One Night Stand And 1000 Dollar

One Night Stand And 1000 Dollar
Kau Salah Berurusan Denganku.


__ADS_3

Xaviera menggelitik tubuh putrinya seperti sewaktu Caitlin kecil enam tahun lalu, lain lagi dengan Charlie bocah lelaki itu malah menghindar menjauh saat Ibunya ingin menggelitiki dia.


"Oh, Charlie... kamu membuat Mommy sedih. Kenapa kamu besar terlalu cepat. Bahkan Charles sudah tak ingin bermain denganku, dia selalu sibuk dengan kakeknya. Kalian berdua memang benar sepasang saudara kembar laki-laki, watak yang sama," wajah Xavi memberengut.


"Gimana kabar Charles, Mom?" tanya Charlie sangat penasaran akan kesehatan saudara kembarnya.


"Saudaramu sudah tak berobat lagi, dia sudah sehat. Hanya saja tidak boleh melakukan hal-hal berat, tapi tubuhnya sama tingginya denganmu sayang."


Charlie mengangguk.


"Bagaimana kehidupan kalian berdua di sekolah?" tanya Mommy-nya.


Tiba-tiba tubuh Charlie menegang, bocah itu menatap penuh arti ke arah Zayn.


Tatapan Xavi tertuju ke arah Zayn, ia mengerutkan keningnya. Interaksi sembuyi-sembunyi antara Charlie dan si pengawal seperti kebiasan Charles dan Papa Andreas yang menyimpan rahasia.


"Kamu menyembunyikan sesuatu dari Mommy, Charlie?"


"No, Mom."

__ADS_1


Vicenzo pun merasakan sesuatu saat kini Xaviera bertanya. Selama ini dia selalu mempercayakan kedua anaknya pada Zayn, apa pengawal pribadi si kembar menyembunyikan sesuatu darinya?


Dugh! Prankkk!


Prankkk!


Suara keributan di luar pintu kamar menginterupsi kecurigaan Xavi dan Vicenzo pada putra mereka.


"Vic! Buka pintu! Papa dan mama ada disini!" suara Anetta.


Vicenzo menggeram, dengan langkah lebar dia mendekat ke pintu dengan sekali sentakan ia membuka lebar pintu kamar.


"Zayn! Tahan Papaku !"


Dengan berani Zayn memelintir kedua tangan Tuan besar Gladwin ke belakang, "Putra Durhaka! Begini kau memperlakukan Ayahmu!"


"Jangan bicara tentang durhaka, Papa sendiri yang mengajarkanku artinya sebuah keluarga. Sejak Papa memukuliku sampai sekarat, aku tidak mempunyai Ayah lagi. Sekarang aku sedang melawan seorang manusia hina, jadi jika Papa tidak ingin aku perlakukan lebih kejam dari ini... Jangan sekali-kali mencampuri kehidupanku lagi!"


"Ha... Ha... Ha......." tiba-tiba Tuan besar Gladwin tertawa, matanya menatap Vicenzo meremehkan.

__ADS_1


Vicenzo mengerutkan alis mendengar suara tawa sang Papa yang mencurigakan.


"Aku mengagumi keberanian dan kecerdikanmu, Vic! Itu lah putraku! Tapi... kau telah salah berurusan denganku, aku bukan seseorang yang tidak berpengalaman. Kau pikir kenapa kejayaanku dalam mengelola Perusahaan dan memupuk kekayaan bisa bertahan sampai sekarang? Karena sebelum musuh melangkah, selalu aku lah yang lebih dulu bertindak."


Vicenzo berfirasat buruk, baru saja dia bergerak maju ingin menarik kerah baju Ayahnya sebuah tayangan video dalam iPad yang dibawa bawahan Papanya ter-play.


"Mommy! Orang-orang ini membawaku pergi! Mommy! Kakek dimana? Disini sangat gelap! Dadaku sakit! Mommy!"


Tubuh Vicenzo tersentak mundur.


"Tidak! Charles! Charles!" Xaviera menerjang tubuh Tuan besar Gladwin, "Jangan macam-macam dengan putraku! Kali ini aku tidak akan mengampunimu, bajingan!!!"


Xaviera meraung penuh amarah meraih tubuh Tuan besar Gladwin, Vicenzo menahan tubuh wanita itu dari belakang. Dia menatap benci pada Ayahnya, "Kau bukan seorang manusia! Orang sepertimu tak pantas disebut seorang Ayah! Charles juga cucumu!"


"Baiklah, kalian bisa memilih. Setelah melihat 2 rekaman kedua putra kalian, silahkan memilih putra mana yang ingin diselamatkan atau menurut kepadaku.... La-gi." Ujar Tuan besar Gladwin menekankan kata-katanya, lalu sekali lagi sebuah rekaman video ditayangkan di dalam iPad.


Kini bukan Charles tapi Charlie, di dalam rekaman bocah 10 tahun itu sedang menindas teman satu sekolahnya. Di dalam rekaman Charlie menonjok, menendang bahkan menginjak lengan seorang anak murid lain.


"Hhhhhh... hhhhh... " tubuh Xaviera dalam pelukan Vicenzo melemah sewaktu melihat dalam rekaman putranya sedang menyiksa anak lain.

__ADS_1


Vicenzo menggertakkan giginya, dia benar-benar kecolongan lagi. Apa yang harus dia lakukan kali ini agar tidak kalah dari sang Ayah?!


__ADS_2