NONA MAFIA DAN DOKTER MENAWAN

NONA MAFIA DAN DOKTER MENAWAN
PERTUNJUKAN UTAMA


__ADS_3

Tara dan Alga tidak lagi banyak berbincang. Keduanya memilih diam namun masing-masing berada dalam tingkat kewaspadaan yang tinggi.


Sesungguhnya begitu mobil yang di kendarai Alga mulai melewati area perumahan penduduk terakhir, Alga dengan sengaja telah menambah kecepatan mobil sedikit demi sedikit.


Namun seperti perkiraan awalnya yang mencurigai keberadaan dua mobil di belakangnya, pada akhirnya kedua mobil tersebut malah ikut melakukan hal yang sama, yakni menambah kecepatan.


Alga tidak lagi memberi ruang, karena saat ini situasi dan kondisi yang ada sudah sangat terlihat jelas, bahwa mobil mereka telah menjadi satu-satunya target perburuan secara terang-terangan.


"Alga, apakah menurutmu kedua mobil di belakang sana berada di kubu yang sama?" Tara terlihat menoleh ke arah Alga, yang kini sangat fokus pada kemudi yang sedang di kuasainya.


"Aku tidak tahu. Bisa ya ... bisa juga tidak ... entahlah ..."


Wajar jika jawaban Alga seperti itu, karena pada kenyataannya Alga sendiri telah meragu.


Memang benar Juan Allesandro terkesan nekad memburu dirinya, terkait dendam pria itu atas insiden beberapa tahun silam.


Terbongkarnya peran penting seorang Alga Rudolp yang telah membuat pria itu dijebloskan ke dalam penjara, usai keputusan hukuman mati yang dijatuhi hakim dalam persidangan akhir, dan semua itu telah membuat Juan Allesandro menyimpan dendam yang membara di hati.


Saat itu Juan Allesandro tidak bisa mengelak, manakala dirinya tertangkap tangan telah menyelundupkan ratusan kilogram ganja dan narkotika, yang disertai transaksi jual-beli senjata api dalam jumlah yang cukup banyak.


Keterlibatan Alga dalam penangkapan Juan Allesandro merupakan akhir keputusan dari sebuah pemikiran yang panjang, bahkan teramat sangat panjang.


Tanpa diketahui siapa pun selain Kim dan Mike, diam-diam Alga telah menyanggupi dirinya atas sebuah tawaran untuk menjadi informan khusus Pemerintah.


Alga menerima tawaran tersebut, dengan sebuah jaminan masa depan yang telah diputuskan Alga tanpa campur tangan dan paksaan siapa pun, melainkan sebuah keputusan yang ia ambil dengan cara berkiblat dari jejak kedua orangtuanya sendiri.


Meskipun Alga tahu bahwa semua yang ia putuskan mempunyai resiko yang sangat besar, dan sudah pasti akan berimbas untuk dirinya juga, tapi Alga telah berbulat hati untuk melakukannya.


Semua orang tahu bahwa dunia mafia adalah dunia yang telah membesarkan seorang Alga Rudolp. Alga bahkan berasal dari dunia kegelapan tersebut.


Ayahnya adalah Fernando Rudolp, pemimpin klan Rudolp yang sangat disegani karena nama besarnya, dan ibunya adalah Jessica Rudolp, seorang wanita cantik ahli beladiri yang bermental baja.

__ADS_1


Tapi apapun itu tekad bulat Alga tak lagi goyah, karena Alga yakin, bahwa yang ia putuskan telah sesuai dengan hati nuraninya, juga merupakan cita-cita terpendam kedua orang tuanya.


Dalam beberapa Minggu terakhir Alga telah terjebak dalam pelarian yang tak kunjung selesai. Ia tidak bisa kembali atas ultimatum Kim dan Mike yang bersikeras mencurigai, bahwa selain ancaman mematikan dari Juan Allesandro, hal yang paling membahayakan sebenarnya adalah karena adanya persekongkolan tak kasat mata dalam kubu klan Rudolp itu sendiri.


Pada saat itu sesungguhnya Alga belum begitu yakin. Tapi ia setuju menyembunyikan diri demi menunggu situasi klan sedikit kondusif.


Kim dan Mike telah berjanji untuk menyelidiki semuanya terlebih dahulu guna mencari pembuktian, dan kemudian Alga harus mengakui bahwa ucapan Kim dan Mike ternyata benar adanya.


Pada kejadian terakhir Alga telah mengenali seorang anggota klan Rudolp telah menjadi korban baku tembak yang menewaskan Jun, dan sejak itu pula Alga mulai meyakini, bahwa di dalam tubuh klan Rudolp benar-benar telah terjadi sebuah kecurangan besar yang sudah pasti bertujuan merugikan dirinya, bahkan mengancam nyawanya!


Braaakk ...!!


Suara benturan keras terdengar di belakang.


"Apa yang terjadi?!" Alga tersentak kaget, karena keadaan dirinya yang sedang melamun telah membuatnya melewatkan kejadian barusan.


"Mobil kedua sedang berusaha menyingkirkan mobil di belakang kita." jawab Tara yang terlihat semakin waspada.


"Itu artinya mereka berlainan kubu ..."


Alga tersenyum miris seraya meremas setir mobil kuat-kuat. Nalurinya yang tajam telah mengatakan bahwa kubu yang satunya pastilah anggota Klan Rudolp yang telah membelot.


"Alga ..."


"Pengkhianat. Mereka adalah kubu pengkhianat!" pungkas Alga geram.


Tara menatap lekat Alga yang terlihat gusar, dan pada akhirnya tanpa penjelasan lebih lanjut ia telah mengerti dengan sendirinya, jawaban dari pertanyaan yang tidak lagi ingin ia tanyakan.


Tentang pengkhianat yang dimaksudkan Alga ... tak lain dan tak bukan ... adalah bagian dari anggota Klan Rudolp itu sendiri ...!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Braaakkkk ...!!


Hantaman yang kedua, setelah hantaman pertama.


"Aaaaakkhh ..."


"Gerryyyyy, awaaassss ...! Awaaaas kemudinyaaa ...!!"


Mobil yang dikemudikan Gery melaju zig-zag, oleng tak terkendali, namun hantaman mobil dari belakang mereka kembali membombardir seolah tak memberi kesempatan sedikitpun.


Brrraaaaakkk ...!!!


"Aaaaaaakkkhhhh ...!!"


"Aaaaaaakkkhhhh ... oh, tiddaaakk ..."


GUBRAAAKKK ...!!


Teriakan panjang dari Gery dan Arnold yang menyayat hati bak sebuah ucapan selamat tinggal untuk semesta alam.


DUAAARRR ...!!


Setelah dihajar habis-habisan oleh mobil yang dikemudikan salah seorang anak buah Juan Allesandro, nasib mobil hitam yang dikemudikan Gery berakhir tragis dengan terjun bebas ke jurang yang berada tepat di tikungan tajam kemudian meledak.


"Bagus ...!"


Juan Allesandro berdecak puas menyaksikan hal tersebut.


"Sekarang kita akan menuju pada pertunjukan utama ... kejar mereka ...!" titah Juan Allesandro.


Tatapan pria itu terlihat setajam belati ... saat jari telunjuknya mengarah lurus kedepan, kearah satu-satunya mobil yang tersisa dihadapan mereka ... yang kini sedang melesat cepat bak peluru ...

__ADS_1


...


Bersambung ...


__ADS_2