One Night Stand And 1000 Dollar

One Night Stand And 1000 Dollar
Aku Mau Ngintip.


__ADS_3

Malam itu Vicenzo sedang bersiap untuk mengajak perang Xavi di atas ranjang tapi tiba-tiba ponselnya di atas meja ruangan kerjanya berbunyi.


"Ya, Billy?"


"Tuan, aku mendapatkan informasi yang sangat penting."


"Tentang?"


"Tuan Lionel."


"Katakan," Vicenzo mendengarkan informasi yang diberikan Billy padanya.


"Kamu tahan dan kurung dia, sekarang aku kesana."


Tuttt.


"Lionel busuk !"


Dengan amarah yang tidak bisa ditahan, Vicenzo keluar dari ruangan kerja keluar Mansion menuju tempat Billy berada.


Sedangkan di dalam kamar, Caitlin dan Zayn si pengawal tampan kesayangan gadis kecil itu sedang memperhatikan rekaman Cctv di dalam Mansion. Baru saja Ayahnya menyuruh Zayn menjaga keamanan di dalam kediaman.


"Zayn, aku ingin mengintip si bibi genit. Bisakah?"


Zayn menatap Caitlin dengan menelisik, "Anda mau apa, Nona kecil?"


"Sebentar saja, bukankah Daddy menaruh Cctv tersembunyi di kamar bibi itu untuk keamanan Mommy dan kami?"


Mata Zayn terbelalak terkejut, "Nona! Darimana Anda tau?"


"Aku mendengar kalian berdua saat bicara," Caitlin lalu terkikik.


"Nona, Anda benar-benar gadis nakal!"

__ADS_1


"Gadis nakal ini akan menjadi pengantinmu saat besar nanti, jadi bersiaplah dari sekarang."


Zayn terperangah, kepintaran Nona muda-nya memang sudah terlihat sejak kecil bahkan melebihi kedua saudara kembar laki-lakinya.


"Ayo! Aktifkan! Aku mau ngintip!" Caitlin sudah tak sabar, ia memegang kedua pipi Zayn sampai wajah lelaki itu tertarik ke tengah membuat bibirnya maju. "Atau aku cium!"


Astaga! Bapa di surga! Tolong domba kecilmu ini dari jeratan iblis kecil di hadapanku! teriak Zayn dalam hatinya.


"Le-pas-kan dulu..." suara Zayn terbata-bata.


Caitlin tersenyum manis lalu melepaskan remasan tangannya di wajah pujaan hatinya. "Uhhh, calon suamiku yang baik."


Zayn menghela nafas pasrah saat Nona mudanya mengelus ngelus kepalanya seolah dia lah yang anak kecil. Dia kemudian mengaktifkan Cctv tersembunyi lalu memberikan pada Nona mudanya karena takut istri ke -2 Tuannya itu sedang tidak berpakaian lengkap.


"Astaga! Zayn! Lihat! Bibi genit masuk ke kamarnya dengan mencurigakan! Aku harus ke kamar Mommy!" tanpa menunggu lagi Caitlin berlari cepat menuju kamar Mommy-nya.


Dugh!


Dugh!


"Mom!" tetap tak ada jawaban.


Caitlin mencoba membuka pintu kamar ternyata pintu tidak dikunci, dia berlari dengan panik ke dalam berteriak mencari keberadaan Mommy-nya.


"Mom??"


"Sayang, ada apa?" Xavi keluar dari bathroom seraya mengeringkan rambut basahnya, dia baru saja selesai mandi.


"Mommy! Kenapa tidak mengunci pintunya? Aku mencemaskan Mommy!"


Xavi merapatkan bathrobe nya, menoleh meminta penjelasan pada Zayn.


"Tadi saya dan Nona kecil sedang memeriksa Cctv di sekitar kamar Anda dan Tuan muda Charles juga Tuan Charlie, tapi saya sedikit kehilangan kefokusan saya. Saat Nona Caitlin melihat ke arah rekaman Cctv lagi, Nona kecil melihat Nyonya Deliyah berlari seperti sedang ketakutan masuk ke dalam kamarnya. Jadi, kami pikir Nyonya Deliyah telah melakukan sesuatu pada Anda, Nyonya Xavi."

__ADS_1


Xaviera baru paham, ternyata putrinya sangat mencemaskannya. "Apa Vicenzo pergi?"


"Ya, Nyonya. Ada sesuatu yang harus diurus, Tuan menelepon saya tadi."


Xaviera berjalan ke arah nakas, dia memeriksa ponselnya. Benar saja, ada beberapa panggilan dari suaminya.


Dia berbalik berjalan mendekati putrinya, "Tidurlah, ini sudah malam. Biarkan Zayn yang memeriksa Cctv-nya."


Caitlin akhirnya mengangguk, gadis itu mengecup pipi Ibunya, " Nite, Mom."


Xavi memasukkan tubuh kecil putrinya ke dalam pelukan, "Malam juga, mimpi indah. Terima kasih selalu menjaga Mommy," ia mengecup kening putrinya.


Setelah kepergian putrinya dari kamar, Xavi memeriksa kamarnya. Dia sangat yakin kamarnya tadi terkunci, tapi kenapa Caitlin mengatakan jika ia tidak mengunci pintunya. Tapi dia tidak menemukan kejanggalan apapun di kamarnya. Ia memutuskan untuk pergi ke kamar Deliyah, dengan cepat berjalan ke arah kamar wanita itu.


Tok ! Tok !


"Siapa?"


"Ini aku, Xavi."


"Ada apa?"


"Aku ingin bicara sebentar, buka!"


"Aku mengantuk dan akan tidur, pergilah!"


"Deliyah, buka. Aku tau kamu tadi melakukan sesuatu di kamarku, ayo bicara!"


Ceklek.


Brakkk !


Xavi mendorong pintu kamar sampai terbuka lebar, tubuh Deliyah ikut terdorong ke belakang. Dengan mengintimidasi, Xavi berjalan mendekat sembari menatap tajam pada Deliyah.

__ADS_1


__ADS_2