NONA MAFIA DAN DOKTER MENAWAN

NONA MAFIA DAN DOKTER MENAWAN
TERJEBAK


__ADS_3

Cuaca buruk akibat perubahan iklim tropis telah menyapa begitu tiga mobil berwarna hitam itu melaju beriringan dengan kecepatan senada.


"Sepertinya isu dari badan metereologi bahwa akan ada badai kecil tepat di perbatasan itu benar adanya ..."


Suara berat dari seorang pria berpenampilan necis tersebut telah memecah keheningan yang tercipta di dalam mobil.


"Tapi sayangnya, badai besar sekali pun tidak akan bisa menyurutkan tekadku untuk menghabisi nyawa wanita licik itu ..."


Seringaian tipis terlihat jelas di sudut bibir saat kalimat berikutnya kembali meluncur penuh keyakinan, membuat lima kepala yang mendengarnya terlihat mengangguk-angguk membenarkan.


"Tuan, sepertinya yang telah anda katakan sejak awal benar adanya, bahwa mobil didepan kita ini sudah pasti memiliki misi yang sama ..."


Rocky yang duduk tepat di sebelah pria berwajah dingin itu terlihat menoleh, guna mendapati wajah yang sedang asik mengepulkan asap cerutu.


"Bukankah aku sudah memperingatkan kalian semua sejak awal ...?" kalimat remeh tersebut terlontar begitu saja, nadanya terdengar tenang, cenderung datar.


Kembali semua kepala yang berada di dalam mobil Alphard berwarna hitam pekat itu mengangguk serentak, membenarkan apa kata sang boss besar yang duduk tenang dengan cerutu di tangan, sambil menyilang kaki.


Cerutu mahal itu terus di hisap dengan nikmat, seolah pria itu sama sekali tidak terpengaruh oleh guncangan mobil yang semakin lama lajunya terasa semakin melesat kencang.


Pria yang di sapa sebagai 'boss besar' itu tak lain dan tak bukan adalah Juan Allesandro.


Setelah misi terakhir yang melibatkan Junho kembali gagal total dan berakhir dengan kematian pembunuh berdarah dingin itu akibat unsur sabotase dari kelompok tak di kenal, Juan Allesandro yang telah kehilangan kesabarannya akhirnya memutuskan untuk turun langsung dalam misi menjebak Alga Rudolp.


Tak disangka misi kali ini pun tak semulus yang diharapkan. Karena setelah beberapa saat mereka mulai membuntuti mobil yang mereka yakini dikemudikan oleh Alga, mereka telah tersadar bahwa ternyata mobil wanita itu telah lebih dahulu di buntuti oleh mobil lainnya.


Alih-alih berniat menghabisi Alga secepatnya, Juan Allesandro harus menerima kenyataan bahwa pe-er nya telah bertambah satu, dikarenakan dirinya bukanlah satu-satunya orang yang menginginkan nyawa wanita itu.


"Tuan, lalu kapan kita akan bertindak?" seorang anak buah lainnya yang duduk di sebelah pengemudi nampak bertanya tak sabar, seolah ingin memastikan dengan jelas. Kepalanya bahkan ikut menoleh ke belakang.

__ADS_1


"Di depan sana, memasuki kilometer ke-sepuluh ada sebuah tikungan tajam. Seperti rencana awal, kita akan menghabisi dulu ce cunguk pengganggu di depan kita saat ini, sebelum memberikan 'hadiah besar' untuk Nona Mafia dan dokter itu ..."


Lagi-lagi semua kepala yang berada di dalam mobil tersebut kompak mengangguk, sebagai pertanda bahwa mereka semua telah mengerti bagaimana mereka harus bertindak, agar semuanya berjalan sesuai dengan rencana.


Yah, setelah kegagalan demi kegagalan yang terjadi dalam upaya menundukkan sang Nona Mafia, kehadiran Juan Allesandro dalam misi kali ini telah membuat mereka semua berada dalam kepercayaan diri yang tinggi.


Mereka semua meyakini bahwa kali ini Nona Mafia sudah pasti tidak bisa berkutik, dan dapat diaklukan dengan mudah oleh seorang Juan Allesandro.


Sementara itu ...


Jauh berbeda dengan situasi di dalam mobil Juan Allesandro yang di penuhi kepercayaan diri yang tinggi, pada mobil lainnya situasi yang ada justru berkebalikan seratus delapan puluh derajat.


"Tuan, apa yang harus kami lakukan, Tuan ...?"


Nada suara Arnold yang sedang berada dalam panggilan telepon, terdengar bergetar panik. Tepat disebelahnya, wajah Gery yang berada di belakang kemudi pun tak kalah pias.


"Kendalikan diri kalian ...! Kenapa kalian menjadi se-pengecut ini ...? Ha-ahh ...?!" bentakan keras dari seberang sana terdengar gusar, namun tetap saja tak mampu mengenyahkan rasa takut yang telah menguasai jiwa Arnold dan Gery.


Saat berucap demikian rasanya Arnold ingin menangis.


"Dasar pengecut ...!! Kalau begitu mati saja kalian ...!!"


Arnold tersentak mendengar umpatan kasar tersebut, sebelum akhirnya terduduk pasrah dengan ponsel yang nyaris terlepas dari genggaman.


"Matilah kita, Ger ..." Arnold menatap Gery, yang kondisi mentalnya tak jauh berbeda darinya dengan tatapan lesu.


Sama halnya dengan Arnold, pada akhirnya Gery pun hanya bisa pasrah dalam kegalauan yang sama, namun meskipun demikian kakinya terus menekan pedal gas untuk tetap menjaga jarak dengan mobil sang Nona Mafia yang berada tepat di depan, sekaligus mobil Alphard yang berada dibelakang, yang mereka yakini seribu persen merupakan mobil milik kelompok Juan Allesandro.


Cuaca diluar sana sangatlah tidak bersahabat, dan semua itu seolah mewakili isi hati Arnold dan Gery.

__ADS_1


Dalam beberapa jam terakhir, sesuai dengan titah sang boss besar, Gery dan Arnold telah berusaha keras membuntuti mobil Alga dan Tara, agar mereka tidak lagi kehilangan jejak keduanya.


Boss besar telah mencurigai bahwa Alga dan Tara hendak meninggalkan negara ini lewat jalur darat, dan sepertinya semua kecurigaan sang boss besar mulai terbukti kebenarannya.


Alga dan Tara memang sedang berusaha melarikan diri lewat jalur tersebut, dan saat ini Arnold dan Gery sudah berupaya keras membuntuti diam-diam, sembari menunggu bantuan yang akan di datangkan agar mereka bisa menghabisi Nona Mafia dengan mudah.


Namun yang terjadi kemudian sungguh diluar prediksi.


Dampak dari cuaca buruk telah menghalangi keberangkatan heli yang membawa bala bantuan untuk mengudara, sementara di sisi lain tanpa disadari Arnold dan Gery telah terjebak


Saat memasuki wilayah perbatasan negara, mereka baru menyadari bahwa ternyata, tepat di belakang mobil mereka, sebuah mobil Alphard berwarna hitam sedang membuntuti dengan laju kecepatan yang stabil, seolah sengaja mengimbangi laju mobil yang ada di depan mereka ...


Siapa gerangan mereka?


Baik Arnold maupun Gery telah bersepakat, bahwa mereka pastilah komplotan dari Juan Allesandro, yang juga memiliki tujuan yang sama ... yakni mengincar nyawa Nona Mafia.


That's all ...!


Permasalahannya sekarang adalah bagaimana caranya agar Arnold dan Gery bisa melepaskan diri dari situasi genting, yang pada akhirnya membuat mereka berada dalam situasi sangat menakutkan.


Ibaratnya siapa yang memburu siapa ...?


Entahlah ...


Karena pada akhirnya, situasinya sekarang adalah mobil Nona Mafia berada tepat di depan ... sementara di belakang sana ada mobil komplotan dari Juan Allesandro ...!


Arnold dan Gery telah terjebak diantara dua kekuatan besar, dan mereka tidak bisa lagi melarikan diri kemana-mana ...


...

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2