One Night Stand And 1000 Dollar

One Night Stand And 1000 Dollar
Congratulation, Anda hamil.


__ADS_3

Selama proses penyelidikan berlangsung, Xaviera bekerja sama dengan baik pada pihak berwenang. Selama beberapa hari bolak - balik ke kantor polisi, akhirnya keterangannya sebagai saksi berakhir. Aneeta pun terancam hukuman pidana minimal 6 tahun dan perdata sebesar 1000 dollar.


Selama diperiksa sebagai saksi tidak sekali pun Xavi bertemu dengan Vicenzo, saat ia bertanya pada para petugas maupun orang - orang di rumah semua menjawab hal yang sama, Vicenzo adalah saksi kunci dan tidak diperbolehkan untuk bertemu siapapun.


Sudah hampir lima hari Xavi dan anak - anak tinggal di Mansion yang disiapkan Vicenzo, sejak berita tentang pembunuhan suami pertama dari Ibu mertuanya ditayangkan di pemberitaan - pemberitaan dalam dan luar negeri bahkan Perusahaan Gladwin mengalami kebangkrutan karena saham - saham anjlok dan aset - aset Perusahaan juga akhirnya disita pihak berwenang terkait dana ilegal dan kecurangan transaksi.


"Hhhhh, kapan Vicenzo kembali? Aku ingin tau keadaannya," gumam Xavi saat menonton berita di ruang keluarga bersama yang lain.


Mama Vicenzo, Papa Andreas, dan ketiga anak kembarnya ikut menonton berita tentang kejatuhan keluarga Gladwin. Bahkan selama beberapa hari ini Papa Andreas selalu bersama Mama Vicenzo, mereka berdua semakin akrab dan keduanya seperti ada menaruh hati.


"Ada aku, Xavi. Apa kamu tidak merindukanku?" Lionel berjalan masuk ke dalam ruangan, sudah seperti rumahnya sendiri.


"Lionel, andai saja aku tidak mendengar pesan Vicenzo yang mengatakan kalau kau akan membantuku selama dia tidak ada... jangankan merindukanmu, mengijinkanmu masuk kesini saja aku tidak sudi," Xavi menggeleng tapi bibirnya tersenyum lebar.


"Hahaha... tenanglah Nyonya Vicenzo. Aku sudah tidak tertarik lagi padamu, kini aku tertarik pada putrimu yang sangat cantik dan pintar. Iya 'kan, Caitlin? Setelah besar kamu akan menikah dengan Paman?"


"Huh! Jangan berpimpi Paman Lionel! Hatiku hanya untuk Zayn, dia lelaki terbaik," Caitlin berlari memeluk Zayn, mengeratkan pelukannya.


Zayn menghela nafasnya, setelah semua berakhir dan Tuan muda Vicenzo keluar dari penjara dia sudah berencana untuk pergi. Pengalamannya sudah cukup, dia ingin membangun bisnisnya sendiri tanpa bantuan siapapun. Sebentar lagi dia akan meninggalkan keluarga Tuan-nya dan pergi berpetualang ke dunia luas. Entah bagaimana dengan Nona kecilnya jika dia akhirnya harus pergi, sepertinya mulai sekarang dia harus membiasakan agar Nona-nya tidak lagi mencari kehadirannya.


Ruangan akhirnya riuh dengan kedatangan Lionel, lelaki itu terus bermain dengan ketiga anaknya. Ketiga anaknya pun sudah terbiasa akan kehadiran lelaki itu di kediaman mereka.


Kediaman Vicenzo dalam situasi damai sampai beberapa hari kemudian berita tentang Vicenzo yang dinyatakan sebagai tersangka dan harus dipenjara diketahui Xaviera karena kedatangan para pengacara.


"Tidak! Vicenzo tidak bersalah! Saat itu dia tidak sengaja! Mah, benar bukan?" teriak Xavi histeris, wajahnya sudah sangat pucat.

__ADS_1


"Xavi, tenanglah. Mama dan Paman Vicenzo sudah bersaksi, itu tidak memberatkan Vicenzo. Di pengadilan Vixenzo tidak akan dihukum berat, Mama yakin."


"Tapi, Mah. Aku... Hhh... Mahh..." tiba - tiba tubuh Xavi terkulai, Lionel dengan sigap menangkap tubuhnya.


"Xavi..." Lionel menepuk - nepuk pipi wanita dalam pelukannya.


"Zayn! Panggil Dokter!" Mama Vicenzo berteriak.


Zayn segera menelepon Dokter keluarga, tak lama Dokter datang dan memeriksa Xaviera.


"Selamat, Anda hamil 6 minggu," ujar Dokter.


"Terima kasih, Tuhan," Mama Vicenzo mengucap syukur merasa lega karena Xavi pingsan karena sedang mengandung.


Xaviera yang sudah tersadar tidak bisa menyembunyikan raut wajah bahagianya, dengan lembut tangannya mengelus perutnya.


"Xavi, Vicenzo lah yang melarangmu bertemu dengannya. Aku yakin saat mendengar berita kahamilanmu, dia ingin sekali bertemu denganmu. Aku akan segera menelepon, tenanglah," Lionel segera keluar dan menelepon ke penjara.


Esoknya, akhirnya Xavi bertemu dengan Vicenzo. Mereka duduk berhadapan hanya terhalang oleh meja panjang, tangan mereka berdua saling bertautan.


"Kamu baik - baik saja, Vic?" bibir Xavi bergetar menahan tangisannya.


"Jangan menangis, jangan bersedih lagi. Aku baik - baik saja, pikirkan tentang calon anak kita di dalam perutmu. Maaf, sekali lagi aku tidak bisa menemanimu dalam keadaan hamil, sayang. Tunggu aku, ya."


Xavi mengangguk, air mata lolos dari sudut matanya, " Aku dan anak - anak kita akan menunggumu. Cepat kembali, sayang."

__ADS_1


"Xavi, aku mencintaimu. Sangat..."


"Aku juga, Vic."


Satu bulan kemudian setelah sidang - sidang yang digelar akhirnya keputusan final dibacakan oleh Hakim.


Atas pernyataan saksi - saksi yang meringankan hukuman Vicenzo, akhirnya Vicenzo hanya dijatuhi hukuman 6 bulan penjara dipotong masa percobaan. Sedangkan Tuan besar Gladwin karena kesaksian dari Dokter Felix yang memberatkan, Tuan Gladwin dijatuhi hukuman seumur hidup tapi tidak lama ditahan Ayah kandung dari Vicenzo itu ditemukan gantung di ri.


Aneeta dijatuhi hukuman 6 tahun penjara, tapi karena Lionel ingin membalas pada wanita itu karena telah menusuk adiknya, akhirnya Lionel menjebak Aneeta di dalam penjara dengan kepemilikan oobat - obatan terlarang yang menambah hukuman keseluruhan Aneeta menjadi 15 tahun penjara.


Sedangkan Deliyah dikabarkan akan segera menikah dengan Brandon, karena wanita itu sedang berbadan dua mengandung anak dari calon suaminya.


5 bulan kemudian...


Vicenzo keluar dari pintu gerbang penjara, wajahnya dipenuhi dengan janggut yang dibiarkan memanjang dengan rambut gondrongnya.


Xavi dengan perut membucitnya menunggu suaminya di samping mobil, ia ingin berlari memeluk Vicenzo tapi kakinya seketika lemas setelah kini suaminya ada di hadapannya untuk kembali pulang ke rumah.


Vicenzo berlari menarik lembut tubuh istrinya, merengkuh ke dalam pelukannya tapi pelukan mereka terhalang oleh perut besar Xavi, "Haha, pelukan ini sangat tidak nyaman, sayang...."


"Hihi, perutku sudah sangat besar 'kan? Apa aku terlihat jelek?" Xavi terkekeh, wajah hamilnya sangat berseri merona merah.


"Kau yang tercantik, Ibu terbaik, istri luar biasa. Terima kasih, cintaku..."


Akhirnya kebahagian datang pada mereka yang saling menguatkan dan saling percaya, meskipun rintangan - rintangan silih berdatangan bahkan datang dari orang - orang terdekat, tapi ketika takdir dan usaha saling bergandengan apapun di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin. Sejatinya manusia hanyalah makhluk dengan segala pengharapan dan doa - doanya, dan Tuhan-lah yang menentukan segalanya.

__ADS_1


_________________ END________________


TERIMAKASIH ATAS DUKUNGAN SEMUANYA, TERUTAMA YANG RAJIN LIKE, KOMEN, GIFT BAHKAN VOTE. 😍😘🙏🏻


__ADS_2