
Tuan besar Gladwin menatap dingin pada Lionel, dia mengetahui putra dari keluarga Lincoln itu ternyata selama ini menyamar menjadi pegawai Barista di coffee shop yang dikelola Xaviera. Entah apa yang di inginkan Lionel dengan penyamarannya tapi dia harus bersikap hangat pada putra satu-satunya dari anak relasinya bisnisnya.
"Lionel, kamu akhirnya berkenan datang kesini," Tuan besar Gladwin tersenyum hangat sembari mengangkat tubuhnya dari kursi menyalami pemuda yang berada di depannya.
"Maaf, Tuan besar Gladwin. Selama ini saya hanya bergerak di belakang layar, Papa saya yang memegang semuanya," kilahnya bohong, dia adalah seseorang yang mandiri mempunyai Perusahaan dan kekuasaan sendiri. Hanya saja satu dua orang yang mengenal pribadi aslinya, tapi sangat disayangkan dia kebobolan dalam menjaga wanita yang di idamkan nya.
"Ah, saya sudah dengar jika kamu jarang berada di muka-muka umum. Kamu kurang suka bergaul, itu yang saya dengar dari Ayahmu," Tuan besar Gladwin berpura-pura mengerti padahal dia masih ingin tahu hubungan Lionel dengan Xaviera.
"Ya, Tuan." lalu tatapan Lionel tertuju pada Vicenzo, lelaki itu sedang menusuknya dengan tatapan tajam.
__ADS_1
"Pagi, Tuan muda Gladwin. Tuan Vicenzo." Lionel tersenyum sopan.
Vicenzo melirik ke samping melihat raut wajah Xaviera yang sepertinya masih terkejut, sepertinya Xaviera tidak mengetahui identitas asli Lionel. Dia kembali menoleh pada lelaki itu. "Pagi juga Tuan muda Lincoln, ini pertama kalinya kita bertemu 'kan?"
"Ya, ini pertama kalinya," Lionel meladeni Vicenzo.
"Apa Anda datang untuk menjemput adik Anda, Tuan Lionel?" tanya cuek Vicenzo.
Vicenzo ingin bicara tapi tiba-tiba tangan Xaviera mengenggam tangan lelaki itu membuat semua mata orang dewasa di meja makan menatap pada keduanya karena tindakan sekecil itu.
__ADS_1
Xaviera melihat keterkejutan di mata Vicenzo, dia tahu genggaman tangannya pada pria itu adalah awal dari kesediaannya bersama lelaki itu mulai sekarang mau itu dalam keadaan baik dan buruknya kehidupan mereka dari saat ini sampai ke depannya. "Sayang, apakah kamu belum bicara dengan keluarga dari Nona Deliyah? Lihatlah karena ketidak sopananmu, kakak Nona Deliyah sepertinya marah padamu."
Mata Lionel kini menatap tidak mengerti pada Xaviera, kenapa wanita itu bertindak seolah-olah sudah sangat akrab dengan Vicenzo. Apa karena dia menyembunyikan identitasnya selama ini pada wanita itu, Xaviera marah padanya?
Tatapan Xaviera beralih dari wajah calon suaminya pada Deliyah, sejak awal kedatangan wanita muda dia hanya sibuk mengurus ketiga anaknya. "Nona Deliyah, maaf atas ketidaksopanan calon suamiku. Ah maksudku... calon suami kita. Disini banyak anak kecil, bagaimana setelah sarapan, kita orang dewasa bisa berbicara di tempat nyaman?"
Lalu tatapan Xaviera beralih ke wajah Lionel, dia merasa marah pada lelaki itu karena selama ini berbohong tentang identitasnya. Lionel mengaku padanya hanyalah anak yatim piatu yang diasuh oleh Neneknya. Sekolah di biayai oleh pemilik hotel dari pesta semalam keluarga Lincoln, teryata lelaki itu adalah putra asli dari keluarga itu.
"Tuan Lionel, Anda juga bisa ikut bergabung dengan kami nanti. Sekarang bisakah kita semua sarapan dengan tenang sampai anak-anak pergi sekolah?" Xaviera menatap tak suka pada Lionel, tapi nada suaranya begitu manis dan sopan.
__ADS_1
Lionel merasa salah tingkah, jika bukan karena Xaviera berada di kediaman Gladwin dia juga tidak ingin membongkar identitas aslinya dan hanya ingin menjadi Bartender bagi Xaviera. Hanya ingin keluar dari kekuasaan gelapnya dan hidup tenang menjadi orang biasa bersama wanita itu.