
Bab.21
Pintu toko kecil yang menjual pakaian serba murah terbuka, seorang pria tampan berpakaian mewah berjalan masuk ke dalam disusul pria lainnya.
"Halo, Tuan. Ada yang bisa saya bantu?" ucap si pimilik toko seraya menatap aneh pada kedua pria yang baru masuk.
"Tuan muda saya ingin membeli seluruh pakaian yang bisa muat padanya, juga pakaian wanita usia sekitar 24 tahun juga dress gadis kecil usia 4 tahun dan pakaian anak laki-laki juga 4 tahun. Apa ada?"
"Ada! Ada! Tentu saja semuanya ada!" semangat si pemilik toko, ia tak menyangka akan ada pria berpenampilan kaya akan memborong semua pakaian murahnya. "Tunggu sebentar."
Setelah membungkus semua pakaian yang di inginkan pembelinya, si pemilik toko memberikan kantong-kantong itu pada si pembeli.
"Berapa harga semuanya?" tanya Zayn.
"1000 dollar, Tuan."
Vicenzo menatap 10 kantong besar di bawah yang diberikan si pemilik toko, ia tak menyangka harganya sangat murah. "Apa terima kartu ini?"
Si pemilik toko semakin terkejut melihat black card di tangan pembelinya, ia dengan cepat mengambilnya lalu menggesek kartu tanpa limit itu.
"Ini, Tuan. Selesai, terima kasih. Silahkan kembali lagi kesini." Si pemilik toko memberi hormat menundukkan kepalanya.
"Dimana tempat ruang ganti?"
__ADS_1
"Di sebalah sana, Tuan," jawab si pemilik toko seraya menunjuk ruangan kamar pass.
"Bawa ini, Zayn. Pilihkan aku pakaian yang tidak terlalu mencolok dan sederhana." Ujar Vicenzo, pria itu berjalan ke arah yang ditunjuk si pemilik toko.
Zayn memilih satu kaos putih dipadukan dengan celana jeans berwana navy yang sedikit sobek di bagian lututnya. Dia juga memilih jaket levis untuk dipadukan bersama kedua pakaian itu.
Vicenzo memakainya, ukurannya memang sangat pas. Tapi dia menatap aneh ke dalam cermin, merasa itu bukan dirinya. Sejak kecl dia selalu disediakan pakaian ber-merk dengan harga yang fantastis, sekarang dia hanya merasa sedikit kurang percaya diri.
Saat Tuan muda-nya keluar, Zayn bertepuk tangan. "Woww... keren Tuan! Luar biasa! Aku yakin Nyonya Xaviera akan terkagum-kagum saat melihat penampilan Anda saat ini..."
"Kau berkata jujur? Aku hanya kurang percaya diri, aku sedikit nervous..."
"Ayolah, Tuan. Aku sudah mengajarkan pada Anda tentang hidup sederhana, jika ada yang membuat Anda penasaran tanyakan lagi padaku."
Tak lama sekitar 10 menit dari toko kecil, Zayn memarkirkan mobilnya di pelataran parkir rumah sakit. "Sudah sampai, Tuan."
Vicenzo turun dari dalam mobil, sekali lagi memeriksa penampilan barunya di kaca mobil.
Zayn mendekati sang Tuan, dia mengacak-ngacak rambut Tuan muda-nya agar tak kaku seperti akan menghadiri acara formal tapi masih terlihat rapi.
"Oke, Anda sudah siap Tuan."
"Hm."
__ADS_1
Lelaki itu sudah bertekad akan berubah menjadi sederhana demi wanita yang sudah banyak menderita karena dirinya. Dengan berjalan percaya diri dia melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah sakit menuju kamar tempat Charles putranya dirawat.
Tok Tok Tok.
"Masuk," ujar Xaviera, ia kira itu adalah Dokter atau perawat yang akan memeriksa rutin.
Saat pintu terbuka seketika mata wanita itu membulat penuh saat melihat siapa yang datang, wajahnya seketika emosi. "Pergi!"
"Mommy, bukankah dia Paman di pernikahan itu? Kenapa datang kesini?" tanya Charles.
Sebelum wanita itu menyuruhnya pergi lagi, Vicenzo berjalan cepat mendekati ranjang. "Hay, Boy. Di Pernikahan kemarin kamu bilang kita sangat mirip, kamu benar! Aku adalah Daddy-mu, perkenalkan nama Daddy adalah Vicenzo."
Charles terdiam, ia melirik wajah sang Mommy yang menatap kesal pada pria dewasa yang datang mengaku Daddy-nya. "Mommy, benarkah kata Paman ini?"
Xaviera tak menjawab pertanyaan putranya, dia bangun dari kursi di samping ranjang berjalan mendekati Vicenzo. "Bisakah kita bicara diluar?"
"Oke," Vicenzo menatap putranya sebentar. "Daddy akan bicara dengan lembut pada Mommy-mu tidak lagi membentaknya seperti di pernikahan kemarin. Jika begitu, apa kamu akan memaafkan Daddy?"
"Jangan sakiti Mommy-ku, Paman."
"Daddy janji."
Xaviera tak sabar, ia menarik paksa tangan Vicenzo membawa lelaki itu keluar lalu menutup pintu ruangan.
__ADS_1