Nasib Anak Yang Terbuang

Nasib Anak Yang Terbuang
Bab 84


__ADS_3

Ke esokan pagi harinya.


Seperti biasanya, nayla selalu menjadi orang pertama yang bangun tidur karena nayla memang kebiasaan bangun pagi bahkan sebelum menikah dengan lerry.


Tapi kali ini nayla bangun dan langsung memicingkan matanya ketika dia merasa ada sesuatu yang sepertinya sedang menindih perutnya.


Dia tentu kaget sehingga dia langsung mengangkat selimut yang menutupi setengah tubuh bawahnya untuk melihat apa yang menindih perutnya. Mata nayla langsung melotot kaget, ternyata tangan lerry sedang memeluk perutnya, bahkan ternyata posisi tidur lerry sangat dekat dengan tubuh nayla.


" Astaga, gue pengen teriak tapi kasihan kalo dia kebangun anjirr !!! ". Batin nayla seraya memejamkan matanya mencoba menetralkan jantungnya yang berdetak kencang karna hal ini.


Tapi tiba-tiba nayla langsung pura-pura tidur kembali ketika lerry membuat gerakkan dan tiba-tiba terbangun dari tidurnya.


" Tumben dia masih tidur ". Ucap lerry dengan pelan juga suara serak khas orang baru bangun tidur ketika melihat nayla yang masih tidur di sampingnya. Tanpa dia tau kalau nayla nyatanya hanya pura-pura tidur saja.


Karna merasa nayla masih tidur, lerry pun ikutan tidur kembali. Tapi sialnya, entah lerry sadar atau tidak dengan apa yang dia lakukan saat ini, lerry malah semakin memeluk nayla dan kini tidak ada jarak lagi di antara mereka.


Deg.


Nafas nayla seakan tercekat, dia bahkan langsung melototkan matanya ketika lerry malah semakin menjadi saat ini.


" Oh god, apa yang dia lakukan ! ". Nayla memekik dalam hatinya frustasi dengan kelakuan lerry.


Akhirnya setelah mengecek dan mendapati lerry telah tidur lagi. Dengan perlahan nayla mulai menuingkirkan tangan lerry dari perutnya dan setelah bersusah payah melepaskan diri dari pelukan lerry, akhirnya nayla berhasil turun dari ranjang walaupun dia sempat kesusahan bergerak tadi, karna takut lerry terbangun dari tidurnya.


" Akhirnya bisa lepas juga ". Gumam nayla dengan pelan seraya memutar bola matanya dengan malas.


Setelah itu nayla langsung berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya seusai bangun tidur, kemudian setelah selesai, dia langsung turun ke bawah menuju dapur, seerti biasa akan membuatkan sarapan untuk lerry dan dirinya sendiri pagi ini.


******


Sore harinya nayla baru saja memasuki salah satu restoran bintang 5 yang ada di kota J ini.

__ADS_1


Dia langsung masuk menuju ke ruangan VVIP karna tujuannya datang kesini memang ingin menemui seseorang.


Ceklek.


" Akhirnya kau datang juga ". Ucap seorang pria yang berada sendirian di dalam ruangan VVIP tersebut ketika melihat nayla yang baru saja masuk kedalam ruangan itu.


Nayla nampaknya langsung menunjukkan sikap dinginnya, setelah dia menutup kembali pintu ruangan itu, nayla langsung berjalan kearah 1 meja utama dalam ruangan itu.


" Duduklah ". Ucap pria itu menyuruh nayla duduk terlebih dahulu.


Tanpa basa-basi, nayla duduk sesuai arahan pria itu dan tatapan dingin nayla sama sekali tidak lepas dari pria itu, tapi anehnya pria itu malah tersenyum menanggapi sikap dingin nayla saat ini.


" Tolong langsung intinya saja, karna kerjaan saya bukan untuk bertemu anda saja ". Ujar nayla yang paling benci dengan namanya basa-basi.


" Yaaakk... Kenapa sifatmu sama persis dengan ibumu ? Hmm ? ". Balas pria itu mampu membuat nayla menautkan kedua alisnya menatap pria itu dengan tatapan penuh selidik.


" Apa maksudmu ? ". Tanya nayla.


" Sudah saya bilang langsung katakan saja inti pembicaraan yang ingin anda katakan, saya paling benci basa-basi seperti ini ".


Pria itu langsung tertawa kecil mendengarkan ucapam nayla sehingga nayla sedikit merasa kesal di buatnya.


" Kenalin nama saya Dixon Salman, dan saya---- ".


" Salman ? ". Pekik nayla terkejut ketika dia mendengarkan nama keluarga ibunya ternyata adalah nama keluarga pria di depannya juga.


Deg.


Setahu nayla. Ibunya sama sekali tidak punya satu pun keluarga karna ibunya yang tak lain adalah Hana Salman mengaku padanya kalau ibunya adalah anak yatim piatu, sehingga nayla sangat terkejut setelah mengetahui pria di depannya ternyata memiliki nama kerluarga yang sama dengan ibunya.


" Sebentar-sebentar... "

__ADS_1


" Apa maksud semua ini ? Kenapa anda sedari tadi bisa dengan santai membahas ibu saya dan bahkan sekarang anda dengan terang-terangan mengatakan kalau anda memiliki nama keluarga sayang sama dengan ibu saya ? Memangnya siapa anda sebenarnya ? ". Tanya nayla saking penasarannya dia.


" Haha.. Jadi beneran ibumu tidak memberitahukan saya ke kamu, hmm ? ". Ucap pria bernama dixon itu di awali dengan tertawa kecil.


" Tapi wajar saja jika ibumu menyembunyikan kebenaran ini, nyatanya dia memang ingin melindungi saya dan satu lagi adik bungsu kami dari keluarga ayah kandungmu juga ibu dan kaka tirimu ".


Deg.


Nayla benar-benar tercengang, terkejut dan tak menyangka setelah dia mendengarkan kebenaran dimana ternyata ibunya memiliki 2 adik lagi yang selama tidak pernah di beritahukan padanya.


" Tidak mungkin, bagaimana bisa ibu menyembunyikan hal besar seperti ini dari gue ". Batin nayla beneran merasa kecewa.


" Jangan menyalahkan ibumu atas kebenaran ini, karna dia sama sekali tidak salah, karna dia melakukan semua ini demi melindungi kami adik-adiknya ".


" Dan sekarang tujuan saya menemui kamu adalah untuk memberitahukan kebenaran ini yang paling utama dan yang kedua, saya dan adik saya baru saja menggagalkan rencana jahat kaka tirimu yang sangat ingin menyingkirkanmu dengan segala cara ".


Deg.


Ternyata dixon dan satu adiknya lagi yang kemungkinan besar adalah bos utama para pria yang menangkap kelima pria yang ternyata adalah orang-orang suruhan laura untuk menyingkirkan nayla kemarin.


Hal ini sangat mengejutkan bagi nayla, baru saja dia terkejut karna kebenaran pria di depannya adalah adik ibunya, kini malah di tambah lagi dengam berita baik bahwa dixon secara diam-diam ternyata membantu nayla dari rencana jahat laura.


" Aku tidak tahu lagi harus mengatakan apa saat ini, bahkan anda membantu saya tanpa saya dasari ". Jelas nayla jujur tak bisa mengatakan apapun lagi.


" Kamu bahkan tidak perlu berterima kasih dengan apa yang saya lakukan, karna saya memang berniat membantu keponakan dari anak kaka saya sendiri, yaitu kamu ". Jelas dixon.


" Tapi bisakah kamu memanggil saya dengn sebutan paman saja ? Kayaknya canggung sekali jika kita saling berbicara formal seperti ini, apalagi kamu adalah keponakan saya ". Sambung dixon.


" Ya, tentu saja saya dengan senang hati akan memanggil anda dengan sebutan paman, karna saya juga tidak bisa menghindari kenyataan bahwa anda ternyata adalah adik kandung dari ibu saya ". Jelas nayla.


Suatu moment kemunculan kedua adik kandung dari ibu nayla ternyata mampu membuat nayla berada di situasi yang aman tanpa harus memikirkan cara menghadapi segala rencana jahat laura.

__ADS_1


__ADS_2