
Di dalam mobil, oliv sedang fokus mengosokkan minyak kayu putih di tangan, kaki bahkan menciumkan aroma minyak tersebut pada gadis kecil yang masih pingsan di pangkuannya.
" Kita kerumah sakit aja yuk nay, gue khawatir gadis kecil ini kenapa-kenapa ". Ajak oliv dengan khawatir.
" Kasihan skali gadis kecil ini, mungkin dia memiliki penyakit yang kita gk tahu ". Sambung oliv seraya menatap iba gadis kecil di pangkuannya.
" Lu bawah aja dia kerumah sakit, gue pengen cari tahu kenapa pria-pria itu masih stay di depan sana, gue yakin mereka lagi cari gadis kecil ini ". Ucap nayla sangat yakin dengan firasatnya.
" Oke, tapi jangan bertindak gegabah dan jangan buat kekacauan di depan umum ". Ucap oliv menyetujui keinginan nayla.
Akhirnya oliv dengan perlahan mengangkat kepala gadis kecil itu dari pangkuannya dan menidurkan perlahan-lahan di kursi belakang, kemudian dia berpindah tempat ke kursi pengemudi, sedangkan nayla baru saja keluar dari mobil.
Oliv pun langsung pergi membawah gadis kecil itu menuju rumah sakit terdekat dan nayla sedang berjalan ke arah pintu utama super market di depan sana, bertepatan sekitar 5 pria itu sedang berada di dekat pintu utama super market itu.
Dengan sengaja nayla berjalan menuju ke arah 5 pria itu, entah apa rencananya kali ini.
" Permisi tuan-tuan, apa kalian melihat adik perempuan saya yang lagi sakit ? Soalnya dia tadi saya suruh tunggu di tempat ini, tapi kok tidak ada yah ? Kemana perginya adik saya ? ".
Nayla langsung bertanya dengan pertanyaan tak terduga pada pria-pria itu, bahkan nayla sengaja mengedarkan pandangannya seperti sedang mencari adik perempuannya dengan raut wajah khawatir agar pria-pria itu percaya dengan ucapannya.
Walaupun nayla tidak secara langsung melihat raut wajah pria-pria itu, tapi nayla jelas peka dan bisa melihat dengan ujung pandangannya bahwa kelima pria itu terlihat panik dan mulai saling tatap satu sama lain.
" Kena kalian ". Batin nayla seraya menyunggingkan seringai tipis yang tidak dilihat oleh pria-pria itu.
" Maaf nona, sedari tadi kami berdiri di sini, kami tidak melihat adanya anak perempuan seperti yang nona tanyakan, mungkin dia masuk dan mencari nona di dalam super market ". Jawab salah satu pria itu.
__ADS_1
" Benarkah ? Tapikan saya belum masuk kedalam sana dan adik saya tahu saya sedang mengambil sesuatu di dalam mobil saya tadi ".
" Aduh bagaimana ini dong ? Apa saya laporin saja ke kantor polisi ? Saya khawatir adik saya di culik, mana lagi sakit lagi adik saya ". Ucap nayla ternyata jago juga beracting.
Deg.
Terlihat jelas pria-pria itu langsung gelisah setelah nayla mengatakan ingin melaporkan kehilangan adiknya di kantor polisi dan nayla melihatnya dengan sangat jelas.
Tiba-tiba tanpa sepatah kata pun, pria-pria itu malah pergi meninggalkan nayla di depan super market itu, sehingga nayla semakin yakin kalau ada suatu niat buruk yang sebenarnya pria-pria itu ingin lakukan terhadap gadis kecil yang kini di bawah oleh oliv kerumah sakit.
Dan tanpa pria-pria itu sadari, nayla ternyata mengikuti mereka bahkan nayla mengikuti mereka sampai ke suatu rumah tujuan pria-pria itu yang berada jauh dari pemukiman warga di kota ini, setelah mereka pergi meninggalkan area super market tersebut.
" Sepertinya rumah ini adalah markas pria-pria itu ". Batin nayla seraya mengendap-ngendap ke arah jendela kaca yang berada di samping rumah itu dengan niat ingin melihat apa yang sedang pria-pria itu lakukan di dalam sana.
" DASAR BODOH ! KENAPA HANYA MENANGKAP ANAK KECIL SAJA KALIAN TIDAK BISA, HAAA ! APA KALIAN SELEMAH ITU ! ".
" SAYA TIDAK MAU TAU, KALIAN HARUS BAWAH ANAK ITU KESINI SEKARANG JUGA ATAU KALIAN AKAN MENERIMA HUKUMAN DARI SAYA ! ".
Nayla menautkan kedua alisnya, dia penasaran memangnya kenapa pria-pria itu sangat kekeh untuk menangkap gadis kecil itu.
" PERGI SEKARANG JUGA ! TUAN VIN AKAN SEGERA DATANG UNTUK MEMBAYAR ANAK-ANAK ITU, JIKA KURANG 1 ANAK SAJA MAKA SEMUANYA AKAN GAGAL ! ".
Deg.
Nayla langsung menurunkan kepalanya, matanya melotot mendengarkan apa yang di ucapkan pria yang sepertinya adalah bos dari kelima pria tadi.
__ADS_1
" Apa mereka adalah sindikat penjualan anak-anak kecil ? ". Batin nayla benar-benar terkejut, dan emosinya seketika ingin meledak saat ini juga, tapi dia masih bisa menahannya.
Dengan cepat nayla merongoh ponselnya di saku celananya, kemudian dia langsung mengirimkan pesan pada oliv karena tidak mungkin dia menghubungi oliv lewat panggilan, karena dia pasti akan ketahuan oleh pria-pria di dalam sana jika dia mengeluarkan suara.
Setelah mengirimkan pesan dengan mengatakan pada oliv untuk menjaga gadis kecil itu baik-baik, nayla juga langsung menghubungi pihak kepolisian, agar segera datang ke tempat itu untuk menyelamatkan anak-anak yang akan di perdangangkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
Sebenarnya nayla bisa saja mengatasi masalah ini tanpa bantuan dari pihak kepolisian, hanya saja pikirannya lebih fokus menyelamatkan nyawa anak-anak di dalam rumah itu sebelum si pembeli datang dan membawah anak-anak itu.
" Dasar manusia terkutuk, bagaimana bisa mereka tanpa hati ingin menjual anak-anak kecil seperti ini ". Batin nayla benar-benar tak habis pikir.
Akhirnya nayla menelusuri rumah itu dan mencari jalan agar dia bisa menemukan dimana pria-pria itu mengurung anak-anak kecil yang malang itu. Dan akhirnya dia menemukan tempatnya, setelah berhasil melewati pintu belakang dan dia langsung membuka pintu tersebut yang digembok, di dalam sana kurang lebih ada sekitar 50 anak kecil yang sedang duduk bersilah di lantai dengan wajah-wajah yang sangat pucat.
" Syuuutttt ".
Nayla memberikan kode pada anak-anak itu untuk diam ketika dia melihat anak-anak itu ingin mengeluarkan suara. Untung saja anak-anak itu menuruti kode-kodean nayla dan nayla akhirnya mendekati mereka dengan langkah kaki perlahan agar tidak menimbulkan suara.
" Apa kalian ingin keluar dari tempat ini ? ". Bisik nayla yang langsung di balas anggukkan kepala oleh anak-anak itu.
" Berdirilah secara perlahan dan jangan membuat keributan, nanti ketahuan sama orang-orang jahat itu ". Ucap nayla dengan pelan.
Semua anak-anak itu menuruti perintah nayla, perlahan nayla mengarahkan anak-anak itu untuk keluar dari ruangan itu secara perlahan dan berniat keluar dari pintu belakang.
Sampai detik ini aksi penyelamatan nayla belum di ketahui oleh pria-pria jahat itu, bahkan sekatang ke 50 anak kecil itu sudah berkumpul semua di halaman belakang rumah itu.
" Dengarkan kaka baik-baik, kalian tetaplah disini sampai kaka kembali atau ada pihak kepolisian yang menjemput kalian, oke ". Ucap nayla.
__ADS_1
" Tapi kaka mau kemana ? Bagaimana jika kaka di tangkap orang-orang jahat itu ? ". Ujar salah satu anak kecil mengkhawatirkan nayla.
" Kaka akan menemui mereka untuk membuat pengalihan sampai polisi datang kesini, kalian tidak perlu mengkhawatirkan kaka, karena kaka sangat kuat dan bisa melawan orang-orang jahat itu ". Ucap nayla dengan memberikan senyuman penyemangat pada anak-anak itu.