Nasib Anak Yang Terbuang

Nasib Anak Yang Terbuang
Bab 41


__ADS_3

Lerry, angga, oliv dan indah mulai semakin frustasi karena mereka tidak menemukan petunjuk apapun di bandara tadi, bahkan bukannya menemukan petunjuk tetang nayla disana, di awal masuk bandara mereka malah di kerumuni para gadis dan ibu-ibu yang ingin minta foto bareng angga dan terutama lerry.


Tapi untungnya para pihak keamanan bandara sangat sigap mengawal mereka agar bisa menjauh dari para pengunjung, dan setelah selesai mengecek daftar penumpang setiap penerbangan yang telah di lakukan dan hasilnya nihil, akhirnya mereka kembali pulang ke apartemen oliv.


" Kita harus mencari nayla kemana lagi ? ". Ucap indah.


Sedangkan oliv sedari tadi hanya diam saja sambil memijit keningnya karena pusing bagaimana lagi caranya agar dia bisa menemukan keberadaan nayla.


" Apa jangan-jangan ini ulah laura ? ". Ujar indah menduga-duga seraya menatap lerry dan lainnya.


" Sudah pasti ini ulah nenek lampir itu, tapi gue belum sempat menemuinya, karna tadi saat gue ke mansion keluarga anggara, gue cuma ketemu sama nyokapnya doang sampe-sampe gue adu mulut sama emaknya mak lampir itu ". Ucap oliv kembali kesal karna dia harus mengingat lagi kejadian tadi di mansion keluarga anggara.


Angga langsung menggelengkan kepalanya tak habis pikir dengan apa yang barusan dia dengar.


" Kamu yah, pikirannya berantem mulu kalo soal beginian ". Ucap angga pada oliv.


" Bukan kayak gitu, tapi siapa lagi yang pengen banget nyingkirin nayla ? Cuma keluarga gila itu doang yang pengen banget hiduo nayla sengsara selamanya ". Ucap oliv membela dirinya.


" Apalagi sekarang mereka tahu kalau nayla itu kekasihnya tuan lerry, sedangkan bokap sama nyokap tiri nayla sangat ingin laura yang bersanding sama tuan lerry, sehingga mungkin mereka berencana menculik nayla agar tidak bisa mengagalkan pernikahan itu ". Sambung oliv sangat yakin dengan pemikirannya.


Indah menganggukkan kepalanya setuju dengan pemikiran oliv.


" Ka ? Apa kita harus minta bantuan ayah dan bunda ? ". Tanya indah meminta persetujuan lerry.


" Tidak perlu dan jangan melibatkan ayah dan bunda dalam masalah ini ". Ucap lerry langsung menghentikan niatan adiknya.


Drettt..

__ADS_1


Drettt...


Tapi tiba-tiba saja ponsel oliv bergetar di dalam saku celana, tanpa menunggu lama oliv langsung merongoh ponselnya untuk melihat siapa yang menghubunginya.


Oliv langsung menautkan kedua alisnya ketika dia hanya mendapati nomor asing yang tertera dalam panggilan tersebut.


" Sini biar aku yang angkat ". Ucap angga langsung meraih ponsel oliv dari tangan oliv dan dia langsung menjawab panggilan itu saat itu juga.


" Ini siapa ? ". Tanya angga ketika panggilan telah terhubung dengan sih penelfon.


"....."


Entah apa yang di katakan oleh si penelfon, angga tiba-tiba langsung menghembuskan nafas lega yang berhasil membuat yang lainnya penasaran.


" Baiklah, terima kasih atas informasinya ".


Setelah mengatakan hal tersebut, angga langsung mengakhiri panggilan itu dan mengembalikan ponsel itu pada oliv.


" Entahlah dari siapa, tapi yang nelfon laki-laki dan yang paling penting adalah si penelfon barusan bilang kalau dia mengetahui keberadaan nayla yang ternyata sekarang sedang di irlandia ". Jawab angga sesuai yang dia dengar dari si penelfon.


Deg.


" Irlandia ? ". Pekik indah dan oliv secara bersamaan kaget dengan informasi tersebut.


" Tunggu dulu ". Tiba-tiba lerry merasa ada yang aneh dengan hal yang barusan terjadi.


" Tunggu apa lagi ka ? Sebaiknya kita langsung aja jemput nayla di sana, pasti dia sedang dalam kesulitan, apalagi kita jelas tahu nayla meninggalkan semua barang berharga di mobilnya ". Jelas indah kebingungan kenapa kakanya malah menyuruh mereka untuk menunggu, padahal informasinya sudah jelas dimana keberadaan nayla saat ini.

__ADS_1


" Ck, apa kalian bodoh ? Bagaimana bisa ada yang mengetahui keberadaan gadis itu di irlandia, sedangkan dari riwayat penumpang tidak terdaftar ada nama gadis iti dan bahkan hari ini tidak ada penerbangan yang akan menuju irlandia ". Jelas lerry yakin kalau di penelfon hanya orang iseng yang ingin membuat situasi semakin kacau.


" Apa yang lu katakan emang ada benernya juga, tapi bisa saja nayla memang berada di irlandia dan orang yang menculik nayla mungkin saja bisa menyabotase daftar penumpang dan jadwal penerbangan, seakan tahu kalau kita akan mencari nayla di bandara ". Ucap angga berbeda pendapat dari lerry.


Mereka berempat malah semakin pusing karena hal ini, ada yang menganggap hanya orang iseng yang ingin menjahili mereka dan ada juga yang begitu yakin nayla ada di irlandia seperti yang di informasikan tadi pada angga.


Padahal sebenarnya nayla memang sedang berada di irlandia, tapi anehnya sampai saat ini nayla belum memberikan kabar pada oliv, padahal sekarang nayla sudah sampai di rumah ibu dan anak yang menolongnya.


" Nak, ini pakaian ganti untuk kamu ". Ucap ibu gadis kecil itu seraya memberikan 1 set piyama dan pakaian dalam yang sepertinya pas di tubuh nayla.


" Astaga bibi, saya sudah sangat bersyukur bisa di izinkan menginap malam ini, bibi tidak perlu repot-repot lagi menyiapkan semua ini, saya jadi tidak enak hati ". Ucap nayla benar-benar tak enak jika dia hanya merepotkan di rumah ini.


Tapi ibu gadis kecil itu malah tersenyum hangat menanggapi ucapan nayla, dia merasa nayla sangat menggemaskan dengan sikap pemalunya.


Apalagi nayla sudah mulai memanggilnya dengan sebutan bibi, dia sangat senang karena dia yang meminta nayla memanggilnya dengan nama panggilan seperti itu agar bisa mengurangi kecanggungan di antara mereka.


" Dengarkan bibi nak nayla, dulu bibi mempunyai seorang putri dan dia kakanya bella ( Nama si gadis kecil ) ".


" Nama kakanya bela adalah angellia, dia mungkin seumuran denganmu sekarang kalau dia tidak mengidap suatu penyakit langkah dan berakhir meninggalkan kami sekeluarga dari dunia ini ". Sambung Dara nama ibu dari gadis kecil itu.


Nayla terkejut mendengarkan cerita menyedihkan yang di alami oleh keluarga yang menolongnya. Dan dia bisa langsung peka kalau sepertinya piyama yang kini sudah berada di tangannya adalah pakaian mediang putri bibi dara yang telah meninggal.


" Tidak perlu di paksa untuk menceritakannya bi, maaf jika aku membuat bibi harus mengingat kembali mendiang putri bibi ". Ucap nayla meminta maaf dengan tulus, karena terlihat jelas di mata dara, suatu kerinduan yang mungkin selama ini dia pendam atas kepergian putri sulungnya.


" Ehhh ya, maaf bibi malah terbawah suasana ".


" Ya sudah, pergilah membersihkan dirimu, dan jika sudah selesai, datanglah ke ruang makan dan kita akan makan malam bersama dengan bella ". Ucap dara dengan senyuman hangat.

__ADS_1


Nayla menganggukkan kepalanya dan dara pun pergi meninggalkan nayla di depan pintu kamar tamu agar nayla bisa masuk dan membersihkan dirinya saat ini sebelum mereka melangsungkan makan malam mereka.


Setelah itu nayla juga langsung masuk kedalam kamar tamu untuk membersihkan dirinya yang bertepatan memang ada kamar mandi di dalam kamar tamu tersebut.


__ADS_2