Nasib Anak Yang Terbuang

Nasib Anak Yang Terbuang
Bab 57


__ADS_3

Setelah berhasil menyelesaikan pekerjaan mereka dan wanita tadi sudah di antarkan pulang ke rumahnya dengan selamat, sekarang oliv dan nayla sedang dalam perjalanan menuju ke lokasi selanjutnya dimana misi kedua mereka akan mereka lakukan.


Malam ini akan menjadi malam yang cukup melelahkan bagi mereka berdua, karena ada 2 misi yang harus mereka selesaikan dan sekarang tinggal 1 misi lagi dan misi terakhir mereka saat ini adalah misi menangkap buronan yang berhasil kabur dari penjara.


" Nay, nanti Lu jangan bertindak gegabah, misi kali ini bukanlah misi biasa, karena kita jelas harus berhati-hati, soalnya target adalah narapidana yang melarikan diri dari penjara ". Ucap oliv menasehati nayla.


" Jangan cuma nasehatin gue doang, lu juga harus lebih waspada lagi nanti, jangan sampe lu kenapa-kenapa, nanti ujung-ujungnya gue yang ribet ". Balas nayla.


" Iya gue tahu ". Ucap oliv sama sekali tidak membatah perkataan nayla, karena dia tahu nayla hanya ingin dia baik-baik saja.


Mereka berdua akhirnya kembali diam dan fokus dengan kegiatan mereka masing-masing.


Sekitar 20 menit kemudian, akhirnya mereka berdua tiba di lokasi yang cocok untuk mereka memarkirkan mobil mereka di pinggir jalan yang gelap yang sudah dekat dengan gedung tua tempat tujuan mereka saat ini.


Sebelumnya mereka sudah melacak keberadaan target dan dengan mudahnya mereka langsung bisa menemukan keberadaan target yang ternyata sedang bersembunyi di gedung tua yang berada di tengah hutan kota C yang mereka datangi.


Mereka sudah bekerja sama dengan pihak kepolisian, jadi nayla dan oliv bisa melakukan apapun dengan leluasa pada terget, karena sudah ada surat izin dari pihak kepolisian.


" Kita harus berpencar, karena kemungkinan besar saat ini target tidak sedang sendirian saja dan mungkin ada beberapa orang yang sedang bersama target ". Ucap oliv pada nayla.


Nayla menganggukkan kepalanya setuju dan pada akhirnya mereka berdua memutuskan untuk berpencar agar lebih mudah menemukan keberadaan target.


Saat ini nayla langsung berjalan ke arah kiri dan oliv ke arah sisi kanan gedung tua di depan mereka, karena gelap, mereka berdua langsung menggunakan senter ponsel mereka untuk menerangi jalan yang akan mereka lalui.


Dengan perlahan nayla melangkahkan kakinya menuju sebuah pintu yang terlihat di sisi kiri gedung itu. Nayla pun memberikan informasi pada oliv melalui alat penghubung yang menghubungkan mereka agar bisa mengetahui situasi satu sama lain.


" Disisi kiri ada pintu masuk kedalam gedung ini, gue akan masuk sekarang juga ". Ucap nayla pada oliv melalui alat penghubung di antara mereka.


" Baiklah, gue disini masih mengecek situasi di sekitar sini, berhati-hatilah ". Jawab oliv.


Nayla akhirnya dengan perlahan mulai membuka pintu di depannya, dia melakukan gerakan sepelan mungkin agar tidak menimbulkan suara yang bisa membuat target mengetahui keberadaannya.


Dan pintu pun terbuka dengan aman terkendali, setelah itu nayla mulai mengarahkan senter ponselnya ke arah depan dan dia mulai masuk lebih dalam ke dalam gedung tua itu.


Tapi dengan cepat dia bersembunyi di balik dinding dan langsung mematikkan cahaya senter di ponselnya, karena ada suara langkah kaki yang terdengar sedang mengarah ke arahnya.


" Dasar bos pelit, cuma minta beliin rokok doang kagak di kasi ". Ucap suara seorang pria yang sepertinya sedang mengeluh pada orang lainnya yang bersama dengan pria tersebut.


Cahaya senter terlihat mulai menerangi lorong yang berada di samping nayla, ternyata benar ada orang yang mulai berjalan mendekati nayla.

__ADS_1


Nayla terus diam, cahaya senter mulai semakim terang mendekati tempat persembunyiannya yang artinya orang-orang itu sudah semakin mendekatinya.


Deg.


" Tunggu sebentar ". Ucap salah satu pria menyuruh rekannya untuk berhenti berjalan.


" Ada apa lagi ? ". Tanya pria yang satunya lagi kebingungan.


" Lihatlah pintu di depan sana, siapa yang membuka pintu itu ? ". Ucap pria tadi mulai waspada.


Deg.


Ternyata hanya dua orang pria saja yang mulai mendekat ke arah nayla itu, rekannya pria itu seketika langsung terkejut dan langsung mengarahkan pistol di tangannya ke arah pintu dengan tatapan waspada.


" Tidak ada seorang pun tadi yang datang ke tempat ini, artinya ada penyusup yang berani masuk kedalam sini ". Jawab rekan pria yang bertanya tadi.


Nayla mulai bersiap dengan pisau belatinya jika nanti dia ketahuan dan harus menghadapi kedua pria itu.


Dan benar saja. Kedua pria itu langsung diam dan hanya menggunakan gerakan isyarat untuk berpencar mengecek seluruh ruangan dan lorong yang berada di sekitar tempat itu.


Deg.


Braakkk...


Nayla ketahuan. Tapi dengan cepat nayla langsung menendang salah satu pria itu, sehingga pria itu terlempar dan jatuh menabrak papan-papan kayu yang tersusun di sekitar tempat persembunyian nayla.


" ADA PENYUSUP, CEPAT BERI TAHU BOSS ".


Pria yang di tendang oleh nayla langsung berteriak memberitahukan kalau ada penyusup yakni nayla pada rekannya yang baru saja berpencar dengannya bahwa benar ada penyusup yang berhasil masuk kedalam gedung tua itu.


" Cih ".


Nayla langsung berdecih karena dia akhirnya ketahuan oleh pria itu, dan sekarang nayla sedang berjalan mendekati pria itu.


" BERHENTI ATAU SAYA AKAN MENEMBAK KAMU ! ". Pekik pria itu dengan tatapan tajam mengancam nayla dengan senjata apinya yang langsung di arahkan ke arah nayla.


Tapi nayla sama sekali tidak terlihat takut, dia bahkan terus berjalan mendekati pria itu dengan tatapan dinginnya.


Dorrr....

__ADS_1


Blusshhh...


Satu tembakan dari pria itu langsung melesat ke arah nayla, tapi nayla dengan lihai bisa menghindarinya.


Pakkk...


Mata pria itu langsung melotot tajam ketika tanpa dia duga, dia hampir saja terkena lemparan pisau yang di lempari oleh nayla. Untung saja pisau belati itu melesat tidak mengenainya dan berakhir tertancap di papan kayu yang tinggal beberapa senti bisa saja mengenai kepalanya.


Dug dag dug dag.


Jantung pria itu seketika berdetak kencang karena apa yang barusan terjadi, dia menatap nayla dengan tatapan yang terlihat mulai ketakutan.


" Dimana bos kalian ? ". Tanya nayla ketika dia sudah berdiri di hadapan pria itu.


Brukkk...


Tangan pria itu bergetar hebat, sampai-sampai pistol di tangannya jatuh ke lantai, padahal di depannya hanyalah seorang gadis.


" Si-siapa kamu ! A-apa yang kamu inginkan ". Tanya pria itu bergetar takut entah kenapa.


" Saya paling malas mengulang pertanyaan saya, tapi jawab pertanyaan saya dan ini kesempatan terakhirmu ! ".


" Dimana boss kalian ". Sambung nayla dengan tatapan dinginnya.


" Sa-saya tidak --- ".


Bugghhh...


" Aakkhhhh ".


Nayla kembali menendang pria itu dengan kekuatan penuhnya, karena pria itu jelas akan menjawab tidak tahu akan keberadaan bosnya yang di tanyakan oleh nayla.


" Sepertinya kau memang ingin menerima hadiah dariku ! ".


Bugh..


Bughh..


" AAKKKHHH HENTIKAN ! ".

__ADS_1


Bukannya berhenti, nayla malah semakin menendang pria itu beberapa kali, sampai akhirnya pria itu malah pingsan akibat nayla menendangnya terlalu kuat.


__ADS_2