
Setelah Charlie dan Caitlin pergi diantar sekolah dikawal oleh Zayn, Vicenzo menyuruh Billy menjadi pengawal pribadi Charles mulai sekarang.
"Charles boleh main sesukamu di kamar Charlie, semua milik Charlie adalah milikmu juga. Daddy dan Mommy harus pergi sebentar, ini adalah Billy. Kalo Charles butuh sesuatu bilang padanya." Ujar Vicenzo.
Charles menatap acuh tak acuh pada Ayahnya, sejak pagi tadi dia bangun dan melihat tangan kedua orang tuanya saling mengenggam dalam tidur mereka dia sudah menerima keberadaan kembali Daddy-nya tapi dia masih tak ingin dekat dengan Ayahnya itu.
Xaviera tahu apa yang sedang dipikirkan putra bungsunya, "Charles, tunggu Mommy. Nanti kita bisa keluar dan bertemu kakek Andreas. Mommy tadi pagi sudah bilang kita akan mulai tinggal disini, kita akan berpamitan pada kakek. Tapi kalau Charles ingin ketemu kakek Andreas, Charles masih bisa bertemu kapan saja."
Akhirnya bibir si bungsu dari tiga bersaudara kembar itu tersenyum, dia mengangguk. "Cepat selesaikan urusanmu Mom, aku ingin bertemu kakek Andreas."
Xaviera mengacak ngacak rambut putra bungsunya, "Oke, nanti kita jemput juga kedua saudaramu dari sekolah. Kamu juga akan mulai sekolah bersama mereka nanti."
Charles mengangguk.
"Kalau begitu Mommy dan Daddy pergi."
Sebelum keluar Vicenzo memberi arahan pada Billy agar tidak melonggarkan penjagaan pada Charles. Beberapa pengawal setianya juga berada diluar pintu kamar, dia juga membawa iPad di tangannya akan memeriksa Cctv di kamar putranya dari ruangan lain.
Kini Vicenzo dan Xaviera berdiri di luar pintu yang tertutup, sekali lagi wanita itu mengenggam tangan lelaki yang akan menjadi suaminya.
"Xavi, apa saat kamu memanggilku dengan panggilan sayang saat di meja makan, itu dari dalam hatimu?"
__ADS_1
"Tidak, aku sudah menerimamu menjadi calon suamiku tapi tentang perasaanku padamu masih belum pasti... Vic. Tadi aku hanya ingin memperlihatkan pada siapapun termasuk pada keluarga calon istri lainmu jika hubungan kita sangat dekat, meskipun sedikit bersandiwara tapi itu untuk kebaikan kita."
Vicenzo merasa terharu, meskipun perkataan di meja makan tadi bukan ketulusan dari Xavi tapi setidaknya kini mereka akan berjuang bersama.
"Aku hargai itu, sekarang mari bertarung bersama. Meskipun hanya demi anak-anak kita, aku sangat menghargainya." Vicenzo mengelus pipi mulus Xavi.
Xaviera mengangguk.
"Ayo masuk," Vicenzo mendorong pintu sampai terbuka lebar, di dalam sana semua orang sudah menunggu termasuk kedua orang tua Anetta dan Pamannya Ayah dari Andrew dia tadi menelepon pamannya untuk datang juga.
Semua orang di dalam ruangan itu menatap benci pada keduanya, tapi menanggapi tatapan mereka tubuh Xaviera bahkan tak bergetar sedikit pun.
Setelah duduk, Vicenzo masih menggenggam erat tangan Xavi. Ia tak memperdulikan siapapun, "Aku akan bicara lebih dulu. Paman Carver, selama ini maafkan aku karena merahasiakan sesuatu darimu--"
"Aku tidak akan mengatakan apapun tentang rahasiamu, Tuan besar Gladwin. Tenang saja." Ujar Vicenzo membuat Tuan besar Gladwin merasa lega, lelaki monster itu bukan takut pada Carver tapi adik iparnya itu mengetahui semua rahasia-rahasia Perusahaan karena ikut mengurus Perusahaan Gladwin selama ini.
"Ini tentang putri Anetta. Alesya...."
Wajah Anetta sudah pasrah.
"Ada apa dengan putri istrimu?" tanya Carver.
__ADS_1
"Paman juga pasti tau tentang Alesya yang bukan putriku, tapi kalian semua disini hanya tau jika Alesya adalah hasil dari Anetta dengan seorang pria dalam hubungan semalam. Itu memang yang dikatakan Anetta pada semuanya, meskipun aku sudah mengatakan pada Mama dan Tuan besar Gladwin kalau Anetta sejak dulu mempunyai hubungan dengan Andrew tapi mereka tidak mempercayainya. Tapi sebenarnya orang tua Anetta sebenarnya sudah tau tentang hubungan putrinya dengan Andrew, mereka tidak menyetujuinya dan malah menjodohkan Anetta denganku."
Vicenzo menatap benci pada kedua orang tua Anetta, mereka sama saja dengan Ayahnya yang terlalu sombong dan tidak ingin menerima menantu dari keluarga yang lebih rendah kedudukannya di masyarakat.
"Paman, Bibi. Seharusnya kalian berdua sudah tau bukan? Jika Alesya, cucu kalian adalah putri dari Andrew."
Kedua orang tua Anetta termangu, mereka tak bisa berkata-kata.
Carver menatap tak percaya pada kedua orang tua Anetta, dia mengepalkan tangannya. "Jadi selama ini kalian merahasiakan tentang cucu kandungku dariku?! Dan sejak awal menentang hubungan putraku dengan putri kalian! Apa karena nama keluargaku tidak sebanding dengan nama keluarga kalian?!"
"Paman, tenanglah..."
Tapi Carver tak bisa bersikap tenang, dia berdiri menghampiri Vicenzo dengan langkah cepat.
"Apa alasan Andrew mati terbunuh olehmu karena ini? Karena Andrew sudah mengkhianatimu karena menghimili Anetta, Vic? Apa Putraku selama ini yang salah? Apa Andrew sudah berkhianat di belakangmu? Apa kebencian Paman padamu selama 6 tahun ini salah?"
"Paman..."
"Itu benar, adik. Bahkan... waktu itu aku tidak percaya ucapan putraku. Saat Andrew mengatakan Vicenzo berbohong tentang hubungan putramu itu dengan Anetta, Vicenzo marah lalu memukul Andrew dan tak sengaja menembak Andrew. Tapi saat Anetta hamil dan dia mengakui putrinya bukan anak Vicenzo aku langsung curiga itu adalah anak Andrew. Tapi bagaimanapun, kamu sudah bersedih karena kehilangan Andrew jadi aku hanya bisa diam tidak ingin membeberkan pengkhianatan Andrew dan Anetta yang di belakang putraku itu," Mama Vicenzo melantangkan suaranya, dia ingin melindungi putranya. Sejak awal Andrew lah yang salah bukan Vicenzo.
Kepala Carver tertunduk sedih, tubuhnya terkulai lemas. Selama 6 tahun ini dia sudah menyiapkan pembalasan akan kematian putranya. Dia akan membalas semuanya pada Vicenzo, meskipun Vicenzo adalah keponakannya tapi darah dagingnya sendiri lah yang mati dan kenyataan itu lebih penting dari hubungan apapun. Tapi kini, dia bahkan tahu jika putranya lah yang jahat pada keponakannya.
__ADS_1
Kepala tertunduk sedih Carver terangkat, ia menatap beringas pada Anetta dan kedua orang tuanya. Dia tau putranya jahat karena berkhianat pada saudaranya sendiri tapi bukankah itu karena orang tua Anetta yang menolak hubungan Andrew dan putri mereka?!