? ". Tanya lerry di sebrang sana dengan cara bicara seperti seorang pria yang sedang berbicara dengan seorang kekasihnya pada umumnya.


" Apa maksud Lo ? ". Tanya nayla terheran-heran.


" Ini, kakamu datang ke kantorku dan mengatakan kalau kamu ingin berpisah denganku dan malah memberikan izin untuk aku menikah dengan kakamu ". Jelas lerry.


Deg.


Nayla langsung memutar bola matanya dengan malas mendengarkan semua itu.


" Gue gk pernah ngomong kayak gitu, masa iya gue ngomong kayak gitu, sedangkan gue sama Lo masih ada ikatan kontrak ". Jawab nayla dengan malas.

__ADS_1


Di sebrang sana tentunya lerry langsung menyunggingkan seringai tipisnya, karena dugaannya ternyata benar bahwa nayla memang tidak pernah memutuskan hal seperti yang di katakan oleh laura.


__ADS_2