Nasib Anak Yang Terbuang

Nasib Anak Yang Terbuang
Bab 85


__ADS_3

Nayla baru saja kembali ke mansion setelah tadi dia ketemuan dengan pamannya dixon yang ternyata adik dari ibunya.


Tapi ketika dia baru saja tiba di mansion, dia memicingkan matanya karna melihat 1 mobil yang tidak pernah dia lihat sebelumnya, ada di parkiran.


" Mobil siapa ini ? ". Batin nayla penasaran.


Karna dia sudah penasaran, nayla pun masuk kedalam mansion untuk mencari tahu siapa yang datang bertamu di mansionnya, padahal tidak banyak orang yang tau tetang mansion ini kecuali oliv, angga dan keluarga jordan yang kemarin makan malam disini.


" Nyonya ". Tiba-tiba salah art datang menghampiri nayla yang baru masuk di pintu utama, tapi raut wajah art itu terlihat aneh.


" Ada apa ? ". Tanya nayla penuh selidik.


" Oh ya, apa ada tamu ? Mobil siapa yang ada di parkiran depan ? ". Sambung nayla.


" Itu dia yang ingin saya katakan pada nyonya saat ini ". Jelas Inem nama art itu.


" Katakan saja sekarang ". Ujar nayla semakin penasaran.


" Pemilik mobil itu adalah seorang wanita yang bernama renata rosalinda, nyonya pasti taukan penyanyi terkenal asal LA itu ". Jelas inem.


Nayla memicingkan matanya, " Trus maksud kamu wanita itu adalah tamunya ? ". Tanya nayla.


" Iya nyonya ".


" Trus dimana dia sekarang ? Kenapa tidak ada di ruang tamu ? ". Tanya nayla penuh selidik, karna biasanya seorang tamu pasti akan berada di ruang tamu jika sedang bertamu.


" I-itu nyonya, no-nona renata sedang berada di kamar tamu, sepertinya dia sedang beristirahat ". Jelas inem gugup takut di marahi nayla karna sembarangan menerima tamu bahkan mengizinkan tamu menempati kamar tamu tanpa seizin nayla ataupun lerry.


" Kenapa dia bisa di kamar tamu ? Siapa yang mengizinkan dia sebebas ini di mansion ini ? ". Ucap nayla mulai menunjukkan tatapan dinginnya.


Deg.


Apa yang inem takutkan akhirnya terjadi juga, dia langsung bergetar takut melihat tatapan dingin nayla padanya.


" Ma-maafkan saya nyonya, saya sama sekali tidak mengizinkan nona renata menempati kamar tamu dan bahkan saya mengatakan kalau harus minta izin dulu sama tuan dan nyonya ".

__ADS_1


" Tapi nona renata malah mengabaikan saya dan art lainnya, kemudian dia masuk dengan sendirinya kedalam kamar tamu dan belum keluar sampai saat ini ". Jelas inem dengan gugup ketakutan.


" Sudah berapa lama dia disini ? ". Tanya nayla dengan wajah datarnya.


" Sekitar 30 menit yang lalu, nyonya ". Jawab inem jujur.


" Apa kalian sudah tanya tujuannya datang ke mansion ini apa ? ".


" Sudah nyonya, tapi nona renata tidak mau mengatakannya dan nona renata hanya mengatakan kalian dia akan mengatakan tujuannya datang kesini langsung pada tuan lerry ".


Deg.


Nayla sejenak menatap kearah kamar tamu yang tadi di tunjuk oleh inem dimana wanita bernama renata rosalinda itu berada saat ini, kemudian dia memejamkan matanya sejenak di iringi dengan hembusan nafas pelannya.


" Ya sudah, tolong ambilkan saya segelas air putih dan tolong antarkan ke ruang santai ". Ucap nayla tidak bisa menyalahkan inem dan art lainnya yang nyatanya memang telah berusaha melarang wanita itu untuk tidak masuk kedalam kamar tamu.


" Baik nyonya ".


Inem langsung pergi ke dapur untuk mengambilkan apa yang nayla minta barusan, sedangkan nayla langsung berjalan menuju ruang santai dengan niatan dia akan menunggu wanita itu sampai dia keluar dari kamar tamu untuk menanyakan alasannya ingin menemui suaminya dan apa hubungan wanita itu dengan suaminya.


Setelah inem membawakan segelas air putih yang dia minta tadi, kemudian nayla menyuruh inem balik ke dapur dan nayla memutuskan untuk memainkan ponselnya sambil menunggu wanita itu keluar dari kamar tamu.


Ceklek.


Akhirnya yang di tunggu-tunggu sedari tadi oleh nayla telah keluar dari kamar tamu. Wanita itu tidak menyadari keberadaan nayla di ruang santai yang sekarang sedang memperhatikannya dengan tatapan dingin.


" Berhenti di situ ".


Wanita itu tersentak kaget bahkan mengelus dadanya karna tiba-tiba ada suara seseorang yang menyuruhnya berheti.


Dengan wajah datar dan tatapan dinginnya, nayla langsung menghampiri wanita tersebut, sedangkan wanita itu memicingkan matanya menatap nayla dengan tatapan penasaran.


" Siapa kamu ? ". Tanya wanita itu pada nayla, ketika nayla baru saja berhenti dan berdiri di hadapannya.


" Seharusnya saya yang bertanya pada anda, anda siapa dan ada kepentingan apa anda bertamu ke mansion ini ? Apalagi sikap anda sangat tidak sopan, masuk-masuk kamar tanpa seizin dari pemilik mansion ini ". Ujar nayla dengan tatapan dinginnya.

__ADS_1


Wanita yang bernama renata tersebut langsung menautkan kedua alisnya, dia tidak mengenal nayla, dia pikir gadis di depannya adalah seorang tamu, tapi malah bertanya dan berkata seakan dia adalah pemilik mansion ini yang dia tahu kalau ini mansion milik lerry.


" Memangnya kenapa kalau saya masuk dan menempati kamar tamu itu ? Memangnya kamu siapa ? Bukannya ini mansion milik lerry ". Ucap renata dengan gaya sombongnya.


Sikap renata terlalu sombong, nayla bahkan sangat risih dengan adanya sosok renata di mansion ini.


" Aduh.. Gimana nih ? Bisa-bisa nyonya dan nona itu bertengkar kalo nona renata sikapnya seperti itu ". Ucap inem pada para art lainnya yang ternyata mereka sedang sembunyi-sembunyi melihat percakapan renata dan nayla dari dapur.


" Ya, mansion ini milik lerry, memangnya kenapa ? Memangnya apa hubunganmu dengan tunangan saya ? ". Jawab nayla sekaligus bertanya.


Nayla jelas tidak menyatakan kalau lerry adalah suaminya, karna dia pikir tidak penting mengatakan kebenaran itu pada wanita di depannya.


Deg.


" Tunangan ? ". Pekik renata melotot kaget setelah mendengarkan pernyataan nayla.


" Hahaha..."


" Ternyata kau lucu juga yah, sejak kapan lerry bertunangan ? Apalagi dengan gadis jelek sepertimu, hahahaha ". Renata tertawa terbahak-bahak berpikir nayla adalah gadis gila yang mengaku-ngaku tunangannya lerry, trus renata malah mengatai nayla jelek.


" Memangnya siapa wanita ini ? ". Batin nayla sedikit kesal dan sangat tidak menyukai sikap renata, apalagi mengejeknya seperti itu.


" Mendingan kamu ke psikiater sana, soalnya halu mu terlalu tinggi bisa bertunangan dengan lerry, hahahha ".


Nayla mengangkat sudut bibirnya menyunggingkan senyuman tipis menanggapi ucapan renata.


" Keluar dari mansion ini sekarang juga atau saya akan menyeret anda dengan paksa ". Ucap nayla dengan wajah datarnya.


Renata langsung menatap nayla dengan tatapan tajam, dia tercengang di usir seperti ini oleh nayla.


" Cih ! Seharusnya kamu yang keluar dari mansion ini, memangnya kamu tidak tau siapa saya dan apa hubungan saya dengan lerry, pria yang kamu ngaku-ngaku tunangan kamu ! ". Pekik renata dengan tatapan tajamnya.


" Ya ! Saya tidak tau siapa anda dan saya tidak tau ada hubungan apa anda dengan tunangan saya ! Keluar sekarang juga dari mansion saya ! ". Balas nayla dengan menekan setiap perkataannya.


" Apalagi ini ! Tadi ngaku lerry tuangan kamu, sekarang malah ngaku juga ini mansion kamu ! Dasar tukan halu ! ".

__ADS_1


" Dengerin yah baik-baik.. Saya kekasihnya lerry dan kami sudah 4 tahun pacaran, jadi jangan kepedean ngaku-ngaku lerry tunangan kamu, dasar cewek gila tukang halu lagi ! ".


Deg.


__ADS_2