Nasib Anak Yang Terbuang

Nasib Anak Yang Terbuang
Bab 79


__ADS_3

Di sepanjang perjalanan pulang ke mansion baru. Nayla hanya diam saja seraya menikmati pemandangan jalanan kota J.


" Pak mamang, tolong berhenti sebentar ".


Tiba-tiba nayla menyuruh pak mamang untuk menepi, entah apa yang ingin nayla lakukan saat ini.


Setelah mobil telah menepi di pinggir jalan, nayla langsung keluar dari mobil tanpa mengatakan apapun, hal itu sontak membuat pak mamang penasaran dan malah ikutan keluar dari mobil berniat ingin melihat apa yang akan di lakukan oleh sang nyonya.


Sedangkan nayla ternyata baru saja menghampiri seorang pria, entah siapa pria itu.


Puk.. Puk..


" Mas ". Panggil nayla menepuk pria itu di pundak karena pria itu sedang membelakanginya.


Tapi sebelum pria itu menoleh ke arah nayla, tangan nayla dengan lihainya langsung mengambil sebuah dompet dari saku celana pria itu tanpa pria itu sadari, dan dengan cepat nayla langsung menyimpan dompet itu di dalam kantong celananya dibagian belakang.


Deg.


" Apa yang nyonya lakukan ? Apa dia baru saja mencopet dompet pria itu ". Batin pak mamang sangat terkejut setelah melihat aksi nayla barusan.


Pria itu pun membalikkan badannya menghadap ke arah nayla, kemudian menatap nayla dengan tatapan penuh selidik.


" Ada apa ! ". Ketus pria itu menatap tajam nayla.


" Ahh maaf, maaf mas. Sepertinya saya salah orang ". Ucap nayla meminta maaf dengan membungkukkan setengah tubuhnya.


Pria itu langsung memicingkan matanya kebingungan dengan gadis di depannya, karna sudah meminta maaf, nayla pun pergi dari tempat itu dan berjalan kembali ke mobil.


Pak mamang yang melihat nayla sedang berjalan kembali ke mobil, dia bingung harus bagaimana menanggapi perbuatan nayla yang di lihat jelas oleh mata kepalanya, pikiran pak mamang langsung berpikiran yang tidak-tidak tentang aksi nayla tadi.


" Pak mamang, apa saya boleh meminta bantuan anda ? ". Tanya nayla dengan wajah datarnya pada pak mamang ketika dia baru saja kembali ke mobil.

__ADS_1


" Ah ya nyonya, apa yang bisa saya bantu ". Jawab pak mamang sangat canggung.


Nayla menyadari perubahan sikap pak mamang dan dia tidak tersinggung, mungkin pak mamang telah melihat apa yang dia lakukan tadi sehingga pak mamang bersikap seperti ini padanya.


" Tolong panggilkan ibu-ibu yang memakai jaket hitam dan juga memegang tas plastik merah itu dan ajak dia kesini untuk menemui saya ". Ucap nayla.


Pak mamang kebingungan, tapi tanpa menunggu lama, pak mamang langsung melakukan perintah nayla untuk memanggil ibu-ibu yang nayla maksudkan.


Tak berselang lama, pak mamang akhirnya kembali dan berhasil mengajak ibu-ibu itu ke mobil dan di hadapan nayla.


Baru juga pak mamang dan ibu itu sampai di hadapan nayla, dengan cepat nayla langsung menyodorkan dompet itu pada ibu itu.


Deg.


" Ehh.. Ini kok mirip dompet milik saya ? ". Pekik ibu itu terkejut saat melihat dompet merah yang sangat serupa dengan miliknya.


Akhirnya ibu itu mengecek dompet yang dia ketahui berada di dalam tasnya dan betapa terkejutnya dia ketika tidak mendapati dompetnya ada di dalam tasnya.


" Dompet ini memang milik ibu, saya melihat pria itu mengambil dompet ini dari tas ibu dan sepertinya tadi ibu sama sekali tidak menyadari hal itu ". Ucap nayla dengan jujur.


Deg.


" Terima kasih nona, terima kasih banyak sudah menolong saya dari pencopet yang nona maksudkan tadi bahkan sudah berbaik hati mengembalikkan dompet saya ".


" Mungkin jika yang di ambil uang saya tidak akan masalah, tapi di dompet ini banyak sekali surat-surat penting yang mungkin jika dompet ini hilang, saya akan kesusahan bolak-balik untuk mengurus surat-surat itu lagi ". Sambung ibu itu berterima kasih dengan tulus.


" Sama-sama. Saya juga bersyukur bisa membantu orang lain, tapi coba ibu cek lagi isi dompet ibu, apa ada yang hilang mungkin sempat di ambil pria itu atau masih utuh isi dalam dompet ibu ". Balas nayla masih sempat-sempatnya menyuruh ibu itu mengecek isi dompet itu.


Ibu itu langsung mengecek dompetnya dan ibu itu pun menganggukkan kepalanya.


" Syukurlah isi dompet saya masih utuh, sekali lagi saya sangat berterima kasih sudah menolong saya nona ". Ucap ibu itu.

__ADS_1


Nayla menganggukkan kepalanya seraya melontarkan senyum hangatnya.


" Ayo pak mamang, kita harus segera kembali ke rumah ". Ajak nayla.


" Ba-baik nyonya ". Ucap pak mamang langsung berjalan ke arah pintu belakang dan langsung membukakan pintu untuk nayla.


" Baiklah bu, kalau begitu saya pamit pulang dulu ".


" Iya nona, terima kasih lagi dan hati-hati di jalan ". Jawab ibu itu yang langsung di balas dengan senyuman hangat dari nayla.


Akhirnya nayla masuk kedalam mobil dan setelah itu pak mamang ikutan masuk kedalam mobil dan mobil pun melaju dengan kecepatan sedang kembali ke mansion.


" Nyonya ". Panggil pak mamang tanpa menoleh ke arah nayla dan fokus mengemudikan mobil.


" Ya, ada apa pak mamang ". Jawab nayla yang sudah tahu apa yang akan di katakan oleh pak mamang saat ini.


" Maafkan saya nyonya, saya sempat berprasangka buruk saat melihat anda mengambil dompet yang saya pikir punya pria itu, tapi ternyata pria itu adalah pencopet yang sebenarnya ". Jelas pak mamang merasa bersalah.


" Tidak masalah pak, saya memaklumi hal itu, karna saya memang tidak memberitahukan hal itu terlebih dahulu pada pak mamang ". Ucap nayla karna setidaknya pak mamang memang tidak salah.


" Iya nyonya, sekali lagi saya beneran minta maaf ".


" Hmm, tidak apa-apa ". Balas nayla.


" Oh ya pak mamang ". Sambung nayla sepertinya ingin mengatakan sesuatu pada pak mamang.


" Iya nyonya, apa ada yang bisa saya bantu lagi ? ". Tanya pak mamang.


" Gk kok, saya hanya ingin minta pak mamang untuk tidak memberitahukan soal perlakuan kaka tiri saya tadi pada suami saya, karna saya tidak mau memperbesarkan masalah sekecil ini ". Jelas nayla, takut jika lerry mengetahui hal itu, lerry malah akan melakukan sesuatu pada laura tanpa sepengetahuannya.


" Tapi nyonya, tindakan kaka tiri nyonya sudah sangat keterlaluan, bagaimana jika nantinya dia melakukan tindakan kasar seperti tadi lagi pada nyonya ? Bukankah sebaiknya kita memberitahukan hal ini pada tuan lerry ? ". Ucap pak mamang mengkhawatirkan nayla.

__ADS_1


" Malah akan lebih ribet lagi kalo suami saya sampe tau soal ini, jadi saya tidak akan berniat memberitahukan hal ini padanya, takutnya malah suami saya pergi melabrak kaka tiri saya dan malah berbuat hal yang tidak seharusnya ". Jelas nayla.


Apa yang nayla katakan memang ada benarnya, sehingga pak mamang mencoba mencerna maksud perkataan majikannya, dan akhirnya pak mamang pun setuju dan dia tidak akan memberitahukan kejadian tadi pada lerry.


__ADS_2