One Night Stand And 1000 Dollar

One Night Stand And 1000 Dollar
Apa Aku Harus Membantu Deliyah Mendapatkan Vicenzo?


__ADS_3

Bab.33


Xaviera ingin memalingkam wajahnya tapi Vicenzo menahannya, ia semakin menempelkan wajahnya lalu mengecup bibir Xaviera menahan pinggang wanita itu menempelkan tubuh Xaviera pada tubuhnya. Saat Xaviera tak melawannya, ia semakin memperdalam ciuman mereka.


"Arggtt! Xavi! Kau mengigit bibirku!" Vicenzo melepaskan ciumannya memeriksa bibirnya yang perih benar saja bibirnya berdarah.


"Kau yang salah! Kenapa menciumku?! Kau punya istri! Sialan!" Xaviera berbalik pergi ingin kabur dari sana.


"Tapi kau menikmatinya tadi," Vicenzo mengejar kembali mencekal lengan Xaviera.


"Aku gila sejenak tapi sekarang aku sudah waras! Awas minggir! Aku gila, bisa-bisanya berciuman dengan suami orang!" racau wanita itu merutuki aksi gilanya barusan.


"Dia bukan istriku, aku dan Anetta tak pernah benar-benar menjadi sepasang suami istri."

__ADS_1


"Apa Ayahmu memukuli kepalamu, Vic? Jadi karena itu otakmu bermasalah, hah?! Sudah jelas-jelas kamu punya anak dari wanita sombong itu!"


"Dia bukan anakku, itu anak Andrew. Percayalah, aku berani bersumpah demi anak-anak kita. Aku tak pernah menyentuh Anetta selama kami berhubungan bahkan sampai kami menikah sekarang," Vicenzo melonggarkan cekalannya, ia mengelus pipi Xaviera penuh kelembutan.


Xaviera memalingkan wajahnya, entah bagaimana harus menanggapi ucapan lelaki di hadapannya ini.


"Xavi, a-aku benar-benar sudah menunggumu datang. Aku sudah bertahan demi kamu... karena aku yakin suatu saat kita akan bertemu lagi, lihatlah kita benar-benar bertemu! Xavi... aku akan segera bercerai dengan Anetta dan akan mengurus semuanya termasuk Ayahku. Jadi bisakah kamu menungguku sebentar lagi? Ayo bersama. Aku, kamu dan anak-anak kita. Berikan aku kesempatan sekali lagi, aku mohon."


Xaviera menghela nafas panjang, ia memikirkan kekejaman Ayah Vicenzo. Dulu dia dan Vicenzo tak bisa mengatasi Ayahnya, apa sekarang bisa?"


"Akan aku buktikan, aku berjanji."


Akhirnya Xaviera menatap mata tegas Vicenzo, tapi tetap saja kekhawatiran dalam hatinya sangat besar. "Hidupku dan Charles baik-baik saja, meskipun aku merindukan Charlie dan Caitlin tapi asal mereka berdua baik, aku tidak berharap lebih. Apalagi aku harus berharap padamu, Vic. Aku meragukanmu," Xaviera menggeleng tetap tidak bisa mempercayai lelaki di hadapannya itu.

__ADS_1


"Aku harus pergi, Lionel pasti sedang menungguku. Jaga anak-anak kita," Xaviera melepaskan cekalan Vicenzo mulai berjalan pergi dari sana.


"Apa karena lelaki itu, yang datang bersamamu? Apa karena dia, kamu tidak ingin memberiku kesempatan?"


Ucapan Vicenzo menghentikan langkahnya, Xaviera berbalik. "Mungkin," ia lalu melanjutkan langkahnya keluar dari atap.


"Xavi! Aku akan membuktikan semuanya! Kamu ingat ini! Aku akan terus datang kepadamu! Kamu adalah milikku!"


Xaviera mendengar teriakan Vicenzo dari dalam, tapi ia tak menghentikan langkahnya terus berjalan ke arah lift tak ingin lebih lama lagi disana.


Setelah Xaviera masuk ke dalam lift, pintu lift tertutup. Lionel keluar dari persembunyian nya, tadi saat melihat Xaviera ditarik seorang pria yang dikenalnya sebagai Tuan muda Gladwin ia mengikuti mereka dan menguping pembicaraan mereka berdua di atap.


"Hm, menarik. Jadi, sainganku adalah Tuan muda Gladwin? Lelaki yang di incar adikku, apa aku harus membantu Deliyah mendapatatkan Vicenzo?" Lionel mengusap dagunya, memikirkan baik buruknya jika adiknya berhasil menikah dengan Vicenzo dan dia bisa mendapatkan Xaviera.

__ADS_1


"Bukankah itu akan indah untuk kami semua?" seraya berjalan ke arah lift lelaki yang sudah jatuh cinta pada Xaviera itu terus bergumam.


Vicenzo yang ditinggalkan di atap mencengkram pagar, "Arggthhtt..." tiba-tiba kaki kirinya yang pernah terluka kesakitan. Nafasnya tersengal-sengal, keringat dingin membajiri punggungnya.


__ADS_2