One Night Stand And 1000 Dollar

One Night Stand And 1000 Dollar
Kejayaan Gladwin Akan Runtuh.


__ADS_3

Xavi berjalan menuju kamarnya ia ingin membersihkan tubuhnya dari kotoran tanah, tadi dia ingin menanam sendiri bunga matahari. Seolah tanda ia sudah menjadi bagian dari keluarga Gladwin.


"Xavi..." suara yang dikenalnya, di depannya Lionel sedang bersandar santai di dinding di koridor dengan menyilangkan kedua tangannya di dada.


"Ini pertama kalinya kamu memanggil namaku dengan santai di rumah ini," Xavi tidak menghentikan langkahnya menuju kamar, dia terus berbicara seraya melangkah.


Lionel mengikutinya di belakang, "Itu karena aku menghargaimu, Xavi. Mungkin saja kau ingin aku berpura-pura tidak mengenalmu."


"Kau benar, ternyata kau pintar Lionel. Sejak awal aku memang memutuskan untuk tidak mengenalmu, meskipun kita sudah saling mengenal selama setahun. Ah... Lebih tepatnya aku mengenal identitas palsu--mu," Xavi menekankan kata-katanya di akhir ucapannya.


"Bisakah kita bicara serius, Xavi?"


Baru lah langkah Xavi terhenti, dia membalikkan tubuhnya menatap intes wajah Lionel ysng sudah beberapa minggu ini tidak dikenalnya lagi.


"Bukankah kita sedang bicara?"


"Bukan bicara seperti ini, tapi tentangmu dan adikku dengan serius," Lionel maju mendekat.


Xavi memundurkan tubuhnya, "Aku adalah istri orang, Lionel. Jangan terlalu dekat denganku."


Penolakan dari Xavi membuatnya kesal, "Dulu kita sering duduk berdampingan di cafe, Xavi. Aku selalu berada dekat di sampingmu, tapi kenapa kau mudah sekali menerima Vicenzo yang jelas-jelas tidak bisa melindungimu dari Ayahnya," geram Lionel.


Xavi mengerutkan dahinya, ia merasa tidak mengenal Lionel lagi.


"Kita memang pernah sedekat itu, Lionel. Tapi bukan salahku aku berubah, itu semua salahmu karena sejak awal kau membohongiku!"


"Itu karena kau melupakanku, Xavi. Aku lelaki yang telah kamu selamatkan di rumah sakit saat kebakaran terjadi tiga tahun lalu, Charles masih dirawat saat itu. Kamu melupakanku, aku tidak mempunyai cara lain untuk berada dekat denganmu. Xavi... sudah lama aku mempunyai perasaan padamu, aku--"


"Lionel!!! Cukup! Meskipun kita pernah bertemu seperti perkataanmu, tapi kini aku adalah istri orang. Jangan bicara omong kosong tentang masa lalu lagi!" Xavi berbalik pergi dari sana, tidak ingin mendengar semua perkataan Lionel lagi.


Mata dingin Lionel menatap punggung wanita yang sudah lama memasuki hatinya, wanita itu semakin bergerak menjauh dari tempatnya berdiri, "Ini bukan masa lalu, Xavi. Kau mungkin menganggapku masa lalumu, tapi bagiku ini adalah awal dimana aku harus mendapatkanmu. Saat waktunya tiba, kau akan menjadi milikku seutuhnya meskipun aku harus membunuh Vicenzo sekali pun," lirihnya pelan.

__ADS_1


Di Perusahaan, Vicenzo menatap Cctv-cctv di dalam kediaman Gladwin. Ia mendengar perbincangan Lionel dan Xavi tapi ia tidak bisa mendengar gumaman lelaki itu.


"Aku tau lambat laun kau akan bertindak Lionel, benar saja hari ini kau berani mendekati istriku. Permainan apa yang ingin kau mainkan, hm?"


Vicenzo memijit nomer ponsel Billy.


"Ya, Tuan?"


"Bagaimana penyelidikanmu tentang Lionel? Juga pergerakan Ayahku?"


"Saya masih memeriksa tentang Tuan Lionel, tapi dia memiliki sejumlah kekayaan yang fantastis di Negara lain. Bahkan mempunyai Mansion besar, juga pekerjaan-pekerjaan yang mencurigakan. Saya hanya bisa mengatakan jika Tuan Lionel tidak seperti yang terlihat di permukaan, Tuan muda."


"Hm," Vicenzo mengetuk ngetukkan jarinya di meja kerja. "Lalu, Ayahku?"


"Ayah Anda tidak ada pergerakan pasti, dia hanya bertemu dengan teman-teman minumnya di siang hari lalu kembali malam hari."


Vicenzo memijit keningnya, sikap Ayahnya lah yang ia risaukan. Apa yang direncanakan Ayahnya kali ini?


"Baik, Tuan."


Vicenzo memutuskan sambungan, menatap pekerjaan di mejanya dan memutuskan untuk fokus dalam mengurus pekerjaan lebih dulu sebelum pulang menjemput Xavi.


Tok... Tok... Tok...


"Wakil Presdir, Direktur Carver ada disini."


Baru saja ia mulai bergelut dengan pekerjaannya, ucapan dari sekertarisnya membuatnya terkejut. Pasalnya Pamannya tidak membuat janji terlebih dahulu dengannya.


"Biarkan masuk!"


Ceklek.

__ADS_1


Vicenzo menatap keadaan Pamannya, sejak ia membongkar tentang Andrew Pamannya itu tak pernah lagi ingin menemuinya. Tapi sekarang Pamannya datang sendiri menemuinya, entah apa yang di inginkan.


"Paman baik-baik saja?"


Carver hanya mengangguk, dia berjalan lesu ke arah meja kerja keponakannya lalu duduk di kursi.


"Ini adalah semua laporan tentang Perusahaan, tentang dana-dana ilegal, kecurangan Ayahmu dalam mengambil lahan dan bisnis orang lain. Kepicikan, kekejamannya." Carver melempar map-map di genggaman tangannya ke atas meja.


Vicenzo terbelalak, dia sendiri masih mengumpulkan bukti-bukti kecurangan Ayahnya tak disangka sang Paman sudah berhasil.


"Kenapa Paman memberikan ini padaku? Bukankah Paman setia pada Papa?"


"Setia? Hahahaha... Vic, jangan membohongi Paman lagi. Ada seseorang yang memberitahu Paman tentang Ayahmu yang membiarkan luka tembak Andrew tidak diobati sampai putraku itu meninggal. Orang itu mengatakan kau mengetahui semua ini, lalu kenapa kau diam saja? Bukankah kau yang setia pada Ayah ib lis mu itu?!" Carver mencengkram meja menahan amarahnya.


Vicenzo menghela nafasnya, "Maaf, Paman. Ini memang salahku, aku ingin melaporkan Papa pada pihak berwenang tapi dengan kekuatannya aku yakin Papa hanya akan dipenjara sebentar. Aku sedang ingin merenggut kekuasaannya di Perusahaan, tapi bukti-bukti itu masih aku gali."


Carver menatap tak percaya pada keponakannya, tapi tiba-tiba Vicenzo menyodorkan sebuah map.


"Aku akan menjatuhkan Ayahku dari dalam Perusahaan dengan bukti-bukti dari Paman, dan di dalam map ini ada bukti-bukti tentang kematian sesungguhnya Andrew. Mari bertukar."


Carver terdiam sejenak, tapi akhirnya dia mengambil map itu dan membukanya. Seketika tangannya gemetar, disana tertulis laporan medis dan laporan dari Dokter Felix yang menyatakan kematian Andrew direkayasa oleh Tuan besar Gladwin.


"Aku berjanji akan membalas Ayahmu! Aku juga mempunyai bukti tentang kematian suami Ibumu dulu sebelum bersama Ayahmu, meskipun dulu aku takut pada Ayahmu dan tidak berani melaporkannya tapi sekarang aku tidak memperdulikan apapun lagi."


"Masa penangkapan untuk kasus suami pertama Ibuku sudah kadaluarsa, itu tidak akan berguna. Paman."


"Kau salah Vic, aku bukan ingin menangkap Ayahmu dengan kematian mantan suami Ibumu... Paman akan menyebarkan bukti-bukti itu pada pihak media. Kau tau dengan pasti, mulut-mulut media sangat kejam lebih kejam dari sebuah penyiksaan di dalam penjara atau mati terbunuh."


Vicenzo sekali lagi menghela nafasnya, jika Pamannya dan ia bergerak sudah bisa dipastikan kejayaan Gladwin akan runtuh. Meskipun begitu ia tidak cemas karena ia sudah membangun Perusahaannya sendiri cukup untuk menghidupi Xavi dan anak-anaknya. Hanya saja sudah bisa dipastikan akan banyak pegawai-pegawai yang menjadi pengangguran dan dia harus mencarikan lahan pekerjaan baru untuk mereka semua.


Tiba-tiba Vicenzo memikirkan orang yang memberitahukan Pamannya tentang kematian Andrew yang sebenarnya. Siapa orang itu?

__ADS_1


__ADS_2