
"Perawat ...!! Mana Perawat ...?! Tolong panggilkan Paman Harry ... Tolong cepatlah ...!!"
Napas Alga terdengar ngos-ngosan begitu sosoknya muncul dari balik pintu yang terpentang tiba-tiba.
"Ada apa, Nona ...?!" Kim yang ikut terperanjat kaget dengan kehadiran Alga sontak berdiri waspada.
"Nona Alga, apa yang terjadi?!" tanya Mike yang ikut panik.
"Biar aku saja yang akan memanggil Perawat dan dokter Harry." seorang anak buah Alga terlihat sigap dan langsung berlari menjauh, hendak menghubungi Perawat dan dokter Harry sesuai titah Alga.
"T-Tara ... t-tangannya b-bergerak ... di-dia te-lah s-sadar ..." ucap Alga terbata-bata dengan napas yang masih memburu, lututnya bahkan ikut terasa lemas seolah tak bertenaga.
Alga terlihat cukup shock.
Wajar saja, karena dalam kurun waktu dua minggu ibarat orang yang mati suri, ini kali pertama Alga menyaksikan tubuh Tara merespun kembali.
Detik berikutnya, dengan susah payah Alga buru-buru membalikkan tubuh kembali ke dalam ruangan, tempat Tara terbaring selama kurang lebih dua minggu.
Kim dan Mike memutuskan ikut menerobos masuk ke dalam, hanya meninggalkan seorang anak buah yang tetap berjaga diluar.
Benar saja ... di atas bed rumah sakit, baik kepala, ujung kaki dan begitu pula jari-jemari milik Tara, semuanya terlihat semakin intens bergerak meskipun sangat perlahan.
Pada akhirnya, setelah dua minggu berada dalam penantian yang menegangkan, Tara yang seolah baru terbangun dari mimpi yang panjang bisa kembali menemukan kesadarannya.
Alga menggenggam erat jemari Tara yang terlihat mulai aktif bergerak meskipun terkesan masih sangat lemah.
Sepasang mata Alga mengembun dan berbinar sekaligus, menandakan kebahagiaannya diatas muka bumi ini telah berkumpul satu di dalam sanubarinya.
"Kim, Mike, lihat ... Tara benar-benar sadar ... dia telah sadar ..." tangis Alga memecah lirih.
Kim dan Mike ikut terhanyut dalam kebahagiaan Alga yang melimpah ruah.
__ADS_1
Tak bisa dipungkiri betapa lega hati keduanya, yang ikut merasakan kebahagiaan yang sama besarnya, hanya dengan menyaksikan tangis bahagia seorang Alga Rudolp, yang telah sekian lama mereka jaga selayaknya menjaga seorang adik perempuan.
"Tara ... oh, God, syukurlah ... syukurlah kau akhirnya sadar ..."
Sebuah senyum manis terukir jelas di bibir Alga meskipun wajahnya dipenuhi air mata. Ia telah menyentuh perlahan kedua pipi Tara berganti-ganti, yang hawanya masih terasa cukup dingin diujung jemari.
"Jangan takut ... aku ada di sini ... aku selalu ada di sini ... selalu di sisimu ... bersamamu ... menemanimu ..."
Bisik Alga beruntun tepat di telinga Tara yang belum sepenuhnya sadar, namun anggukan samar kepala pria itu terlihat jelas, meskipun terkesan sangat lemah.
"Permisi, Nona Alga, tolong berikan dokter Harry kesempatan untuk memeriksa dokter Tara terlebih dahulu ..."
Suara seorang perawat membuat Alga menoleh tak rela kearah dokter Harry Yudhistira, yang ternyata telah berada tepat disebelahnya.
"Paman, tolong periksalah Tara dengan baik ..." imbuh Alga penuh permohonan.
Dokter Harry tersenyum dan mengangguk kearah Alga. "Jangan khawatir, Alga, Paman pasti akan melakukannya dengan baik ..."
Alga tidak menampik saat Kim membimbingnya keluar dari ruangan vvip tersebut, meskipun pada awalnya jemarinya yang bertaut erat dengan jemari Tara seolah enggan terlepaskan ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saat ini Alga berdiri tegak seolah sengaja menantang hangatnya sinar mentari yang membias dari jendela kaca besar yang berada diluar ruangan vvip, tempat Tara masih sementara menerima pemeriksaan intensif dari dokter Harry Yudhistira.
Sepasang mata Alga terpejam, begitu lirih suara hatinya bergema hingga ke dalam relung.
"Tuhan, terima kasih ... terima kasih karena Kau telah mengembalikan Tara kepadaku ..."
"Aku berjanji, Tuhan ... Apapun yang akan terjadi di masa depan, aku akan menerima semuanya sebagai bagian dari syukurku, atas anugerah kesembuhan Tara pada hari ini ..."
Sebait Doa kepada Sang Penguasa bumi dan langit terlantun syahdu dalam sanubari Alga, bak sebuah ikatan perjanjian sakral seorang umat kepada Penciptanya.
__ADS_1
Takdir serta jalan masa depan memang tak ada yang tahu.
Namun setidaknya hari ini Alga telah meyakini satu hal, bahwa jika seseorang selalu berusaha dan berkeyakinan untuk melakukan hal terbaik didalam hidupnya ...
Maka tak ada satu pun kata mustahil, sebelum Sang Pencipta benar-benar menentukan akhir dari sebuah cerita kehidupan ...
...T.A.M.A.T...
🧕: Percaya atau tidak, author benar-benar ingin meneruskan novel yang super duper sepi viewer ini pada season 2, dengan genre yang lebih uwwu khas author selama ini.
(U know lah maksud ay 😅)
Keinginan ini telah masuk dalam daftar plan agenda author di masa depan. Doakan bisa terwujud yah 🤗
Tetap ucapkan ALHAMDULILLAH', & author haturkan maaf jika karya ini kurang greget.
Percayalah, sangat sulit menulis sebuah karya yang sepi & tidak diapresiasi oleh banyak pembaca, namun author bangga bisa konsisten menamatkan novel ini meskipun dengan jadwal up yang sering molor 🙏
Terima kasih untuk Reader setia author LIDIA KAY yang baik, loyal, kreatif bahkan kritis. Sehat & bahagia selalu untuk kalian semua para kesayangan author, Cz' u are the best Reader forever ...😘
Kepoin juga 1 karya Ongoing lainnya yang maha seru berjudul : HALLO, OM ...!!
Juga ke-3 karya TAMAT lainnya yang berjudul :
- CEO TAMPAN DAN ISTRI RAHASIA
- PASUTRI
- TERJERAT CINTA PRIA DEWASA
See u again, di karya lainnya, semoga kita selalu bersama dalam setiap untaian kata.
__ADS_1
Amin ... Amin ... Ya Rabbal Alamin ... 🤗