One Night Stand And 1000 Dollar

One Night Stand And 1000 Dollar
Aku Yang Menggodanya Untuk Naik Ke Atas Ranjangku!


__ADS_3

Bab.23


Dengan langkah penuh emosi pria berusia 28 tahun dengan tinggi 186 cm itu segera pergi dari rumah sakit menuju kediamannya, tapi saat ia baru saja masuk ke dalam mobil seseroang mengetuk ngetuk jendela mobilnya.


"Vicenzo! Aku ikut!" teriak wanita itu dari luar.


Vicenzo menurunkan jendela mobil, "Kamu tidak aman disana, kamu tidak tau bagaimana Papa dan Mamaku, Xavi."


"Tidak apa-apa, yang mereka ambil adalah anakku!"


"Charles dengan siapa?"


"Ada Papaku."


"Baik, naiklah," Vicenzo membuka pintu mobil, Xaviera segera masuk.


Gerbang besar dan mewah yang terbuat dari besi itu terbuka saat mobil Vicenzo tiba, mobil itu terus melaju melewati taman besar dan panjang. Mata Xaviera berkeliling menatap taman dengan air mancur dan bangku-bangku kecil di setiap lingkaran kolam air mancur tersebut.


Mobil sampai di depan sebuah bangunan tinggi dan megah, tampak beberapa penjaga berjejer diluar rumah besar bergaya eropa itu.


Zayn membuka pintu mobil Tuan muda-nya, Vicenzo turun dan mengulurkan tangannya untuk diraih Xaviera yang masih berada di dalam mobil dengan wajah tegang.

__ADS_1


Xaviera tak menerima uluran tangan lelaki itu, dia turun sendiri.


Vicenzo tak mengambil hati penolakan dari Xaviera, dia mulai berjalan ke arah pintu yang dijaga ketat. "Buka!"


"Maaf, Tuan muda. Kata Tuan besar hanya Tuan muda yang boleh masuk, yang lain dilarang."


"Siapa yang berani menghalangiku, aku akan membunuhnya!" Vicenzo menarik senpi yang terselip di pinggang si penjaga. "Minggir!" teriak pria itu mengacungkan senjata ke segala arah.


Semua penjaga memundurkan tubuh mereka, bukannya mereka takut tapi yang menodongkan senjata adalah sang pewaris majikan besar mereka.


"Buka pintunya!"


Vicenzo berbalik menatap Xaviera, " Pegang tanganku, kali ini menurutlah."


Seperti tadi lelaki itu mengulurkan tangannya, tanpa banyak pikir Xaviera segera menggenggam tangan Vicenzo.


Vicenzo berjalan masuk seraya menggenggam tangan Xaviera, sebelah tangannya lagi masih menggegam senjata.


Di dalam ruangan belasan pelayan yang berjejer membungkuk memberi hormat, "Tuan muda."


Vicenzo tak menghiraukan mereka, meskipun para pelayan menatap aneh pada penampilannya kini yang terlihat seperti dari kelas rendahan.

__ADS_1


"Kenapa Tuan muda membawa wanita kucel dan jelek, dia bahkan tak lebih cantik dari kita. Lihat pakaian lusuhnya! Apa wanita itu berhasil menggoda Tuan muda kita ke atas ranjang?!" bisik salah satu pelayan.


"Tapi Tuan muda juga aneh, lihat penampilan berantakannya! Aku baru kali ini melihat penampilan Tuan muda seperti itu, sejak dulu pakaian Tuan muda hanya dari bahan ber-merk!" bisik pelayan lain.


Saat terdengar olehnya bisik-bisik menghina Xaviera, baru lah langkahnya terhenti. Mata tajamnya berpedar mengarah ke sosok pelayan yang sekarang gemetar saat ditatap olehnya. Dengan perlahan tapi pasti, Vicenzo mengarahkan senjata di tangannya ke arah kepala pelayan itu. "Katakan sekali lagi! Kau bilang wanita ini menggodaku ke atas ranjang? Hah! Asal kalian semua tau! Aku lah yang menggodanya untuk naik ke atas ranjangku! Aku memuja wanita ini yang kalian bilang jelek dan lusuh! Sekali lagi berani menghinanya! Peluru dari senjata ini akan bersarang dalam kepalamu! Mengerti!"


"Me--mengerti, Tuan muda.. Err.." tubuh si pelayan yang kepalanya ditodong itu gemetar ketakutan.


"Minta maaf!"


"Tidak usah, aku tidak apa-apa. Ayo temui anak-anak!" Xaviera tak sabar menggoyang-goyangkan lengan Vicenzo.


Vicenzo sekali lagi mendelik ke semua pelayan, dia lalu memutar tubuhnya melanjutkan langkahnya mencari keberadaan kedua anaknya.


Paman Benjamin pelayan pribadi Vicenzo menghapiri Tuan mudanya saat tau Tuan mudanya datang, "Tuan muda, Anda kembali."


"Dimana kedua anakku, Paman?"


"Di ruangan pribadi Tuan besar, hati-hati Tuan. Tuan besar sedang marah besar karena anak-anak terus memberontak untuk kabur."


Tanpa ingin menunggu lagi, Vicenzo masih dengan menggenggam tangan Xaviera berjalan mengarah ke koridor berbelok di tikungan berhadapan dengan pintu berkerangka besar.

__ADS_1


__ADS_2