
Alga dan Tara tidak lagi membuang waktu.
Usai mendapatkan kenyataan mencengangkan tentang identitas korban kedua selain Jun, keduanya pun bergegas kembali ke kamar guna membereskan semua barang yang hendak mereka bawa.
Yah, benar sekali ...
Korban keduanya adalah Hugo, dan Alga tidak mungkin tidak mengenali pria itu, yang merupakan salah satu dari anggota klan Rudolp yang baru di rekrut sekitar dua tahun yang lalu.
Semua itu jelas memastikan bahwa Hugo adalah seorang pengkhianat.
Tapi sejujurnya yang Alga tidak habis pikir, kenapa akhir-akhir ada begitu banyak pengkhianat yang bersemayam di dalam tubuh Klan Rudolp, terutama untuk dari anggota yang baru di rekrut?
Kali ini untuk yang kedua kalinya Tara dan Alga kembali melangkah keluar lewat pintu depan Penginapan Molly, dengan tas mereka masing-masing yang berada di punggung.
Saat mereka berada diluar, situasinya terlihat semakin ramai saja, apalagi dengan adanya kehadiran polisi serta ambulance yang datang guna mengevakuasi kedua korban.
Tanpa banyak bicara Alga dan Tara menyelinap diam-diam di antara hiruk-pikuk ... berusaha mengambil langkah mengitari bahu jalan sebelah kanan menuju tempat yang di tuju, yakni gudang belakang yang letaknya di bagian belakang penginapan itu sendiri.
"Mobilnya ada disudut sana ..." ujar Tara begitu mereka berdua berhasil menembus sekumpulan orang-orang yang masih setia memadati jalan hingga ke bahu jalan.
Keduanya memang sengaja mengambil jalan memutar untuk menghindari pusat keramaian, serta meminimalisir interaksi terlebih kecurigaan orang-orang yang melihat mereka berlalu dari penginapan, di saat terjadi insiden berdarah barusan.
Langkah Alga dan Tara terus terayun, sehingga tanpa terasa keduanya telah berhasil mencapai area belakang penginapan, dimana mobil fortuner hitam milik Tuan Samuel Alfonso terparkir di sana.
"Kau atau aku yang akan menyetir?" tanya Tara lagi.
__ADS_1
"Aku saja." jawab Alga sambil mengeluarkan kunci kontak yang berada di saku kiri celana yang ia kenakan.
Tara tidak membantah.
Tanpa banyak bicara ia mengambil langkah memutar mengitari body mobil, guna mencapai pintu yang ada di bagian lain mobil tersebut, hendak menyusul Alga yang telah lebih dulu masuk kedalam, serta mengambil tempat tepat di belakang kemudi.
Namun naas ... diluar perkiraan Alga terlebih Tara, mereka sama sekali tidak menyadari jika ternyata ada sosok yang sejak awal telah menunggu kehadiran mereka dengan sebuah pisau lipat di tangan, tepat di balik rimbunnya barisan bonsai yang seolah memagari area belakang Penginapan Molly.
Tepat di saat jemari Tara hendak menyentuh handle pintu mobil guna membukanya, se-sosok bayangan hitam itu pun terlihat bergerak keluar, mengendap-endap guna menghampiri Tara, kemudian dengan gerakan secepat kilat pisau di tangan kanannya terayun lurus ke punggung Tara.
"Dokter Tara ... awaaaassss ...!"
Alga yang berniat memutar kunci kontak sontak berteriak keras begitu sudut matanya menangkap pergerakan asing yang keluar dari balik barisan bonsai yang tumbuh berjejer.
Beruntunglah Tara yang terkejut atas peringatan Alga langsung menyadari bahwa itu pertanda jika nyawanya sedang terancam.
Tara berusaha mengelak dari serangan tiba-tiba tersebut, namun ...
Sreeeettt ...!
Sabetan pisau yang sangat tajam itu masih sempat singgah di lengan kiri Tara, hingga mengakibatkan darah segar mengucur sepanjang lengan yang terkena sayatan.
"Aaaaakkkhh ...!!" suara jerit kesakitan milik Tara, terdengar memecah udara malam yang dingin.
"Dokter Taraaaa ...!!"
__ADS_1
Alga ikut terpekik begitu mendengar jerit kesakitan Tara yang bergema di udara. Ia melompat turun dari mobil dengan sigap, lengkap dengan wajah super paniknya yang tercetak jelas, terlebih lagi saat menyaksikan tangan yang menggenggam sebilah pisau itu kembali terayun bebas di udara, seolah bersikeras untuk memburu Tara yang sedang lengah.
"Aaaaaakhh ...!!"
Jerit kesakitan kembali meluncur dari bibir Tara, seiring dengan tusukan pisau yang mengenai tubuhnya.
Susah payah Tara menghindar dari serangan brutal orang tak di kenal itu, namun pada akhirnya sabetan pisau yang awalnya mengenai lengan kirinya, selanjutnya berhasil menyabet pergelangan tangan kanan Tara yang nekad menangkis serangan membabi buta tersebut.
Meskipun sedikit kepayahan, namun Tara tetap berusaha melakukan perlawanan, dengan melesatkan tendangan pada sosok tak dikenal itu sebelum tubuhnya sendiri ikut limbung hingga terhempas di bemper mobil.
Bugh!
"Aaaakkhh ...!"
Tendangan Tara yang tepat mengenai perut sempat membuat orang tak dikenal itu tersungkur, namun hal tersebut justru membuat penjahat itu semakin geram, sehingga ia pun segera bangkit guna memburu Tara kembali, seolah kesetanan.
Tara yang sedikit kesulitan dikarenakan dua luka sabetan pisau di lengan kiri dan pergelangan tangan kanannya berusaha mempertahankan diri saat menyadari orang tak di kenal itu bangkit dengan kekuatan yang seolah semakin berlipat ganda, dengan tangan kanan yang menggenggam erat pisau yang sama.
Desh ...!
Belum sempat mencapai Tara, manakala sebuah tendangan manis menyapu pelipis kiri hingga membuat orang tak dikenal itu kembali tersungkur.
Pisau lipat yang sejak awal berada dalam genggaman tangan itu pun ikut terpental dengan jarak kira-kira dua meter.
Alga memungut pisau tersebut terlebih dahulu, dan menyimpannya disaku celana.
__ADS_1
Kemudian dengan sebelah tangan ia meraih kerah orang tak dikenal itu, memaksanya berdiri dengan raut wajah geram ...
...NEXT...