One Night Stand And 1000 Dollar

One Night Stand And 1000 Dollar
Lima Tahun Aku Membiarkan Wanita Itu dan Anak-anakku Terlantar Diluar Sana!


__ADS_3

Bab.19


Di kamar hotel Vicenzo sedang menonton isi flashdisk di dalam iPad-nya, itu adalah rekaman Cctv diluar kamar hotel saat dia memer kosa Xaviera dulu. Wajah wanita itu sangat terlihat luar biasa cantik dari layar Cctv, tubuhnya seperti gadis-gadis lain pada umumnya. Tinggi, langsing, dengan wajah bersinar tidak seperti sekarang.


Ia melihat dalam rekaman setelah Xaviera masuk ke dalam, rekaman itu memutar sekitar 20 menit sampai akhirnya perempuan itu keluar. Disaat Xaviera keluar pakaian yang dipakai nya berubah itu adalah kemeja dan celana laki-laki miliknya.


Dia ingin melihat kejadian di dalam kamar hotel tapi biasanya Cctv tak pernah terpasang di dalam kamar. Tapi saat rekaman masih diputar, layar dalam rekaman berubah menjadi gelap lalu terdengar suara seseorang berteriak.


"Apa ini rekaman tambahan yang ada di dalam kamar? Apa Andrew juga sengaja memasang Cctv di dalam kamar?" pertanyaan terus berkecamuk dalam pikiran Vicenzo.


Suasana di dalam kamar sangat gelap, terdengar suara Xaviera memohon memintanya untuk berhenti dan terus menangis sampai akhirnya suara Xaviera melemah. Kemudian suara dalam rekaman selanjutnya membuat Vicenzo menarik nafas kasar. Itu adalah suaran errangan nya dan suara nafas beratnya saat terengah-engah mem perkosa Xaviera.


Degh!


Darahnya berdesir panas bergelanyar ke seluruh tubuh, membangkitkan hasratnya selama lima tahun ini yang tidak bisa Anetta berikan padanya. Ya, selama lima tahun ini bukan hanya tidak bisa mencintai tunangannya itu tapi dia bahkan tak bisa bergairah saat mencium bibir Anetta.


"Apa ini alasannya kenapa selama ini aku tak berhasrat untuk menyentuh tubuh Anetta? Karena aku sudah mengenal tubuh Xaviera dan akhirnya tubuhku tak merespons tubuh wanita lain?"

__ADS_1


Vicenzo meremas iPad yang berada di tangan nya, ia kesakitan karena saat ini seluruh urat di tubuhnya menegang bahkan bagian bawah sana sudah semakin membesar. "Sial!"


Lelaki itu ingin mematikan rekaman Cctv untuk mematikan gairah yang muncul tiba-tiba, tapi rekaman di dalam iPad-nya berubah dari gelap menjadi terang. Vicenzo melihat Xaviera yang tak memakai apapun di tubuhnya berdiri sepertinya menyalakan cahaya lampu, lalu wanita itu berjalan dengan tertatih-tatih seperti kesakitan, sepertinya itu karena hubungan badan untuk pertama kalinya bagi Xaviera.


Vicenzo bahkan tak melepaskan tatapannya dari rekaman, merasa terhipnotis dengan keindahan tubuh polos Xaviera. Wajah wanita yang memerah setelah berhubungan badan dengannya begitu menawan.


Setelah Xaviera memakai pakaiannya, wanita itu berjalan kepadanya yang terbaring tertelungkup.


"Aku takkan melupakan wajahmu! Bajingan!"


Dalam rekaman terdengar suara kemarahan Xaviera padanya, lalu wanita itu pergi dari kamar meninggalkan semua barang-barang dan pakaian sobek wanita itu yang bertebaran di lantai.


Esok harinya dia mendatangi Apartemen sepupunya, dia menggedor pintu dengan keras.


"Andrew! Keluar kau! Bajingan! Brengsek!"


Dugh Dugh.

__ADS_1


Pintu terbuka wajah Andrew langsung terkena bogem mentah dari kepalan tangan kuat Vicenzo.


Dugh Dugh Dugh.


Tanpa ampun Vicenzo terus memukul wajah sepupu brengseknya.


"Bajingan! Apa ini adalah rencanamu?! Hah! Apa kau yang menjebakku membuatku tak sadarkan diri malam itu! Aku bahkan menjadi pria rendahan karena mem perkosa seorang perempuan yang bahkan setelahnya aku tidak ingat! Kau yang membuat malam itu seolah-olah tidak ada yang terjadi dan membawaku pulang ke rumah, bukan?!"


"Ya! Itu semua perbuatanku!"


"Kenapa? Kenapa Andrew? Apa salahku padamu? Kenapa orang yang aku anggap saudara kandung bisa berbuat seperti itu padaku. Selama 5 tahun Andrew, 5 tahun aku membiarkan wanita itu dan anak-anakku terlantar diluar sana! Kau menjadikan aku menjadi pria bajingan yang tidak bertanggung jawab! Arggtttggggh..."


Bugh Bugh.


Melihat wajah Tuan Andrew sudah bengkak dan penuh darah, akhirnya Zayn maju dan menahan tubuh Tuan muda-nya. "Sudah cukup, Tuan muda. Jika diteruskan, Tuan Andrew akan mati."


"Biarkan dia mati! Aku akan membunuh bajingan ini!"

__ADS_1


Saat cekalan Vicenzo terlepas dari tubuhnya, Andrew menyeret tubuhnya yang terbaring di lantai menjauh, dia menyenderkan tubuhnya pada dinding dengan wajah babak belur ia tersenyum puas. "Hahahaha... apa hatimu merasa sakit, Vic? Apa kau merasa sudah menjadi pria brengsek yang tak berguna? Apa sekarang kau merasa dirimu kotor dan bukan lagi pria terhormat? Itu yang aku rasakan selama ini! Kau juga harus merasakannya! Hahaha..."


Vicenzo menatap tak percaya pada sepupunya, Andrew sudah gila!


__ADS_2