
'Bip ... Bip ... Bip ...'
"Tinggal tujuh ratus meter, dasar timer si alan ...!!" Alga mengumpat frustasi, menyadari adrenalinnya yang semakin menggila setiap kali alarm timer yang sengaja di setel oleh Kim berbunyi nyaring.
"Alga, tenangkan dirimu ..." Tara berinisiatif menyentuh bahu Alga yang terlihat semakin menegang.
"Tara, aku tidak bisa ... Ini gila ...!"
Braaaakkk ...!
Tepat disaat yang bersamaan, untuk yang kesekian kalinya sebuah benturan keras yang berasal dari hantaman mobil Juan Allesandro kembali menyeruduk bagian belakang mobil yang dikendarai Alga.
'Bip ... Bip ... Bip ...'
Alarm timer kembali berbunyi, menandakan jaraknya semakin terkikis menjadi enam ratus meter.
"Damned ...!!" Alga memaki lantang tak terhalang.
"Alga tolong tenangkan dirimu. Aku yakin kau bisa melakukannya ..." kali ini Tara sudah mengusap lengan wanita itu berkali-kali sembari menatap Alga sejurus, seolah ingin memberikan tambahan kekuatan dan kepercayaan diri bagi wanita itu.
"Dokter Tara berkata benar, Nona. Aku juga yakin Nona mampu melakukannya ..." pungkas Kim diseberang sana, berusaha menguatkan meski yang ada hatinya kini diliputi kekhawatiran.
"Kim, kau bahkan tahu bahwa aku tidak mahir bermanuver ... lalu bagaimana mungkin aku bisa melakukan semua itu dengan percaya diri ...?!"
Kim terdiam, karena hal yang ia takutkan ternyata telah menjadi ketakutan yang sama untuk Alga.
'Bip ... Bip ... Bip ...'
"Tinggal lima ratus meter lagi, Nona, bersiaplah ..." ujar Kim pasrah.
"Tapi Kim, aku ..."
"Katakan kau bisa melakukannya, Nona!"
__ADS_1
"Tapi aku tidak ..."
"Nona ..."
"Tidak bisa, Kim ... Aku ..."
"Aku yang akan melakukannya!!" pungkas Tara tegas, sanggup menengahi perdebatan yang terjadi antara Alga dan Kim.
'Bip ... Bip ... Bip ...'
Bersamaan dengan kalimat Tara, timer alarm kembali berbunyi, menandakan jarak yang tersisa tinggal empat ratus meter lagi.
Tara menaruh ponsel yang sejak tadi berada ditangannya keatas dashboard mobil terlebih dahulu, tepatnya pada penjepit ponsel yang tersedia di sana sebelum akhirnya ia membuka dashboard dan mengacak seluruh isi didalamnya, berusaha mendapatkan apapun yang bisa ia gunakan agar bisa mewujudkan apa yang sedang ia rencanakan.
"Kau sedang apa?"
"Mencari sesuatu sebagai pengganjal ..."
"Kau benar. Aku memang akan berusaha mengganjal pedal gasnya agar tetap stabil saat kau berpindah tempat." Tara tersenyum puas sambil mengacungkan sebilah besi yang ia temukan di dashboard mobil.
"Tapi Tara ..."
Klik.
Tanpa menunggu persetujuan Alga, Tara telah membebaskan dirinya dari sabuk pengaman, kemudian tangan kirinya melewati tubuh Alga guna membuka sabuk pengaman wanita itu juga.
'Bip ... Bip ... Bip ...'
Timer alarm kembali berbunyi.
"Dokter Tara, jarak yang tersisa tinggal tiga ratus meter. Apakah kau yakin bisa melakukan semua ini ...?" Kim berucap takjub setelah sejak tadi ia hanya menyimak perdebatan kecil antara Alga dan Tara di seberang sana.
"Percayalah kepadaku, Kim, dan tolong pandu aku terus ..."
__ADS_1
Kulit wajah Kim yang kuning terlihat semakin pucat begitu mendengar keputusan Tara. Namun ia juga tak punya pilihan lain selain mengiyakan. "Baik dokter, aku akan melakukannya dengan baik!"
Tara terlihat mengeluarkan sapu tangan miliknya yang ada di saku celananya sebelum akhirnya membungkuk kebawah, berusaha melewati dua paha Alga yang terduduk canggung ditempatnya sambil terus berusaha mengendalikan kemudi.
Dengan cekatan Tara berusaha mengikat pedal gas dan besi yang ia dapatkan dengan menggunakan sapu tangan.
Kali ini Alga tidak lagi membantah, melainkan ia meyakinkan dirinya sendiri dan berusaha mempercayai Tara, terlebih saat Alga menyadari bahwa Tara memang memiliki keahlian yang hebat dalam mengemudikan mobil, dan keahlian pria itu bahkan pernah ia buktikan saat Tara menyelamatkan Alga dan Mike dari berondongan peluru di dalam gedung tua.
"Tara, lalu bagaimana caranya agar kita bisa bertukar posisi ...?" tanya Alga yang sejak tadi bahkan tidak berani menoleh karena takut fokusnya teralih.
'Bip ... Bip ... Bip ...'
Timer alarm yang menandakan jarak yang tersisa tinggal dua ratus meter kembali berbunyi, bertepatan dengan kepala Tara yang kembali terangkat dari bawah sana.
Tara menatap wajah Alga dengan seksama.
"Aku sudah mengikat pedal gasnya. Sekarang angkat kaki kananmu perlahan. Aku akan memegang kemudinya dan kau harus beranjak dari kursi ini secepatnya. Apa kau mengerti ...?"
Alga mengangguk.
"Dalam hitungan ketiga. Satu ... Dua ... Tigaaa ...!"
Hupp ...!
Dengan gesit Alga langsung melompat ke bangku yang ada disebelahnya, bertukar tempat dengan Tara yang kemudian berhasil menduduki kursi kemudi.
Untuk sesaat laju mobil terlihat berjalan zig-zag sebelum akhirnya Tara bisa kembali menguasai kemudi tersebut dengan baik ...
...
NEXT ...
🧕: Terus support karya remahan ini yah 🤗
__ADS_1