NONA MAFIA DAN DOKTER MENAWAN

NONA MAFIA DAN DOKTER MENAWAN
AKSI BERBAHAYA


__ADS_3

"Kami berhasil bertukar tempat." Tara memberitahukan Kim, sambil meraih pengait sabuk pengaman dan menguncinya.


Melihat itu Alga pun buru-buru melakukan hal serupa, yakni mengancingkan sabuk pengaman ditubuhnya.


"Syukurlah ..." desis Kim, lega, setelah sesaat yang lalu dirinya menunggu dengan harap-harap cemas.


'Bip ... Bip ... Bip ...'


"Dokter Tara, jaraknya tinggal seratus meter lagi ..."


"Aku mendengarnya, Kim." pungkas Tara dengan nada dingin.


"Bersiaplah, dokter ... Karena waktunya hampir tiba ..."


"Baik, aku akan mulai menggiring mobil mereka ke sisi kanan, dan akan aku pancing mereka agar lebih agresif. Setelah itu, barulah aku akan menurunkan kecepatan dengan tiba-tiba saat mendekati tikungan."


"Benar sekali dokter, aku akan mengawasi pergerakan kalian."


"Kim, tolong berikan aku informasi akurat tentang jaraknya ..."


"Lima puluh meter mendekati tikungan ..."


"Bagaimana dengan jarak mobilnya ...?"


"Kurang dari lima meter."


"Bisakah lebih akurat ...?"


"Saat ini tiga meter, dengan jarak tikungan tiga puluh meter."


"Aku tidak akan bertanya lagi ... Tapi pandu aku dalam setiap sepuluh meter terakhir ..."


"Empat meter, dan dua puluh meter ..."


Pungkas Kim kemudian, yang langsung paham dengan apa yang diinginkan Tara.

__ADS_1


Tara menginjak pedal gas semakin dalam, menambah kecepatan mobil hingga kebatas maksimal, sehingga mobil dibelakangnya ikut terpancing melakukan hal serupa.


"Dua meter, sepuluh meter ..."


'Help me God ...'


Desis Tara dalam hati.


"Tara ... Aku mempercayaimu ..."


Bisikan lembut itu terdengar menyapu gendang telinga Tara, seolah tetesan air sejuk ditengah gurun.


Tara ingin sekali menoleh guna mendapati sosok yang telah mengucapkan kalimat itu dengan nada lirih, membuat Tara ingin menatap wajah itu langsung guna mendapatkan lebih banyak lagi suntikan semangat, agar ia semakin yakin dalam menjalankan aksi berbahaya yang akan ia lakukan, namun niatnya menjadi urung manakala aba-aba beruntun dari Kim telah terdengar lebih dahulu ...


"Sembilan ... delapan ... tujuh ... enam ... lima ....."


Ciieeeeeeetttt ...!!


Bunyi panjang dari ban berdecit terdengar, seiring dengan manuver tajam yang dilakukan oleh Tara.


BRAAAAKKK ...!!


Bunyi tumbukan keras mobil milik Juan Allesandro yang tidak bisa menguasai kecepatan mereka yang terlanjur agresif saat memburu mobil yang dikendarai Tara, terdengar menghantam keras pembatas jalan sebelah kanan, sehingga mobil tersebut terjun bebas kedalam jurang yang curam, menyusul sebuah ledakan dashyat yang terdengar memekakkan telinga.


DUAAARRR ...!!


Percikan api pun berkobar, usai mobil tersebut menghantam tebing berkali-kali sebelum mencapai dasar jurang.


"Kita berhasil ...!" Alga memekik lega.


"Oh, astaga ... syukurlah ...!!" Suara Kim tak kalah lega, begitu mendengar suara Alga diseberang sana.


"Tara, kau hebat. Kita berha ..."


Mengambang.

__ADS_1


Alga terhenyak mendapati kepala Tara terkulai lemah di sandaran kursi dengan mata terpejam, serta rembesan darah yang mengalir turun dari helai rambutnya.


"Tara ...?"


Alga membuka sabuk pengaman yang melingkari tubuhnya, kemudian tangannya menyentuh pipi Tara, menepuknya perlahan.


"Tara ... bangun ..." wajah Alga berubah panik, mengetahui Tara yang tak kunjung meresponnya.


Sepertinya guncangan mobil yang keras telah membuat kepala Tara terbentur dengan keras, sehingga pria itu kehilangan kesadaran.


"Nona Alga, apa yang terjadi? Ada apa dengan dokter Tara ...?" dari seberang sana, wajah Kim yang semula lega kini kembali menegang.


"T-Tara ... bangun ... aku mohon bangunlah ... Tara ... tolong jawab aku ... jangan membuatku takut ... aku mohon bangunlah ..." bibir Alga bergetar sambil terus memanggil nama Tara. Sampai-sampai Alga tak peduli dengan pertanyaan Kim kepadanya.


"Mike, cepatlah, sepertinya dokter Tara terluka parah, dia harus segera mendapatkan pertolongan ..." ucap Kim yang berhasil menghubungi Mike.


"Tenanglah, Kim, aku hampir sampai."


Kim kembali mengenakan earphone-nya, di mana suara tangis Alga semakin terdengar jelas di telinga.


"Nona Alga, tenangkan dirimu, dokter Tara pasti akan baik-baik saja, karena tak lama lagi Mike akan segera tiba ... tenanglah, Nona ..." Kim mencoba menenangkan Alga yang sesegukan.


"Taraaaa ... jangan tinggalkan aku ... kau sudah berjanji akan terus bersamaku ... kau juga sudah berjanji akan selalu menjagaku ...! Lalu apa ini Taraaaa ...?!" Alga menangis sambil memeluk tubuh kaku Tara yang diam tak bergerak.


Kim bungkam. Ia memilih tidak menyela dulu, seolah membiarkan Alga menumpahkan kesedihannya tanpa bersisa.


"Tara, kau jangan coba-coba mengingkari janjimu. Aku bersumpah akan membencimu jika kau mengingkarinya ...! Tara, kau dengar ...?! Aku benar-benar akan membencimu jika kau mengingkarinya ...!!"


Kim semakin terpekur ditempatnya, saat mendengar suara Alga yang tersedu di ujung sana.


Saat ini tak ada lagi yang bisa Kim lakukan selain berdoa, memohon kepada Tuhan agar nyawa dokter Tara bisa terselamatkan ...


...


Bersambung ...

__ADS_1


🧕: Jangan lupa di-support yah 🤗


__ADS_2