
Bab.11
Keluarga Ansell tak terima putrinya dibohongi oleh Vicenzo dan keluarganya, apalagi sang Nyonya besar Ansell Mama Anetta yang selalu memanjakan putrinya itu. Nyonya besar Ansell ikut naik ke stage lalu berjalan dengan kepala terangkat angkuh menuju wanita yang merusak pernikahan putrinya.
PLAKKK!
Suara tamparan keras menggema sekali lagi di ruangan ballroom hotel itu, tadi Vicenzo yang ditampar oleh Tuan besar Galdwin sekarang Xaviera yang ditampar sang Nyonya besar.
"Wanita tak tau malu! Kau pasti pembohong! Kau ingin menghancurkan pernikahan putriku dan menjadi Nyonya di keluarga Gladwin! Apa kau tidak punya cermin di rumahmu?! Kau bahkan tidak lebih cantik dari para pelayan di rumah kami dan keluarga Gladwin, tidak mungkin Vicenzo pernah menidurimu dan mempunyai anak darimu, wanita ja lang!"
Wajah Xaviera merasa tertampar sekali lagi saat dirinya dipanggil wanita ja lang, bukan keinginannya jika kesucian nya terenggut. Bukan kemauannya harus menyerahkan tubuhnya dan mempunyai anak tanpa suami. Ia mengelus pipi yang kena tamparan, mata sedihnya berubah menjadi garang.
Xaviera menatap tajam Nyonya besar yang berani menamparnya, "A-aku bukan wanita ja lang! Aku juga bukan pembohong! Mari buktikan! Pria yang akan menjadi menantu Nyonya adalah Ayah biologis dari ketiga anakku, aku tidak takut untuk membuktikan nya," suaranya penuh penekanan dan keberanian.
Seruan terkejut kembali terdengar, bahkan kali ini tangan Vicenzo yang menggendong Anetta bergetar. Samar-samar ia mengenali suara keras seorang perempuan di suatu tempat, suara itu mirip sekali dengan suara wanita yang telah menghancurkan pernikahan nya di depan nya itu.
"Vic, ada apa?" cemas Anetta melihat wajah Vicenzo memucat.
__ADS_1
Vicenzo tak menjawab Anetta, "Andrew kemarilah, tolong aku gendong Anetta. Kepalaku tiba-tiba sakit."
Andrew setengah berlari ke arah mereka, dia langsung menggendong Anetta. Wanita itu seketika menunduk saat digendong Andrew, seperti ketakutan.
Vicenzo kemudian berjalan maju dengan memijit kepalanya yang sakit, dia kemudian mengulurkan tangan menahan rahang kecil wanita yang penampilan nya sangat tak menarik itu. "Siapa namamu? Apa kita benar-benar pernah bertemu dan tidur bersama?"
Xaviera merasa kesakitan saat rahang nya ditahan seperti itu, dia mengingat ucapan dari Tuan Andrew jika Vicenzo menanyakan bukti dia harus memperlihatkan isi dari koper kecil yang dia bawa di tangan nya. Apa aku harus mempercayai Tuan Andrew?
Xaviera tak mau berpikir lama, dia langsung menyodorkan koper kecil di tangan nya pada pria bajingan yang telah memper kosanya itu. "Ini, buka saja. Aku tidak ingin menjawab pertanyaanmu karena ada bukti di dalam nya."
Vicenzo mengambil koper itu, dengan kedua tangan nya dia tak menunggu lama lagi langsung membuka isi dalam koper. Saat melihat isi di dalamnya, seketika kilasan-kilasan bermunculan saat ia dengan paksa meniduri seorang wanita bahkan wanita itu sudah berteriak menolaknya bahkan memohon padanya. "Ya, Tuhan!" dengan cepat dia menutup kembali koper itu.
Vicenzo tidak menghiraukan pertanyaan calon Ibu mertuanya, dia malah menoleh pada wanita yang mengaku telah melahirkan ketiga anaknya. "Ikut aku!" dia menarik tangan wanita itu untuk membawanya pergi dari sana. Dia tak ingin para tamu mengetaui kebenaran nya.
"Anak-anakku!" teriak Xaviera saat tubuhnya diseret paksa pergi dari sana.
Langkah Vicenzo terhenti, dia menatap para penjaga disana, "Bawa ketiga anak-anak itu, amankan mereka."
__ADS_1
Pria itu melanjutkan kembali menarik dengan kasar tangan Xaviera.
Setelah sampai di kamar hotel, kamar khusus yang sudah dihias begitu romantis dan mewah untuk malam pertamanya, Vicenzo melempar kasar wanita yang dia seret ke atas ranjang. "Siapa namamu?"
"Xaviera."
"Usia?"
"24 tahun."
"Umur anak-anak itu?"
"4 tahun lebih."
"Apa malam itu aku benar-benar mem perkosamu?"
Xaviera terdiam, dia menatap marah pada pria baji ngan di depan nya. Apa pria ini sengaja melupakan perbuatan nya padaku?!
__ADS_1
"Jangan memperlihatkan wajah marah padaku, aku bertanya karena aku benar-benar tidak ingat. Jawab saja!" bentak Vicenzo.
"YA! BAJI NGAN !!! KAU SUDAH MEMPER KOSAKU !! PUAS !!!" Xaviera berteriak penuh amarah, emosi yang telah ia bendung selama ini pada pria yang telah menodainya seketika tak ia tahan lagi dengan lantang ia menyuarakan perbuatan bejat Vicenzo padanya.