One Night Stand And 1000 Dollar

One Night Stand And 1000 Dollar
Pergi Dari Kota Itu.


__ADS_3

Bab.6


Xaviera masuk ke dalam rumah yang sudah ditinggalinya selama 17 tahun sejak dia dilahirkan, 15 tahun ia lewati bersama kedua orang tua wanita itu saat sang Ayah masih hidup.


Ia memandang kamar nya 2 tahun lalu yang sudah lama tidak ditempati, sepertinya Anna atau pun kakak tiri laki-lakinya yang pernah berusaha memper kosanya tidak menempati kamarnya sama sekali.


"Besok baru bersihin ya, Nak. Sekarang sudah malam, temui dulu Mama-mu baru istirahat," ucap Ayah tiri Xaviera.


"Sekali lagi makasih, Pah. Nanti aku ke kamar Mama dan Papa."


"Ya, kalau begitu Papa tinggal." Pria paruh baya itu berjalan keluar kamar.


Sekali lagi ia memandang bekas kamar tidurnya yang bernuansa putih dan pink muda. Begitu banyak kenangan di kamar itu, dulu saat diusir sangat berat hatinya untuk pergi karena kenangan-kenangan itu. "Hahhh... Bagaimana pun aku harus menemui Mama. Sejahat apapun dulu Mama sama aku saat mengusirku karena lebih percaya kakak tiri brengsek ku itu, aku harus berlapang dada karena bagaimana pun dia adalah Ibuku."


Dengan langkah berat ia berjalan ke lorong kiri, kamar nya dan kamar Ibunya terhalang oleh kamar besar Anna. Wanita itu sedang menatapnya tak suka di ambang pintu kamar.


"Jangan lama-lama tinggal disini! Kamu itu wanita gatal, merayu kakakku segala. Sekarang siapa yang mau kamu rayu? Papa-ku?" Anna menghina nya.


Ia hanya mengeratkan kedua tangan nya, ingin sekali menarik mulut tak beretika Anna lalu menusuknya dengan pisau. Ia tak membalas perkataan Anna dan tetap melanjutkan langkahnya melewati wanita itu.


Setelah sampai di depan pintu kamar Mama-nya, ia mengetuk pintu.

__ADS_1


"Masuk."


Ia membuka pintu sedikit memeriksa keadaan kamar sang Ibu, ia melihat Ibunya terbaring dengan menyedihkan di atas kasur bahkan tubuh wanita yang sudah melahirkan nya itu begitu kurus.


"Masuklah, Nak," ucap Ayah tirinya.


Barulah kepala terbaring Mama nya menoleh padanya, "Sayang, Xavi... Kamu pulang... Akhirnya... Mama sudah mencari kamu kemana-mana."


Ia membuka lebar pintu berjalan masuk mendekati ranjang, "Mama kenapa? Sakit apa sampai kurus begini? Harusnya setelah mengusir putrimu, kamu hidup bahagia dengan Papa, Mah. Aku menerima saat Mama mengusirku karena aku melihat Mama dan Papa saling mencintai, aku mengalah dan menerima fitnahan dari Kak Joseph. Itu demi Mama, tapi..."


Sang Mama mengambil tangan nya, "Maafkan Mama, sayang. Mama salah... Tuhan sudah menghukum Mama dan kakak tirimu Joseph. Dia-"


"Ada apa dengan Kak Joseph?"


Xaviera tak bereaksi apapun, jika memang Tuhan sudah berlaku adil padanya dengan menghukum kakak tiri nya masuk ke penjara, mungkin itu adalah hukuman yang setimpal. Tapi dia juga menghormati Ayah tirinya dan tak ingin berbahagia.


"Maafkan Papa juga ya, Nak. Malam kamu diusir... Papah-"


"Sudahlah, Pah. Aku sudah memaafkan semuanya."


Akhirnya sang Mama tersenyum padanya, mereka mengobrol seperti biasa lagi seperti tak pernah ada tragedi pengusiran 2 tahun lalu.

__ADS_1


Hari demi hari Xaviera lewati dengan tenang di rumahnya, meskipun sikap Anna apalagi perkataan wanita itu selalu membuatnya tersinggung tapi ia tak pernah meladeninya.


Sampai suatu hari ia dinyatakan hamil 5 minggu oleh Dokter saat memeriksa tubuhnya karena terus menerus muntah dan lemas. Bergetar tubuhnya, kala itu hancur hatinya harus menerima kabar ada anak yang sedang tumbuh hasil dari malam tragedi di dalam kamar hotel malam itu.


Saat pulang dari rumah sakit satu lagi kejadian yang meruntuhkan mental nya, sang Mama meninggal dunia karena sakit yang di derita Ibunya sejak lama itu.


Setelah acara pemakaman selesai, Ayah tirinya memberikan satu kotak yang di dalam nya berisi surat dan beberapa barang. "Apa ini, Pah?"


"Mama-mu mengatakan itu adalah bukti-bukti dan juga pernyataan para saksi atas kasus tabrak lari Ayah kandungmu. Selama ini Mamamu menyimpan dan menyembunyikan nya darimu karena takut kamu mengusut kasus itu," ujar Papa tirinya.


"Kenapa Mama takut aku mengusutnya?"


"Karena penabrak lari itu adalah anak dari orang berkuasa, Mamamu pernah diancam oleh orang suruhan dari keluarganya. Saksi-saksi ini juga akhirnya selalu menutup mulut mereka dan tak mau mengatakan kebenaran nya. Mungkin keluarga si penabrak itu mengancam mereka juga atau mungkin sudah menutup mulut mereka dengan uang."


Xaviera terdiam, tak menyangka kasus Ayah nya seperti ini. "Terima kasih, Pah. Aku juga akan berkemas besok, Papa dan Anna bisa menempati rumah ini."


"Xavi! Kenapa? Kita bisa bersama-sama tinggal disini, lagipula kamu yang lebih berhak tinggal disini."


Xaviera menggeleng, "Tapi di masa-masa Mama sakit sampai meninggal, Papa yang selalu ada di samping Mama selalu mengurusnya. Xavi menghargai itu, Pah. Xavi sudah mendapatkan rumah sewa dan pekerjaan baru tapi di kota lain. Nanti, jika suatu hari aku ingin kembali. Aku akan kembali... Tapi untuk saat ini, kita tak bisa tinggal bersama."


Esoknya wanita itu benar-benar pergi dari rumah sejuta kenangan bersama orang tuanya, ingin melahirkan anaknya tanpa ada bayangan masa lalu pergi dari kota itu ke kota baru.

__ADS_1


Setelah melahirkan ketiga anak kembarnya, Xaviera dan ketiga anak kembarnya yang berusia 3 tahun akhirnya kembali lagi ke kota tempat kelahiran nya.


Flashback 5 tahun lalu off.


__ADS_2